<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kompetisi &#8211; VenueMagz.com</title>
	<atom:link href="https://venuemagz.com/tag/kompetisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<description>Referensi Industri MICE Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Oct 2022 03:58:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-Favicon-32x32.png</url>
	<title>kompetisi &#8211; VenueMagz.com</title>
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127860349</site>	<item>
		<title>Kompetisi Barista Perkenalkan Susu Kedelai untuk Kopi</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/kompetisi-barista-perkenalkan-susu-kedelai-untuk-kopi/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/kompetisi-barista-perkenalkan-susu-kedelai-untuk-kopi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Gumilar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 03:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=30889</guid>

					<description><![CDATA[Bertepatan dengan Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober, V &#8211; Soy minuman susu kedelai dalam kemasan menggelar final kompetisi barista bertajuk &#8220;V &#8211; Soy Barista Soylution Competition&#8221; yang dilaksanakan di Elisse Lounge &#8211; The Tribrata Darmawangsa Jakarta. Evlin Wangsadirdja, V &#8211; Soy Brand Manager, mengungkapkan, V &#8211; Soy Barista Soylution Competition merupakan event perdana dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bertepatan dengan Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober, V &#8211; Soy minuman susu kedelai dalam kemasan menggelar final kompetisi barista bertajuk &#8220;V &#8211; Soy Barista Soylution Competition&#8221; yang dilaksanakan di Elisse Lounge &#8211; The Tribrata Darmawangsa Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Evlin Wangsadirdja, V &#8211; Soy <em>Brand Manager,</em> mengungkapkan, V &#8211; Soy Barista Soylution Competition merupakan <em>event</em> perdana dengan total hadiah sebesar Rp90 juta. Lebih lanjut Evlin menjelaskan V &#8211; Soy Barista Soylution Competition diselenggarakan untuk mengenalkan V &#8211; Soy <em>Low Sugar for</em> Barista, yakni produk anyar dari V &#8211; Soy yang diperuntukkan untuk kebutuhan F&amp;B.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Digelar secara daring, V &#8211; Soy Barista Soylution Competition diikuti peserta sebanyak 70 barista dari berbagai kedai kopi. Para peserta mengirimkan video presentasi mulai 12 &#8211; 25 September 2022. Resep yang dipresentasikan tersebut kemudian dikurasi dan diujicobakan oleh dua juri, yakni Adi W. Taroepratjeka dan Viki Rahardja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dari 70 peserta, terpilih tiga peserta yang resepnya mereka buat langsung di hadapan para juri untuk kemudian dinilai,&#8221; kata Evlin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sephta Dwi Christi Yosyeade dari Jijou Coffee n Social Bandung menjadi jawara pertama. Untuk pemenang kedua diraih Vikram Hakam dari The Craft Coffee, Gading Serpong, Tangerang. Sementara untuk juara ketiga disabet oleh Ulfa Uljanah dari kedai kopi Smith, Bandung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Adi W. Taroepratjeka, susu kedelai sebagai salah satu bahan campuran untuk kopi di Indonesia memang terbilang belum sepopuler di luar negeri. &#8220;Di Indonesia baru beberapa tahun belakang, paling lama sekitar delapan tahun, itu pun peminatnya belum banyak, padahal, rasa yang dihasilkan tak kalah dengan susu sapi,&#8221; jelas Adi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Adi mengatakan, salah satu faktor yang membuat penggunaan susu kedelai tak sepopuler susu sapi adalah faktor umur simpan susu kedelai yang&nbsp; relatif pendek sehingga tidak semua <em>coffee shop</em> mau menyediakan. &#8220;Salah satu kelebihan V &#8211; Soy&nbsp; adalah umur simpan yang lebih tahan lama dan dari sisi harga juga lebih murah dibanding campuran pengganti yang lain,&#8221; kata Adi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Evlin menambahkan, selama ini umumnya masyarakat mengonsumsi susu kedelai secara murni, padahal susu kedelai dapat dikreasikan menjadi berbagai varian minuman. &#8220;Kompetisi ini juga sebagai salah satu wadah buat para barista mengkreasikan ide-ide mereka dengan susu kedelai. Tahun depan akan kembali kita selenggarakan dengan jumlah peserta yang lebih banyak pula,&#8221; kata Evlin.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/kompetisi-barista-perkenalkan-susu-kedelai-untuk-kopi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30889</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tamarindelaan: Lumbung Hotel di Pusat Jakarta</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/tamarindelaan-lumbung-hotel-di-pusat-jakarta/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/tamarindelaan-lumbung-hotel-di-pusat-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bayu Hari]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2019 04:25:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[wahid hasyim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://venuemagz.com/?p=16408</guid>

