<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>COVID-19 &#8211; VenueMagz.com</title>
	<atom:link href="https://venuemagz.com/tag/covid-19/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<description>Referensi Industri MICE Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2020 06:43:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-Favicon-32x32.png</url>
	<title>COVID-19 &#8211; VenueMagz.com</title>
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127860349</site>	<item>
		<title>Destinasi yang Paling Terdampak Corona Justru Paling Cepat Pulih</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/destinasi-yang-paling-terdampak-corona-justru-paling-cepat-pulih/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/destinasi-yang-paling-terdampak-corona-justru-paling-cepat-pulih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2020 06:43:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=19602</guid>

					<description><![CDATA[Pariwisata di Bali memang yang paling berdampak akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Dari subsektor leisure, potensi kehilangan bisnis di Bali mencapai lebih dari Rp9 miliar, sementara untuk subsektor MICE berpotensi kehilangan Rp4,96 triliun selama Februari hingga Oktober 2020. Kendati memiliki dampak pariwisata yang paling besar, Bali memiliki modal bagus jika pariwisata bounceback setelah pandemi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pariwisata di Bali memang yang paling berdampak akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Dari subsektor <em>leisure</em>, potensi kehilangan bisnis di Bali mencapai lebih dari Rp9 miliar, sementara untuk subsektor MICE berpotensi kehilangan Rp4,96 triliun selama Februari hingga Oktober 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati memiliki dampak pariwisata yang paling besar, Bali memiliki modal bagus jika pariwisata <em>bounceback</em> setelah pandemi. Hal ini dilihat dari jumlah kasus kematian di Bali akibat COVID-19 yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan wilayah lain yang ada di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ida Bagus Okanentru Agung Partha, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, menjelaskan bahwa rata-rata kematian yang ada di Bali hanya sebesar dua persen. Angka ini bahkan di bawah rata-rata kematian dunia akibat COVID-19 yang sudah mencapai enam persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rendahnya angka kematian di Bali akibat COVID-19 terjadi lantaran penanganan kesehatan di sana cukup sigap dan cekatan. Dengan penanganan yang baik, tingkat kesembuhan di Bali juga mencapai angka yang memuaskan, yakni 30 persen. Angka tersebut bahkan masih di atas rata-rata tingkat kesembuhan dunia yang hanya mencapai 26 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini menjadi sebuah prestasi tersendiri untuk Bali dan ini bisa dipakai untuk meringankan promosi kita pasca-COVID-19. Kita bisa menunjukkan ke wisatawan bahwa Bali cukup bagus dalam menangani hal ini dan tentunya ditunjang oleh masyarakat yang disiplin dalam menaati aturan,&#8221; jelas Agung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat data-data tersebut, Hermawan Kartajaya selaku <em>Founder &amp; Chairman</em> MarkPlus optimistis bahwa Bali akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang bangkit pasca-COVID-19. Ditambah dengan <em>branding</em> pariwisata yang sudah dimiliki Bali, semakin mempermudah daerahnya untuk bangkit dari keterpurukan COVID-19 ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bali akan lebih cepat kembali karena di sana sudah punya <em>branding</em> sebagai tempat yang layak untuk berwisata. Contohnya saja saat pandemi ini, banyak keluarga dari Jakarta lebih memilih mengungsi ke Bali ketimbang ke Singapura. Ini berarti di sana memang sudah bagus <em>branding</em> pariwisatanya,&#8221; ungkap Hermawan.</p>


]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/destinasi-yang-paling-terdampak-corona-justru-paling-cepat-pulih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19602</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Langkah Strategis Pemerintah Tangani Dampak COVID-19</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/tiga-langkah-strategis-pemerintah-tangani-dampak-covid-19/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/tiga-langkah-strategis-pemerintah-tangani-dampak-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2020 07:25:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=19300</guid>

