<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IPOS &#8211; VenueMagz.com</title>
	<atom:link href="https://venuemagz.com/tag/ipos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<description>Referensi Industri MICE Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 09:07:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-Favicon-32x32.png</url>
	<title>IPOS &#8211; VenueMagz.com</title>
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127860349</site>	<item>
		<title>IPOS Siapkan Platform B2B Digital, Transaksi Akan Berlangsung Setiap Hari</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/ipos-siapkan-platform-b2b-digital-transaksi-akan-berlangsung-setiap-hari/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/ipos-siapkan-platform-b2b-digital-transaksi-akan-berlangsung-setiap-hari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 09:07:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=45063</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com &#8212; Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS (Indonesia Professional Organizer Society), mengungkapkan rencana strategis untuk mengembangkan ekosistem bisnis yang lebih dinamis melalui kehadiran platform B2B digital. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan interaksi bisnis yang selama ini masih bergantung pada pertemuan tahunan dalam format offline. Menurut Harry, selama ini pelaku usaha yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, Venuemagz.com</strong> &#8212; Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS (Indonesia Professional Organizer Society), mengungkapkan rencana strategis untuk mengembangkan ekosistem bisnis yang lebih dinamis melalui kehadiran platform B2B digital. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan interaksi bisnis yang selama ini masih bergantung pada pertemuan tahunan dalam format <em>offline</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Harry, selama ini pelaku usaha yang berada dalam jaringan IPOS harus menunggu hingga satu tahun untuk kembali bertemu dalam <em>agenda Business-to-Business</em> (B2B) secara langsung. Hal tersebut dinilai kurang efektif, terutama di tengah kebutuhan pasar yang semakin cepat dan menuntut respons yang <em>real-time</em>. Karena itu, IPOS berinisiatif untuk menghadirkan solusi digital yang memungkinkan aktivitas B2B berlangsung lebih intensif dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ke depannya, kami akan membuat B2B digital agar tidak harus menunggu satu tahun untuk bertemu,” ujar Harry.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan bahwa transformasi ini menjadi bagian penting dari upaya IPOS dalam mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan pelaku usaha yang semakin adaptif terhadap sistem digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konsep yang sedang disiapkan, platform B2B digital IPOS akan mengandalkan komunikasi berbasis grup WhatsApp. Melalui skema ini, para anggota dapat melakukan interaksi bisnis setiap hari, mulai dari penawaran produk, negosiasi, hingga kerja sama strategis lainnya. Dengan demikian, peluang bisnis yang sebelumnya terbatas oleh waktu dan tempat dapat diperluas secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan WhatsApp Group dipilih karena platform tersebut sudah akrab dan mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai kalangan. Selain itu, pendekatan ini dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan adaptasi yang rumit seperti halnya penggunaan aplikasi baru yang memerlukan pelatihan khusus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di B2B digital nanti, aktivitas bisnis akan berlangsung setiap hari melalui WhatsApp Group,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring dengan implementasi B2B digital ini, peran kegiatan <em>offline</em> IPOS juga akan mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya acara tatap muka menjadi momen utama untuk transaksi bisnis, ke depan kegiatan tersebut akan difokuskan sebagai ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antaranggota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nantinya acara <em>offline</em> lebih untuk ramah-tamah saja, sementara transaksi bisnis bisa berjalan terus di platform digital,” kata Harry.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas jaringan IPOS, sekaligus membuka peluang baru bagi para anggotanya. Dengan sistem yang berjalan setiap hari, pelaku usaha tidak lagi bergantung pada event tahunan untuk mengembangkan bisnis, melainkan dapat secara aktif mencari peluang kapan saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, langkah ini juga mencerminkan tren digitalisasi yang semakin kuat di berbagai sektor industri, termasuk dalam ekosistem B2B. IPOS berupaya memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisinya sebagai wadah kolaborasi bisnis yang relevan dan inovatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan rencana ini, IPOS optimistis dapat memberikan nilai tambah bagi para anggotanya, sekaligus menciptakan ekosistem bisnis yang lebih fleksibel, cepat, dan berkelanjutan di era digital.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/ipos-siapkan-platform-b2b-digital-transaksi-akan-berlangsung-setiap-hari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Dekade IPOS: Dari Forum Kecil ke Simpul Strategis Industri Event Indonesia</title>
