Bakar Tongkang Agar Turis Datang

Thursday, 20 June 19 Bayu Hari

Tetesan ekonomi dari 75 ribu orang yang menyaksikan Festival Bakar Tongkang dirasakan langsung oleh masyarakat di Kota Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau.

Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti yang hadir dalam festival yang digelar di Kota Bangansiapiapi, Rabu (19/6/2019), mengatakan Ritual Bakar Tongkang merupakan salah satu contoh suksesnya ritual budaya yang dimiliki Indonesia.

“Festival ini selalu mampu menarik wisatawan untuk datang. Semakin banyak wisatawan datang, dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Esthy.

“Pariwisata hadir untuk menyejahterakan masyarakat. Dari mulai penginapan, kuliner, jasa, hingga oleh-oleh. Bayangkan jika 1 wisatawan menghabiskan uang Rp500.000 perhari. Jika 75.000 wisatawan sudah berapa miliar uang beredar di Bagansiapiapi,” katanya.

Pemerintah daerah Rohil mencatat kurang lebih 75 ribu wisatawan hadir dalam event yang masuk dalam kalender pariwisata nasional ini.

Para wisatawan kebanyakan datang dari warga Tiongkok, Taiwan, dan warga keturunan Tionghoa.

“Perputaran uang selama Bakar Tongkang sangat besar. Hotel-hotel penuh. Pedagang kuliner, pedagang perlengkapan berdoa, hingga para penarik becak semua kebanjiran rejeki,” kata Bupati Rohil Suyatno.

Sementara itu, masyarakat terlihat antusias  menyaksikan proses pembakaran kapal atau tongkang yang merupakan puncak acara dari pelaksanaan festival.

Menurut kepercayaan warga Tionghoa Bagansiapiapi, arah jatuhnya tiang menunjukkan keselamatan dan peruntungan usaha. Dimana peruntungan tahun ini berada di laut berdasarkan jatuhnya tiang.