					<description><![CDATA[Untuk mengatasi dampak dari COVID-19 terhadap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio akan menjalankan tiga langkah strategis, yakni masa tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan normalisasi. &#8220;Di tahap tanggap darurat ini kami memberikan support kepada tenaga kesehatan untuk menyiapkan akomodasi, makanan, hingga transportasi. Karena tenaga kesehatan saat ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengatasi dampak dari COVID-19 terhadap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio akan menjalankan tiga langkah strategis, yakni masa tanggap darurat, pemulihan (<em>recovery</em>), dan normalisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di tahap tanggap darurat ini kami memberikan <em>support</em> kepada tenaga kesehatan untuk menyiapkan akomodasi, makanan, hingga transportasi. Karena tenaga kesehatan saat ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus COVID-19 agar tidak meluas. Untuk itu, kita perlu <em>support</em> yang luar biasa, selain berkoordinasi dengan K/L dan berbagai pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah untuk mendukung industri atau pelaku pariwisata Indonesia,&#8221; kata Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tahap kedua, yakni pemulihan, Kemenparekraf akan melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk mengidentifikasi dampak secara detail akibat wabah COVID-19. Selanjutnya, Kemenparekraf akan memberi dukungan pada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dari sisi ketenagakerjaan, utilitas, keringanan retribusi, relaksasi pinjaman, pemanfaatan kartu pra kerja, hingga pelatihan online untuk SDM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah yang ketiga adalah normalisasi, yakni melakukan promosi kembali di dalam maupun luar negeri, serta menyiapkan insentif untuk industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenparekraf juga akan kembali menyusun keterlibatan dalam agenda-agenda internasional dan kalender <em>event</em> nasional untuk menunjang kegiatan wisata. Selanjutnya, kembali membenahi destinasi, khususnya dari sisi keamanan dan keselamatan, sumber daya manusia, serta daya tarik setiap destinasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dan yang harus kita pelajari nantinya adalah bagaimana psikologis para <em>traveler</em> yang berbeda-beda. Ada yang trauma dengan wabah COVID-19 ini. Ada juga pandangan <em>traveler</em> karena terlalu lama di rumah sudah ingin cepat-cepat keluar untuk berwisata. Kita ingin psikologi dan pandangan <em>traveler</em> yang seperti ini yang berkembang,&#8221; kata Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada langkah awal pasca-pemulihan nantinya, Wishnutama menekankan pentingnya untuk lebih dahulu memobilisasi wisatawan nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sudah tentu untuk tahap awal kita menggerakkan wisnus terlebih dahulu. Saya harap juga teman-teman wartawan bersama-sama kita optimistis dan membantu menumbuhkan sikap positif hingga pandemi ini usai. Tentunya agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini kembali normal dalam waktu yang lebih cepat,&#8221; katanya.</p>


]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/tiga-langkah-strategis-pemerintah-tangani-dampak-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekarang Minimalisir, Berikutnya Langkah Recovery</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/sekarang-minimalisir-berikutnya-langkah-recovery/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/sekarang-minimalisir-berikutnya-langkah-recovery/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2020 00:43:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Wishnutama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=19297</guid>