		<link>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Murdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 07:13:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=44654</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Venuemagz.com — Di tengah dinamika industri event dan MICE yang terus bergerak, Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS) bukan sekadar forum tahunan. Ia adalah jejak panjang evolusi ekosistem, ruang temu antara ide, bisnis, dan kebijakan yang hari ini, 28–29 April 2026, genap memasuki edisi ke-10 yang terselenggara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, Venuemagz.com</strong> — Di tengah dinamika industri <em>event</em> dan MICE yang terus bergerak, Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS) bukan sekadar forum tahunan. Ia adalah jejak panjang evolusi ekosistem, ruang temu antara ide, bisnis, dan kebijakan yang hari ini, 28–29 April 2026, genap memasuki edisi ke-10 yang terselenggara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung tema <em>“Decade of Impact”</em>, IPOS-X bukan hanya perayaan. Ini adalah penanda bahwa industri yang dulu berjalan sporadis, kini punya arah, jejaring, dan yang tak kalah penting adalah sejarah yang layak dicatat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“IPOS ke-10 menjadi catatan tersendiri buat kami karena perjalanan ke-10 itu episodenya, tapi perjalanan IPOS sebetulnya sudah yang ke-13 tahun, karena ada pandemi dan lain sebagainya, jadi ada tahun-tahun yang kita tidak buat <em>event</em>-nya,” ujar Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan menariknya, jika ditarik ke belakang, benang merah IPOS tak bisa dilepaskan dari satu entitas penting, yakni majalah <em>VENUE</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Dari Meja Redaksi ke Panggung Industri</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">IPOS Volume 1 lahir pada 5 Desember 2013. Saat itu, ia bukan <em>event</em> besar seperti sekarang. IPOS hadir sebagai platform B2B dalam forum Indonesia MICE Outlook edisi ke-6 yang dikelola oleh majalah <em>VENUE</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, peran media bukan sekadar peliput. <em>VENUE</em> justru menjadi katalis yang menginisiasi ruang dialog yang mempertemukan pelaku industri dalam format yang lebih terstruktur dan berorientasi bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setahun berselang, IPOS Volume 2 (2014) mulai mencuri perhatian. Format B2B yang diusung terasa “baru” untuk industri <em>event</em> Indonesia saat itu. Tak berhenti di situ, pendekatan ini bahkan diperluas ke level regional lewat Jawa Tengah Meeting Industry Forum 2014.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di fase awal ini satu hal mulai terlihat jelas. IPOS bukan sekadar forum, tapi model interaksi baru dalam industri MICE.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Bertumbuh, Berpisah, dan Meluas</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2015 menjadi fase transisi. Kolaborasi antara IPOS dan majalah <em>VENUE</em> berakhir, namun platform ini tidak ikut berhenti. IPOS Volume 3 tetap berjalan dan disinergikan dengan Banten MICE Forum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru setelah itu, IPOS masuk ke fase ekspansi. Pada 2016, IPOS menembus panggung internasional. Untuk pertama kalinya, Kementerian Pariwisata RI memberikan kepercayaan kepada IPOS untuk terlibat dalam pengayaan konten <em>sales mission</em> di Hanoi dan Ho Chi Minh City. Dari sini, langkahnya meluas ke berbagai kota: Sabah, Singapura, Penang, Danang, Johor Bahru, Kota Kinabalu, hingga Kuala Lumpur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan cuma <em>outbound</em>. Di tahun yang sama, platform IPOS juga dipakai untuk <em>fam trip</em> ke Jakarta dan Bali—sekaligus menjadi embrio lahirnya forum internasional dengan pendekatan khas IPOS.