BerandaEventPerdana, IFRA Business Expo Digelar Dua Kali pada 2025

Perdana, IFRA Business Expo Digelar Dua Kali pada 2025

Published on

spot_img

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) pada tahun 2025 mendatang. Berbeda dari perhelatan sebelumnya, IFRA Business Expo 2025 akan digelar sebanyak dua kali secara offline di tempat yang berbeda.

“Kami hadir sejak tahun 2002 untuk memperkenalkan berbagai peluang usaha franchise kepada masyarakat dan memfasilitasi kolaborasi pelaku usaha waralaba dengan mitra potensialnya. Untuk pertama kalinya di tahun 2025, IFRA akan hadir sebanyak dua kali dalam setahun,” kata Daswar Marpaung, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo dalam launching IFRA Business Expo 2025 yang digelar di Jakarta.

Perhelatan IFRA Business Expo pertama akan digelar di ICE BSD, Tangerang pada tanggal 25-27 April 2025 dan akan menjadi penyelenggaraan ke-23. Tema yang diusung selama pameran berlangsung adalah “From Essential Ingredients to Extraordinary Opportunities”. 

Selanjutnya, IFRA Business Expo akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 29-31 Agustus 2025 dan menjadi penyelenggaraan ke-24. Pada penyelenggaraan tersebut, IFRA, akan mengusung tema “Building Successful Business with Ethical Franchising”.

“Kami harap penyelenggaraan kedua acara tersebut dapat menjadi momentum penting dalam mendukung pertumbuhan industri waralaba dan lisensi di Indonesia. Acara ini juga diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang positif bagi pelaku usaha di Indonesia,” tambah Daswar.

BACA JUGA:  Cathay Pacific Travel Fair 2023 Tawarkan Harga Tiket Pesawat Pulang Pergi Mulai dari Rp4,3 Juta

Penyelenggaraan IFRA Business Expo 2025 juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI). Menurut Septo Soepriyatno, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag, IFRA dapat membantu pemerintah dalam akselerasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba. 

“PP ini bertujuan untuk akselerasi pertumbuhan wirausaha baru khususnya di waralaba. Kita ingin pasar Indonesia dipenuhi oleh pelaku dalam negeri agar mereka dapat merasakan multiplier effect dari industri ini. Makanya, pameran ini menjadi momentum yang tepat untuk menjalankan PP ini,” ungkap Septo.

Sebagai inovasi baru

Keputusan untuk menggelar IFRA Business Expo sebanyak dua kali pada tahun 2025 bukan tanpa alasan. Mega Khoriani, Project Manager IFRA Business Expo 2025, menjelaskan langkah ini sebagai bentuk jawaban dari permintaan para peserta pameran yang ingin ada inovasi terbaru dari IFRA Business Expo. 

BACA JUGA:  China Import and Export Fair Digelar Secara Virtual

“Kenapa kami pilih ICE karena sebelumnya IFRA pernah digelar di sana dan ternyata sukses. Jadi, untuk menarik konsumen di area BSD dan Bintaro kami fokus ke ICE sedangkan JCC menjadi tempat yang biasa kami gunakan untuk menggelar IFRA,” jelas Mega. 

Daswar menganggap JCC menjadi sebuah legacy dalam penyelenggaraan IFRA Business Expo sehingga masih harus terus dilanjutkan. JCC juga dianggap dapat menarik banyak pengunjung dari berbagai wilayah karena berada di jantungnya kota Jakarta.

“Tujuan kita adalah mau menumbuhkan industri waralaba di Indonesia, jadi, kenapa tidak digelar di dua tempat tersebut. Kalau dilihat pelaku usaha B2B di ICE BSD juga tidak jelek makanya kita tidak mau meninggalkan hal baik tersebut,” ucap Daswar. 

BACA JUGA:  Konvensi Rancangan Panduan Giat MICE Disusun di Bali

Meskipun digelar di tahun yang sama, terdapat perbedaan yang menonjol antara penyelenggaraan IFRA Business Expo di ICE BSD dan JCC. Menurut Mega, IFRA Business Expo di ICE BSD akan digelar bersamaan dengan Indonesia Culinary Expo (ICE).

Acara ICE akan menyuguhkan bahan-bahan berkualitas tinggi serta pendukung yang baru guna menyediakan sumber daya komprehensif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung para pelaku usaha kuliner di Indonesia. 

IFRA Business Expo X ICE juga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Kemendag. Pasalnya, berdasarkan data dari Kemendag, 47 persen jenis waralaba yang ada di Indonesia didominasi oleh sektor makanan dan minuman. 

“Jadi, sangat tepat jika IFRA melibatkan ICE karena kuliner kita tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kuliner Indonesia sangat banyak dan menggairahkan. Ini semua yang akan terus kita dorong untuk meningkatkan kuliner kita ke skala nasional maupun dunia,” kata Septo.

Jagat Satwa Nusantara Lepasliarkan Tujuh Ekor Merak Hijau ke Ujung Kulon 

Jakarta, Venuemagz.com - Menjelang Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) pada 5 November...

Dyandra Media International Cetak Pendapatan Rp974 Miliar dan Laba Bersih Rp 39,5 Miliar

Jakarta, Venuemagz.com – PT Dyandra Media International Tbk. (Dyandra) mencatatkan kinerja keuangan yang positif...

Corona Resort & Casino Phu Quoc Menjadi Destinasi Permainan Baru di Asia Tenggara

Phu Quoc, Vietnam, Venuemagz.com -- Seiring semakin banyak wisatawan internasional yang mencari destinasi yang...

Archipelago Hotels Beri Diskon 25 Persen Selama November 2026

Jakarta, Venuemagz.com -- Di tengah kesibukan sehari-hari, meluangkan waktu untuk beristirahat dan menikmati suasana...

Banjir Cashback Ratusan Juta Rupiah, PEVS 2026 Sukses Gaet Puluhan Ribu Pengunjung

Jakarta, Venuemagz.com - Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 telah sukses digelar pada tanggal...

Resmi Dibuka! PEVS 2026 Hadirkan Inovasi Kendaraan Listrik Darat, Laut, dan Udara

Jakarta, Venuemagz.com - PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) edisi kelima resmi dibuka. Pameran persembahan...

Jelajah Wastra Asia Tenggara hingga Kebaya di Pameran Waves of Weave 

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berkolaborasi dengan Jakarta Fashion Week (JFW) Indonesian...