BerandaNewsWujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan, Kemenparekraf Ajak Wisatawan Perhatikan Jejak Karbon

Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan, Kemenparekraf Ajak Wisatawan Perhatikan Jejak Karbon

Published on

spot_img

Kolaborasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Jejak.in untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan telah dimulai pada awal tahun 2022.  Dalam hal ini, 

Kemenparekraf bersama Jejak.in meluncurkan aplikasi Carbon Footprint Calculator dan Offsetting (CPFC) untuk membantu mencegah dampak buruk pada iklim.

Melalui program CPFC, Kemenparekraf ingin melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan dengan menyerap jejak karbon di sekitarnya. Pasalnya, berdasarkan data yang ada, industri pariwisata secara global menyumbang delapan persen dari emisi karbon dunia. 

BACA JUGA:  The Series Tournament Kembali Digelar di Sentul Highlands Golf Club

Melihat kondisi tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak semua pihak untuk bergotong royong mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Secara khusus, Sandiaga, mengajak wisatawan untuk memperhatikan jejak karbon (carbon footprint) saat berwisata demi pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Keberlanjutan ekonomi dan kelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan itu adalah satu kaitan nada, dan ini sesuai dengan tren pariwisata personalized, customized, localize, dan smallers impact,” ujar Sandiaga.

Fase awal untuk menjalankan program CFPC dilakukan dengan menambahkan jumlah pohon di lingkungan sekitar agar dapat menyerap jejak karbon. Secara terbuka, program CFPC dapat diakses masyarakat umum melalui Indonesia.travel page.

BACA JUGA:  Ini Syarat Berkunjung ke Bali Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri 

Di fase ini, pohon yang terkumpul akan ditanam kembali di beberapa lokasi yang telah ditentukan pemerintah. Misalnya saja Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk DKI Jakarta, Konservasi Mangrove Pesisir Bedono, Demak Jawa, dan Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang, Kalimantan Timur.

Nantinya, pohon yang telah terkumpul dan ditanam akan dijaga oleh Mitra Konservasi Kemenparekraf dan Jejakin yaitu LindungiHutan. Mitra konservasi tersebut akan memantau pertumbuhan pohon di kawasan konservasi yang telah disepakati bersama. 

BACA JUGA:  Funworld Hadirkan Dua Outlet Baru di Green Pramuka Square dan The Park Pejaten

Pemantauan pada penanaman dan pertumbuhan pohon akan dilakukan secara berkala dan rutin menggunakan sistem pelaporan dari Jejak.in. Sistem tersebut dapat diakses oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan saja.

“Saya berharap program ini secara signifikan dapat mendukung perubahan iklim dan capaian target emisi di Indonesia,” kata CEO Jejak.in, Arfan Arlanda.

Melihat Tren Perjalanan Insentif di Indonesia Outing & Incentive Travel Expo 2026

Tangerang, Venuemagz.com – Bagi sebagian karyawan, mendengar kata outing mungkin langsung terbayang perjalanan bersama...

Cetak Lebih Besar Hemat Ruang, Epson Luncurkan SureColor V4000

Jakarta, Venuemagz.com – Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran...

Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Timeless Festivities di Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph Collection 

Bali, Venuemagz.com - Menjelang liburan akhir tahun, Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph...

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 921 Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Lab Indonesia pada 15-17 April...

Inilah Dampak Ekonomi dari Pelaksanaan ASEAN Summit di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan survei terkait turunan ekonomi dari perhelatan ASEAN Summit...

Hong Kong Hapus Aturan Karantina Hotel

Pada 26 September 2022 lalu, Hong Kong telah menerapkan pengaturan baru bagi para pendatang...