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Tahun-Tahun Agresif: Inovasi dan Segmentasi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki 2017, IPOS Volume 4 hadir dengan gagasan besar “MICEtropolis”, yakni sebuah konsep yang mencoba menempatkan industri MICE sebagai bagian dari ekosistem kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tahun yang sama, IPOS menginisiasi <em>Meet at Bandung</em> (forum regional), meluncurkan forum B2B khusus pelaku usaha perempuan (ICM-ITM), dan memperluas <em>sales mission</em> ke berbagai negara Asia Tenggara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum ini berlanjut di 2018 lewat IPOS Forum 5, yang ikut memfasilitasi lahirnya Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO<strong>)</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi internasional pun makin intens, termasuk <em>Meet at Malaysia</em> di Kuala Lumpur hingga kegiatan di Jepang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Validasi Negara dan Ekspansi Sektor</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">IPOS Forum 6 pada tahun 2019 menjadi tonggak penting. Untuk pertama kalinya, forum ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Wishnutama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengakuan ini bukan simbolik. Ia menegaskan bahwa IPOS telah naik kelas dari inisiatif komunitas menjadi bagian dari percakapan strategis nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tahun yang sama, IPOS juga masuk ke kawasan industri lewat <em>Meet at Jababeka</em>, membuka peluang baru bagi integrasi MICE dengan sektor industri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Bertahan di Tengah Pandemi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2020 menguji semua lini industri <em>event</em>. Namun, IPOS tidak berhenti berinovasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka menghadirkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Indonesia Wedding Business Summit, forum B2B pertama untuk industri pernikahan,</li>



<li>Serta IPOS Baku Sapa, platform digital yang menjadi salah satu pionir forum B2B online di Indonesia saat pandemi.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Meski kegiatan fisik sempat terhenti (terutama di 2022, akibat pandemi dan padatnya agenda G20), platform IPOS tetap hidup. Ia digunakan Kemenparekraf untuk berbagai program, mulai dari <em>sales mission</em> hingga pengembangan desa wisata di Jawa Barat dan DI Yogyakarta.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Kembali Offline dan Menjawab Tren</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">IPOS Forum 8 di tahun 2023 menandai kembalinya aktivitas offline lewat tema <em>Baku Dapan</em>, yang fokus pada kesiapan SDM dan <em>link and match</em> industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setahun kemudian, IPOS Forum 9 (2024) mengangkat isu yang lebih global, <em>sustainability</em>. Lewat tema <em>Green Gathering</em>, IPOS bersama IVENDO mendorong lahirnya inisiatif Green EO, sejalan dengan tuntutan industri <em>event</em> dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di fase ini, IPOS tidak lagi sekadar mengikuti tren, ia mulai ikut membentuknya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Sempat Terhenti, Lalu Bangkit di Tahun ke-10</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2025, IPOS tidak diselenggarakan. Bukan karena kehilangan relevansi, tapi karena realitas: efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk <em>event</em>. Namun, 2026 menjadi titik balik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pertama kalinya, IPOS digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, rumah besar Kementerian Pariwisata. Sebuah simbol kuat bahwa industri ini kini berada dalam orbit kebijakan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan tajuk <em>“Decade of Impact”</em>, IPOS-X bukan hanya merayakan usia. Ia merayakan perjalanan panjang—dari forum kecil yang lahir dari inisiatif media, menjadi platform strategis yang memmengaruhi arah industri MICE Indonesia.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a><strong>Lebih dari Sekadar Event</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat perjalanan ini ada satu hal yang sulit dibantah, IPOS adalah bukti bahwa industri <em>event</em> Indonesia tidak tumbuh secara kebetulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia dibentuk oleh kolaborasi antara media seperti majalah <em>VENUE</em>, komunitas pelaku industri, hingga pemerintah. Setiap fase punya perannya sendiri, dan setiap kolaborasi meninggalkan jejak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apa itu IPOS”, tapi “ke mana IPOS akan membawa industri ini berikutnya?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika satu dekade pertama adalah soal membangun fondasi, dekade berikutnya adalah soal memperluas dampak lebih global, lebih terukur, dan lebih berani. Dan seperti sejak awal, jawabannya kemungkinan besar akan tetap lahir dari satu hal yang sama, ruang temu yang bernama IPOS<strong>.