Satu Dekade Dieng Culture Festival

Monday, 05 August 19 Bayu Hari

Memasuki edisi kesepuluh, perhelatan Dieng Culture Festival (DCF) yang berlangsung pada 2-4 Agustus 2019 berhasil memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dataran tinggi Dieng.

Selama acara berlangsung, banyak wisatawan memadati kawasan ‘negeri atas awan’ itu. Hal ini membuktikan DCF menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari berbagai penjuru daerah untuk datang.

Menurut Alif Fauzi, Ketua Panitia Dieng Culture Festival 2019, ratusan kamar homestay di Dieng dan sekitar telah penuh terisi pada 2-4 Agustus 2019. Wisatawan bahkan telah memesan kamar sejak Januari 2019, jauh sebelum event ini diadakan.

“Pada tahun 2018, kami telah memperkirakan dengan Pemerintah Provinsi, selama perhelatan DCF terhitung perputaran ekonominya mencapai Rp58 miliar. Jumlah itu, sama dengan jumlah penjualan hasil panen kentang selama sata tahun,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Pelaksana Calender of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan, gelaran DCF ini memang sangat konsisten dan telah menjadi agenda wajib bagi wisatawan, khususnya generasi milenial untuk menyaksikan event yang berada di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu.

“DCF ini menjadi sarana agar masyarakat turut merasakan dampak pariwisata juga. Semua diajak untuk menyukseskan DCF 2019 dan semua diajak untuk sadar pariwisata,” kata Esthy Reko Astuti.

DCF yang masuk satu dekade ini menyuguhkan beberapa atraksi yang ditunggu, mulai dari Senandung Atas Awan yang menampilkan artis seperti Gugun Blues Shelter, Pusakata, Djaduk Ferianto, dan Isyana Sarasvati.

Ada pula Festival Domba Batur, Java Coffee Festival, Sendra Tari Tradisional, pemotongan rambut gimbal, dan yang paling ditunggu adalah pelepasan lampion yang menjadi bagian dari Sky Lantern Festival. 

Aktivitas menyalakan lampion hingga menerbangkannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke DCF. Namun informasi dari akun instagram resmi DCF @festivaldieng, Pelepasan Lampion kali ini menjadi yang terakhir setelah satu dekade DCF berlangsung.