BerandaTipsStrategi Marketing Pasca-Pandemi

Strategi Marketing Pasca-Pandemi

Published on

spot_img

Pandemi Covid-19 membuat digitalisasi semakin berkembang sehingga banyak masyarakat yang mengandalkan sistem daring. Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan pertemuan hingga bertransaksi secara daring sehingga mengubah strategi marketing di setiap perusahaan. Namun, ketika pandemi berakhir, masyarakat akan mulai kembali melakukan sesuatu secara fisik tanpa meninggalkan daring.

“Dapat dipastikan, marketing sesudah pandemi akan lebih susah ketimbang sebelum pandemi karena daring tetap jalan dan offline sudah mulai balik juga,” kata Hermawan Kartajaya, Pakar Pemasaran Indonesia.

BACA JUGA:  Tips Tetap Aman Saat Ngabuburit

Oleh sebab itu, Hermawan mengajak para pelaku pariwisata untuk mempersiapkan strategi marketing pasca-pandemi. Pasalnya, hingga tahun 2030, dunia masih mengalami kondisi yang kurang baik sehingga perlu menyiapkan tenaga pariwisata terbaik untuk masa depan.

Dalam hal ini, Hermawan menggunakan rumus CI-EL (Creativity Innovation Entrepreneurship Leadership) dan juga PI-PM (Productivity Improvement Professionalism Management) untuk strategi marketingnya.

“PIPM merupakan silabus lama, tetapi saat ini harus dibarengi CIEL. Keduanya harus dilakukan secara bersamaan karena kalau terlalu fokus ke online juga tidak baik, begitu juga sebaliknya,” ujarnya lagi.

BACA JUGA:  Tips Traveling di Kapal Pesiar bagi Pemula

Semuanya harus imbang karena sebuah inovasi dan kreativitas tanpa ada improvisasi juga tidak akan baik hasilnya. Kemudian, berdiri hanya dengan seorang pemimpin tanpa ada manajemen dan profesionalitas di dalamnya, membuat perusahaan tersebut sulit berkembang.

Seperti yang dialami oleh perusahaan start-up saat ini. Menurut Hermawan, banyak perusahaan start-up hanya mengaplikasikan CI-EL tanpa memikirkan PI-PM. Akibatnya, perusahaan tersebut mengalami kegagalan karena tidak mampu menggabungkan CI-EL dan PI-PM di sistem kerjanya.

BACA JUGA:  Tips Memanfaatkan Penurunan Kurs Untuk Menarik Wisman

“Saya bisa mengatakan bahwa dari 100 persen start-up yang ada, hanya 10 persen yang berhasil, sisanya 90 persen gagal. Makanya, dua hal bertentangan tersebut harus dipersatukan dan ini menjadi PR buat kita semua,” ujar Hermawan.

IN2MOTIONFEST dan JMFW 2026 di JICC, Panggung Fashion Muslim Peluang Bisnis Jenama Lokal

Jakarta, VenueMagz.com – Industri modest fashion Indonesia mendapat panggung yang lebih besar melalui penyelenggaraan...

Resmi Dibuka! TEI 2026 Jadi Etalase Utama Produk Lokal Menuju Pasar Dunia

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com - Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka hari ini,...

Promo Anniversary Epson: Cashback & Reward E-Wallet untuk Projector Serba Bisa

Jakarta, Venuemagz.com – Merayakan momen anniversary, Epson Indonesia menghadirkan program promosi spesial bagi konsumen...

LITERAIA 2026 Hadirkan Instalasi Buku dan Ruang Kolaborasi Pelaku Kreatif

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Negeri Elok menggelar acara...

Hermawan Kartajaya Apresiasi Keputusan Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memiliki fokus utama untuk mendorong wisatawan domestik...