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/feature/satu-dekade-ipos-dari-forum-kecil-ke-simpul-strategis-industri-event-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44654</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IPOS Vol.9 Bahas Isu Berkelanjutan di Industri Event dan Pariwisata</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/ipos-vol-9-bahas-isu-berkelanjutan-di-industri-event-dan-pariwisata/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/ipos-vol-9-bahas-isu-berkelanjutan-di-industri-event-dan-pariwisata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2024 11:35:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[eventjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS2024]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=36404</guid>

					<description><![CDATA[Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) bersama Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) kembali menyelenggarakan IPOS Summit untuk ke-sembilan kalinya. Acara bertajuk IPOS Vol.9 Green Gathering 2024 ini digelar pada tanggal 6-8 Mei 2024 di Discovery Hotel &#38; Convention, Ancol, Jakarta. Secara keseluruhan, IPOS Vol.9, mengusung tema Green Gathering: Beyond Borders, Beyond Event dengan lima agenda di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) bersama Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) kembali menyelenggarakan IPOS Summit untuk ke-sembilan kalinya. Acara bertajuk IPOS Vol.9 Green Gathering 2024 ini digelar pada tanggal 6-8 Mei 2024 di Discovery Hotel &amp; Convention, Ancol, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, IPOS Vol.9, mengusung tema <em>Green Gathering: Beyond Borders, Beyond Event </em>dengan lima agenda di dalamnya. Hari pertama IPOS Vol.9 menghadirkan <em>Smart Forum, Industry Check-Up, </em>hingga <em>Destination Update. </em>Lalu hari kedua diselenggarakan agenda <em>Table-top.</em> Sedangkan agenda di hari terakhir berisikan <em>Table-top</em>, 360Â° <em>networking, </em>Halal bihalal sekaligus <em>Awards Dinner.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami melihat isu keberlanjutan tengah menjadi <em>trend </em>saat ini sehingga dijadikan sebagai tema acara di tahun ini. Pengambilan tema ini juga sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap para <em>stakeholder </em>dalam menyuguhkan pembahasan yang sedang naik daun,&#8221; kata Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS saat IPOS Vol.9 Green Gathering di Jakarta pada 6 Mei 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masruroh selaku Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Usaha Kemenparekraf mengatakan bahwa isu berkelanjutan memang menjadi <em>trend </em>di kalangan industri pariwisata dunia. Oleh sebabnya, pemerintah Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam mengatasi isu tersebut dengan melakukan sejumlah upaya di dalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saat ini, pariwisata Indonesia sudah beralih dari yang sebelumnya mengedepankan kuantitas menjadi kualitas. Ini menjadi salah satu upaya kami untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan,&#8221; ucap Iyung begitu sapaan akrab Masruroh.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pariwisata, <em>event </em>yang berkelanjutan juga tengah menjadi perhatian khusus bagi Kemenparekraf. Pasalnya, <em>event </em>yang mengusung berkelanjutan akan memberikan dampak positif bagi lingkungan, ekonomi, sosial, hingga budaya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bagaimana masyarakat sekitar bisa merasakan efeknya dengan <em>event </em>berkelanjutan ini. Mereka bisa mendapatkan pemasukan dan PDB juga meningkat tanpa merusak lingkungan,&#8221; Iyung menambahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum DPP IVENDO, Mulkan Kamaludin, mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong pelaku industri <em>event </em>Indonesia untuk mendukung program berkelanjutan ini. Salah satu langkah yang saat ini tengah dilakukan IVENDO adalah dengan memperkenalkan program &#8220;<em>Green Organizer</em>&#8221; atau EO Hijau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EO Hijau adalah label pengakuan bersertifikasi yang dikeluarkan IVENDO bagi perusahaan penyelenggara kegiatan (<em>event</em>) di Indonesia. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, perusahaan harus secara konsisten menerapkan penyelenggaraan <em>event-event</em> berorientasi ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama tiga hari penyelenggaraan, IPOS Vol.9 Green Gathering 2024 mempertemukan 76 <em>buyers</em> dan 43 <em>sellers</em> untuk mendukung program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam meningkatkan industri pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. <em>Buyers</em> yang hadir berasal dari penyelenggara <em>event </em>hingga <em>travel agent</em> lalu <em>sellers </em>dari industri <em>hospitality</em>, destinasi, dan <em>event support</em> lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tahun ini yang berpartisipasi lebih banyak dari sebelumnya. <em>Buyers </em>kita naik cukup banyak dari sebelumnya 68 sekarang 76. Ini karena industri yang ikut lebih banyak seperti <em>travel agent </em>bisa mencapai 25 persen dari jumlah keseluruhan,&#8221; ujar Harry.