					<description><![CDATA[Ruas jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta, bak medan perang bagi operator hotel. Di jalan yang panjangnya tak lebih dari 3.000 meter itu berjajar sekitar 23 hotel berbintang yang mengoleksi kurang lebih 3.000 kamar. Meskipun kompetisi ketat, rerata tingkat hunian di kawasan ini bertengger di angka 80 persen. &#160; &#8220;Jalan ini merupakan lumbung. Area Wahid Hasyim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ruas jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta, bak
medan perang bagi operator hotel. Di jalan yang panjangnya tak lebih dari 3.000
meter itu berjajar sekitar 23 hotel berbintang yang mengoleksi kurang lebih
3.000 kamar. Meskipun kompetisi ketat, rerata tingkat hunian di kawasan ini
bertengger di angka 80 persen. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jalan ini merupakan lumbung. Area Wahid
Hasyim sangat empuk karena <em>supply</em>-nya masih oke, dan <em>demand </em>masih
lebih terus,&#8221; kata Eduard Rudolf Pangkerego, COO Artotel Group. Menilik
besarnya kue bisnis itulah yang membuat Artotel Group percaya diri membuka
hotel anyar pada April lalu di Jalan KH. Wahid Hasyim. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jalan yang pada masa penjajahan Belanda
bernama Tamarindelaan, memang merupakan kawasan penyanggah pusat kota Jakarta
untuk wilayah Sudirman-Thamrin. Dari kacamata <em>hoteliers</em>, jalanan ini
memiliki target market kelas menengah dari kalangan <em>business travelers</em>.
Setidaknya itu tecermin dari harga kamar yang bervariasi mulai dari Rp500 ribu
hingga Rp1 juta.&nbsp; &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau manajernya tinggal di hotel bintang 5 di area Sudirman-Thamrin, pasti yang level kedua ini akan tinggal di hotel yang levelnya lebih bawah. Jadi mereka tidak berjauhan. Kita mencari market yang peluangnya sangat besar. Seperti piramid, kalau di pemerintahan itu eselon 1 dan 2 ada di puncaknya. Nah kita mencari yang di tengah, ini karena lebih besar,&#8221; kata Eduard.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendatang baru lainnya di kawasan ini adalah
Erian Hotel. Mengoleksi sekitar 71 kamar, hotel yang dinahkodai oleh Manuel
Meyrick resmi beroperasi pada Mei 2019 lalu. Menurut Manuel, pangsa pasar di
kawasan ini masih baik, terutama untuk ceruk pasar kelas menengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Dafam Hotel Management sebentar
lagi juga akan meramaikan persaingan hotel di Jalan KH. Wahid Hasyim. &#8220;Pasarnya
masih <em>open</em>. Kami telah melakukan SWOT analisisis. Jadi kami cukup yakin
pada hasil yang akan didapat. Kami akan segera buka Dafam Express di dekat
wilayah itu,&#8221; kata Andhy Irawan, CEO Dafam Hotel Management. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Hotel Cipta, pemain lama yang telah hadir
sejak 28 tahun lalu di Jalan KH. Wahid Hasyim, kue bisnis hotel di kawasan ini
dirasakan kian mengecil karena kian maraknya kompetitor. &#8220;Okupansi rata-rata 50
persen, karena terlalu banyak <em>supply</em>, akhirnya persaingan tidak sehat,
banting-bantingan harga,&#8221; kata Rubyeta Siswono, General Manager Hotel Cipta. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Perang harga di kawasan ini akan sangat
terlihat pada saat <em>week end</em>. Mafhum, sebagian besar hotel di kawasan ini
bergantung pada pasar pemerintahan dan korporasi. Menurut Eduard, hotel di
kawasan ini sepi pada hari Sabtu dan Minggu. &#8220;Karena mayoritas tamu mereka <em>business
travelers</em>. Kalau <em>supply</em> lagi rendah, yang dilakukan oleh hotel-hotel
adalah <em>price war</em>,&#8221;katanya. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/tamarindelaan-lumbung-hotel-di-pusat-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16408</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