					<description><![CDATA[Tepat pukul 17.00 WIB pada 7 April 2020, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengadakan diskusi virtual dengan mengundang Ketua Umum PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia) Nunung Rusmiati, serta sejumlah media yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tujuan dari diskusi virtual [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tepat pukul 17.00 WIB pada 7 April 2020, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengadakan diskusi virtual dengan mengundang Ketua Umum PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia) Nunung Rusmiati, serta sejumlah media yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan dari diskusi virtual ini adalah untuk berbagi informasi mengenai strategi yang dilakukan oleh Kemenparekraf dalam menghadapi dampak COVID-19, serta harapan-harapan dari PHRI maupun Asita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wishunutama mengatakan, kebijakan dan langkah apa pun yang dilakukan dalam kondisi saat ini pasti dianggap tidak sempurna. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan penduduknya begitu banyak. Belum lagi tantangan dari segi demografi dan geografi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wishnutama mencontohkan, negara Singapura yang hanya sebesar Pulau Samosir pun tidak mudah dalam menangani penyebaran virus Corona ini. &#8220;Kebijakan antara negara saya yakini punya cara masing-masing, tapi tidak bisa dibandingkan satu sama lain karena tiap negara memiliki kondisi yang berbeda-beda,&#8221; ujar Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk itu, hal terpenting dan termudah yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah bersatu-padu menjalankan imbauan pemerintah untuk menghambat penyebaran COVID-19 ini, di antaranya dengan melakukan <em>physical distancing </em>dan tetap #dirumahaja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau kita pelajari dari negara lain yang berhasil mengatasi COVID-19 ini, saya bilang masyarakatnya lebih kompak dalam menghadapi pandemi ini,&#8221; ujar Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara dari segi pemerintah yang bisa dilakukan adalah meminimalisir dampak negatif COVID-19 terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif, misalnya dengan memberikan bantuan langsung kepada para pekerja yang terdampak COVID-19. Dalam mendata jumlah pekerja yang membutuhkan bantuan, Kemenparekraf menjalin kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja, serta kepada para asosiasi industri untuk mengumpulkan datanya sendiri untuk nanti diajukan kepada pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya membantu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf juga memberikan dukungan kepada para tenaga medis yang berjuang merawat para pasien COVID-19, antara lain dengan menyediakan penginapan, katering, dan transportasi dari dan ke rumah sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya yakin ketika pandemi ini berakhir, pariwisata akan jauh lebih baik,&#8221; ujar Wishnutama. &#8220;Kita juga berharap pandemi ini berlalu secepatnya, dan kita akan persiapkan langkah-langkah <em>recovery</em> secepatnya.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kesempatan yang berbeda, <em>Founder &amp; Chairman</em> MarkPlus Tourism Hermawan Kertajaya, mengatakan, &#8220;Setelah semua berakhir, turis akan jalan-jalan lagi. Balas dendam setelah berbulan-bulan di rumah atau istilahnya <em>revenge tourism</em>. Pada saat itulah pelaku pariwisata harus memanfaatkannya,&#8221; ujar Hermawan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/sekarang-minimalisir-berikutnya-langkah-recovery/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19297</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemda Diminta Bantu Selamatkan Industri Pariwisata dan Ekraf</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/pemda-diminta-bantu-selamatkan-industri-pariwisata-dan-ekraf/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/pemda-diminta-bantu-selamatkan-industri-pariwisata-dan-ekraf/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2020 10:13:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=19202</guid>

					<description><![CDATA[Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pemerintah daerah (Pemda) secara aktif turut serta melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dari dampak COVID-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga sedang terus memastikan pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak wabah COVID-19.&#160; Wishnutama dalam Surat Edaran Nomor 2/2020 tentang lanjutan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pemerintah daerah (Pemda) secara aktif turut serta melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dari dampak COVID-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga sedang terus memastikan pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak wabah COVID-19.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wishnutama dalam Surat Edaran Nomor 2/2020 tentang lanjutan pencegahan dan penyebaran wabah COVlD-19 mengimbau dinas yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berkonsultasi dan melaporkan perkembangan pelaksanaan antisipasi dan penanganan dampak penularan COVlD-19 di wilayah kewenangan masing-masing secara berkala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Laporan disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVlD-19 di daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) serta membuka mediasi dan layanan pengaduan masyarakat atau <em>call center</em> di level daerah,&#8221; kata Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ujar Wishnutama, dinas juga dapat melapor kepada Kemenparekraf/Baparekraf melalui Ketua Manajemen Krisis Kepariwisataan (WhatsApp <em>contact center</em> COVlD-19 +628118956767 atau email info@kemenparekraf.go.id).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Surat edaran tersebut juga terkait dengan mulai diaktifkannya Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Wishnutama mengatakan, hal lain yang perlu dilakukan dinas adalah mengadakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) berjalannya bisnis yang baik dan sesuai Protokol Kesehatan Kementerian Kesehatan. Protokol kesehatan tersebut disampaikan melalui media sosial, media cetak, radio, dan pengiriman pesan massal melalui WhatsApp group di masing-masing daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu juga melakukan upaya-upaya untuk mendukung keberlangsungan industri seperti pembelian katering dari hotel-hotel dan restoran yang terdampak akibat sepinya wisatawan untuk disalurkan kepada keluarga yang <em>Work From Home</em> (WFH), keluarga kurang mampu, dokter dan perawat di rumah sakit. Juga melakukan upaya-upaya pencegahan supaya perusahaan/industri tidak melakukan PHK kepada pekerja, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan.</p>