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depannya, ia berharap IPOS dapat menghadirkan lebih banyak pelaku <em>event </em>tanah air agar dapat berbagi ilmu dan menjalin <em>networking. </em>Harry juga berharap IPOS bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk mendatangkan <em>buyers </em>internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tidak perlu bantu uang, cukup bantu datangkan <em>potential buyers </em>internasional minimal dari ASEAN. <em>Provide</em> mereka dengan penginapan dan juga makan selama acara IPOS berlangsung,&#8221; Harry menambahkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/ipos-vol-9-bahas-isu-berkelanjutan-di-industri-event-dan-pariwisata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36404</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Bersiap Rayakan Hari Pekerja Event Nasional</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/indonesia-bersiap-rayakan-hari-pekerja-event-nasional/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/indonesia-bersiap-rayakan-hari-pekerja-event-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Mar 2023 04:02:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<category><![CDATA[IVENDO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=32313</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa di Indonesia ada sekitar 3.000 event olahraga dan seni pada tahun 2023. Hal tersebut tentunya merupakan indikasi bagus untuk perekonomian Indonesia. Hal tersebut didorong oleh Menparekraf Sandiaga Uno yang menyatakan bahwa para pelaku industri event harus membuat event yang berkualitas dan menjemput bola ke daerah-daerah. Bahkan, Presiden Jokowi juga meminta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa di Indonesia ada sekitar 3.000 <em>event</em> olahraga dan seni pada tahun 2023. Hal tersebut tentunya merupakan indikasi bagus untuk perekonomian Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut didorong oleh Menparekraf Sandiaga Uno yang menyatakan bahwa para pelaku industri <em>event</em> harus membuat <em>event</em> yang berkualitas dan menjemput bola ke daerah-daerah. Bahkan, Presiden Jokowi juga meminta jajaran kepolisian dan kepala daerah untuk memberikan izin <em>event</em> secara cepat dan mudah minimal 1 bulan sehingga pihak penyelenggara dapat mempersiapkan acara dengan matang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulkan Kamaludin, Ketua Umum DPP IVENDO, menyatakan &#8220;Kami sungguh menghargai perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah. Semua ini adalah sinyal yang baik dan positif buat para pemangku kepentingan industri <em>event</em> di Indonesia. Rasanya ini waktu yang tepat untuk mengusulkan ke pemerintah adanya Hari Pekerja Event Nasional, sebagai upaya untuk mengglorifikasikan bangkitnya industri pariwisata melalui <em>event-event</em> yang berkualitas di seluruh nusantara.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>IPOS Vol. 8</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut survei IVENDO tentang dinamika industri <em>event</em> di Indonesia 2022-2023, terungkap bahwa 97,86 penyelenggara <em>event</em> sudah kembali menerima pekerjaan di tahun 2022 yang diselenggarakan di 25 provinsi. <em>Event</em> yang dilaksanakan meliputi <em>meeting</em> (14,82%), pameran (12,14%), insentif (11,61%), <em>entertainment</em> (11,61%), festival (9,82%), konvensi (8,21%), pelatihan (8,04%), olahraga (5,36%), lain-lain (18,40%).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Atas dasar itulah penyelenggaraan IPOS Vol.8 ini menjadi penting dan strategis. Setelah 2 tahun tidak diselenggarakan, banyak pelaku industri MICE &amp; <em>Event</em> yang ingin bertatap muka langsung dan membutuhkan <em>update</em> terkini perihal penawaran hotel, <em>venue</em>, transportasi, <em>suppliers</em> di seluruh destinasi di Indonesia,&#8221; ungkap Harry D. Nugraha, pendiri IPOS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Apalagi saat ini sudah banyak bermunculan <em>venue</em> dan destinasi-destinasi baru yang perlu diperkenalkan tidak hanya fasilitasnya, juga para PIC-nya, karena pasca-pandemi PIC-nya sudah banyak berganti,&#8221; ujar Ilyas M. Balillah, CEO IZI Communication sekaligus Sekjen DPP IVENDO.