]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/pemda-diminta-bantu-selamatkan-industri-pariwisata-dan-ekraf/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19202</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Membangkitkan Pariwisata di Tengah Badai COVID-19</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/membangkitkan-pariwisata-di-tengah-badai-covid-19/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/membangkitkan-pariwisata-di-tengah-badai-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2020 03:28:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[PHRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=18788</guid>

					<description><![CDATA[Wabah virus corona atau yang dikenal dengan COVID-19 tengah menjadi perhatian dunia. Berbagai sektor industri terkena dampak dari penyebaran virus ini, salah satunya ialah pariwisata. Pariwisata merupakan sektor yang kinerjanya sangat bergantung pada stabilitas sosial, politik, keamanan, dan lingkungan. Apabila salah satu faktor stabilitas terganggu, maka kinerja pariwisata akan mengalami gangguan sehingga sulit untuk menggenjot [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Wabah virus corona atau yang dikenal dengan COVID-19 tengah
menjadi perhatian dunia. Berbagai sektor industri terkena dampak dari
penyebaran virus ini, salah satunya ialah pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pariwisata merupakan sektor yang kinerjanya sangat
bergantung pada stabilitas sosial, politik, keamanan, dan lingkungan. Apabila
salah satu faktor stabilitas terganggu, maka kinerja pariwisata akan mengalami
gangguan sehingga sulit untuk menggenjot industri pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Haryadi B. Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan
Restoran Indonesia (PHRI), mengatakan, saat ini potensi kerugian pariwisata
Indonesia dengan adanya virus COVID-19 ialah US$1,5 miliar. Dengan rincian, US$1,1
miliar berasal dari wisatawan Cina yang datang ke Indonesia, sisanya US$400
juta berasal dari <em>multiplier effect</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jumlah tersebut merupakan angka perkiraan dari kami di
industri, terhitung sejak Januari awal sampai per hari ini,&#8221; kata Haryadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Haryadi, penurunan wisatawan Cina di Indonesia
paling berdampak di daerah Bali, Batam, dan Manado. Bahkan, saat ini, rata-rata
okupansi hotel di Bali hanya mencapai 20 persen, khususnya di daerah-daerah
yang banyak dikunjungi wisatawan individual, seperti Kuta, Sanur, Legian, Ubud,
dan Jimbaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sejauh ini, dua daerah tersebut yang paling merasakan dampaknya.
Tapi, ini akan diikuti oleh daerah lainnya yang memiliki potensi terhadap turis
Cina,&#8221; ucapnya lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karenanya, Haryadi berharap agar pelaku usaha dan para
pengusaha akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah tetap aktif
melakukan kegiatan karena mata rantai ekonomi Indonesia saat ini sudah
menyentuh level <em>gross root</em>, seperti
yang dirasakan oleh UKM yang berkaitan erat dengan industri pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kegiatan yang dilakukan juga bukan yang dalam arti kumpul-kumpul yang menimbulkan risiko besar, seperti kumpul di stadion. Tapi, kalau untuk kegiatan di hotel sebaiknya masih harus tetap dilakukan dan jangan ada pelarangan dari pemerintah,&#8221; jelasnya.</p>


]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/membangkitkan-pariwisata-di-tengah-badai-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18788</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