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perhelatan IPOS Vol.8 tahun ini mengambil tema &#8220;BAKUDAPA&#8221; yang berarti â€˜saling bertemu-mukaâ€<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2122.png" alt="™" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />. Acara ini akan diselenggarakan pada 16-18 Mei 2023 di The Sultan Hotel &amp; Residence Jakarta. pada acara ini akan ada lebih dari 200 delegasi dari PCO, PEO, EO, WO, promotor, termasuk korporasi, K/L, industri perhotelan dan <em>venue-venue</em> terkemuka di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ada forum bisnis <em>table-top</em>, IPOS tahun ini juga akan ada forum <em>Destination Update</em> yang menghadirkan perwakilan dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dan Dialog Interaktif perihal <em>Link &amp; Match</em> dunia pendidikan dan industri <em>event</em> Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/indonesia-bersiap-rayakan-hari-pekerja-event-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32313</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Survei IVENDO: 85 Persen Perusahaan Event Belum Memiliki Sertifikasi CHSE</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/survei-ivendo-85-persen-perusahaan-event-belum-memiliki-sertifikasi-chse/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/survei-ivendo-85-persen-perusahaan-event-belum-memiliki-sertifikasi-chse/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bonita Ningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2021 09:30:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=22191</guid>

					<description><![CDATA[DPP Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) bersama Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) kembali mengadakan survei terkait dampak pandemi COVID-19 pada pelaku industri event Indonesia. Survei ini merupakan kelanjutan dari survei serupa yang telah dilaporkan pada 23 Maret 2020 silam. Survei yang dilakukan dengan metode random sampling ini melibatkan 235 responden dari perusahaan penyelenggara event dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">DPP Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) bersama Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) kembali mengadakan survei terkait dampak pandemi COVID-19 pada pelaku industri <em>event</em> Indonesia. Survei ini merupakan kelanjutan dari survei serupa yang telah dilaporkan pada 23 Maret 2020 silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei yang dilakukan dengan metode <em>random sampling</em> ini melibatkan 235 responden dari perusahaan penyelenggara <em>event</em> dan <em>freelancer</em> atau <em>event profesional</em>. Survei kali ini menggambarkan kondisi terkini pelaku industri <em>event</em> di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami melakukan survei ini sejak tanggal 10 hingga 19 Januari 2021 dengan responden yang tersebar di seluruh Indonesia,&#8221; kata Mulkan Kamaludin, Ketua Umum IVENDO.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam survei ini, IVENDO membagi hasil survei berdasarkan kategori responden di dalamnya, yakni perusahaan <em>event</em> dan <em>freelancer</em>. Profil responden dari kategori perusahaan yang telah mengisi kuesioner didominasi dari pemilik usahanya langsung, dengan persentase 65 persen. Selanjutnya, 23,33 persen diisi oleh setingkat direktur atau deputi di perusahaannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ditanya kondisi perusahaannya saat ini, 24,77 persen mengatakan kantor tetap beroperasi, namun mengurangi jumlah karyawan di dalamnya. Kemudian, 23,39 persen menyatakan kantornya belum dapat beroperasi, serta 20,64 persen telah kembali beroperasi, namun mengurangi upah karyawannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun ada beberapa perusahaan yang belum memulai operasionalnya pada tahun 2020, terdapat 70,83 persen perusahaan yang telah mendapatkan orderan kegiatan. Dalam hal ini, orderan terbesar berasal dari lembaga pemerintah dengan jumlah 21,78 persen dan 17,78 persen dari Kementerian Republik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan platform kegiatan juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan selama pandemi ini. Terdapat 38,86 persen perusahaan yang lebih memilih menggelar acaranya melalui kegiatan virtual. Sisanya, 31,43 persen dilakukan secara <em>hybrid</em> (<em>offline</em> dan <em>online</em>) dan masih ada yang menggelar secara <em>offline</em> sebesar 29,71 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kebanyakan untuk kegiatan <em>meeting</em> seperti workshop, bimtek, FGD, dan lainnya dengan perolehan 26,86 persen. Setelah itu baru disusul kegiatan webinar, <em>incentive</em>, dan <em>special event</em>,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, jumlah <em>event</em> yang dipegang masing-masing perusahaan masih terbilang sedikit. Dalam survei ini memperlihatkan bahwa 50,83 perusahaan hanya mampu mendapat 1 hingga 5 <em>event</em> saja selama tahun 2020. Sementara, rata-rata total omzet kotor perusahaan di tahun 2020 didominasi dengan jumlah Rp10 juta hingga Rp50 juta saja per <em>event</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di situasi saat ini, untuk menyelenggarakan sebuah <em>event</em> memang membutuhkan sertifikasi (<em>Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability</em>). Sertifikasi ini merupakan salah satu bagian program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk meyakinkan konsumen bahwa sebuah <em>event</em> dapat berjalan dengan aman dan nyaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun disayangkan, 85 persen responden yang mengikuti survei ini mengaku belum memiliki sertifikasi CHSE bagi perusahaannya. Hal terbesar yang menyebabkan ini terjadi ialah perusahaan <em>event</em> tersebut belum melakukan pendaftaran terkait penerimaan sertifikasi CHSE dari pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh sebabnya, jika pandemi masih berlangsung hingga akhir tahun 2021 atau lebih, 33,65 persen pemilik perusahaan <em>event</em> akan memilih untuk membuat diversifikasi produk atau usahanya. Selanjutnya, 27,57 persen akan melakukan efisiensi di seluruh sektor yang ada. Hal ini dilakukan agar perusahaannya masih dapat terus berjalan dan mendapatkan pemasukan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/survei-ivendo-85-persen-perusahaan-event-belum-memiliki-sertifikasi-chse/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22191</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Catatan Akhir Tahun 2020, Menjawab Tantangan 2021</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/catatan-akhir-tahun-2020-menjawab-tantangan-2021/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/catatan-akhir-tahun-2020-menjawab-tantangan-2021/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 14:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=21856</guid>

					<description><![CDATA[Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) menggelar kegiatan IPOS Summit pada 3-4 Desember 2020 secara daring. IPOS edisi ketujuh ini mengangkat tema &#8220;Membangun Pariwisata yang Berkualitas &#38; Berkelanjutan&#8221; Untuk membuka kegiatan ini, diselenggarakan forum diskusi dan pemaparan dari para tokoh yang kompeten mewakili enam kelompok hexahelix, yakni dari pemerintah, komunitas, media, akademisi, bisnis, dan pengamat. Mengangkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) menggelar kegiatan IPOS Summit pada 3-4 Desember 2020 secara daring. IPOS edisi ketujuh ini mengangkat tema &#8220;Membangun Pariwisata yang Berkualitas &amp; Berkelanjutan&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk membuka kegiatan ini, diselenggarakan forum diskusi dan pemaparan dari para tokoh yang kompeten mewakili enam kelompok hexahelix, yakni dari pemerintah, komunitas, media, akademisi, bisnis, dan pengamat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengangkat tema &#8220;Catatan Akhir Tahun 2020, Menjawab Tantangan 2021&#8221;, diskusi ini mengangkat topik utama mengenai penerapan CHSE dan keterkaitannya pada keberlangsungan industri MICE dan event Indonesia, serta langkah-langkah terobosan solutif untuk menjawab tantangan industri pariwisata pada tahun 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harry Nugraha, pendiri IPOS, mengatakan, &#8220;CHSE adalah kebutuhan semuanya. Penerapan CHSE saat ini adalah pilihan yang paling waras di tengah pandemi ini karena kita harus bergerak dan keluar untuk mencari makan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Herbin Saragi, Direktorat Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, &#8220;CHSE juga menjadi pedoman bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata. Ke depannya, wisatawan itu lebih cenderung memprioritaskan keamanan dibandingkan harga. Wisatawan juga lebih fokus pada tempat yang ramah lingkungan dan ada <em>physical distancing</em>-nya.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemenparekraf mengeluarkan protokol kesehatan CHSE yang harus diterapkan di seluruh pelaku pariwisata. Untuk memastikannya, Kemenparekraf akan memberikan sertifikasi Indonesia Care (I Do Care) kepada pelaku pariwisata yang telah menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan standar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sertifikasi ini telah dimulai sejak Oktober 2020, dan sudah ada sekitar 10.000 yang mendaftar. Adapun yang akan diaudit berjumlah 6.626 pelaku wisata. Artinya, antusias orang-orang sangat tinggi, padahal target kita hanya sekitar 6.000 pelaku. Makanya, ini akan dilanjutkan pada tahun 2021,&#8221; ujar Herbin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada tiga manfaat utama dari memiliki sertifikasi I Do Care. Pertama, meningkatkan percaya diri bagi calon wisatawan untuk mengunjungi destinasi dan usaha pariwisata. Kedua, meningkatkan percaya diri bagi calon wisatawan bahwa industri pariwisata Indonesia menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Ketiga, menyatakan kepada calon wisatawan bahwa tempat kita sangat peduli tentang kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2021, wisata domestik akan menjadi primadona. Agus W. Soehadi, Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya, mengatakan, akan ada perilaku yang berbeda saat ini dibanding sebelum terjadinya pandemi. &#8220;Ada banyak ketakutan bertemu orang tidak dikenal, takut bersentuhan, takut terinfeksi COVID-19 dan menularkannya ke keluarga, takut membawa virus dari luar negeri, dan takut jauh dari fasilitas kesehatan,&#8221; ujar Agus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agus menambahkan, pariwisata domestik berpotensi menyumbang pemasukan sebesar US$10,4 miliar atau sekitar Rp150 triliun. Di tahun depan, tren pariwisata akan berubah, antara lain orang-orang lebih banyak melakukan <em>road trip </em>menggunakan kendaraan sendiri dibandingkan menggunakan transportasi umum, destinasi wisata alam akan semakin populer, serta protokol kesehatan akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk wisata.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/catatan-akhir-tahun-2020-menjawab-tantangan-2021/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21856</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IPOS Versi Online Menunggu Subsidi Pemerintah</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/ipos-versi-online-menunggu-subsidi-pemerintah/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/ipos-versi-online-menunggu-subsidi-pemerintah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Herry Drajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2020 11:31:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[EGO Global Network]]></category>
		<category><![CDATA[IPOS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=19303</guid>

					<description><![CDATA[Meski pandemi COVID-19 sedang melanda, organizer tidak boleh berdiam diri. Proses kreatif tetap harus dijalankan selain untuk survive, juga untuk menunjukkan bahwa industri MICE masih ada, masih bisa berjalan meski dalam kondisi sulit. Untuk menjawab tantangan tersebut, EGO Global Network akan mengadakan IPOS Baku Sapa 1.0 secara online. Kegiatan ini akan menghadirkan PEO maupun PCO [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Meski pandemi COVID-19 sedang melanda, <em>organizer</em> tidak boleh berdiam diri. Proses kreatif tetap harus dijalankan selain untuk <em>survive</em>, juga untuk menunjukkan bahwa industri MICE masih ada, masih bisa berjalan meski dalam kondisi sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjawab tantangan tersebut, EGO Global Network akan mengadakan IPOS Baku Sapa 1.0 secara online. Kegiatan ini akan menghadirkan PEO maupun PCO sebagai <em>buyer</em>, serta para pelaku idnsutri perhotelan, DMC, pengelola destinasi wisata, dan <em>travel agent</em> sebagai <em>seller</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harry Dwi Nugraha, pendiri EGO Global Network, mengatakan, acara ini akan digelar dalam tiga platform, yaitu mempertemukan para <em>buyer </em>dengan pengelola 10 destinasi prioritas sebagai <em>seller</em>, para <em>buyer</em> dengan DMC atau <em>travel agents</em> sebagai <em>seller</em>, para <em>buyer</em> dengan hotel sebagai <em>seller</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harry menambahkan, acara yang juga didukung oleh IVENDO (Indonesia Event Industry Council) ini mendapat sambutan dari industri perhotelan. &#8220;Tidak lama setelah <em>teaser</em> di-<em>launching</em>, 34 hotel menyatakan ikut bergabung. Yang menghubungi saya adalah para <em>General Manager</em> dari grup hotel ternama, seperti dari Accor, Parador, dan Santika. Selain itu, PHRI pun ada yang menghubungi untuk bergabung. Saya cukup <em>excited</em> dengan semua ini,&#8221; ungkap Harry.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 230 <em>buyer</em> menyatakan siap untuk bergabung dalam forum ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harry menginginkan acara ini berjalan gratis bagi para <em>buyer </em>dan <em>seller. </em>Karenanya, Harry berharap dukungan subsidi dari pemerintah. &#8220;Subsidi akan digunakan sebagai kompensasi pada <em>buyer</em> untuk mengikuti acara selama dua jam dan mendengarkan presentasi dari para <em>seller</em>,&#8221; jelas Harry.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/ipos-versi-online-menunggu-subsidi-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19303</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
