Jakarta, Venuemagz.com – Kawasan mangrove di pesisir utara Jakarta menawarkan suasana yang berbeda dari hiruk-pikuk kota. Di antara pepohonan yang tumbuh di kawasan ekowisata mangrove PIK, aktivitas penanaman menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir yang semakin penting bagi Jakarta.
Suasana itu turut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-33 Hotel Ciputra Jakarta. Alih-alih hanya merayakan pertambahan usia dengan kegiatan internal, hotel yang berada di kawasan Grogol, Jakarta Barat, tersebut memilih menandainya melalui kegiatan konservasi mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara.
Sebanyak 30 bibit mangrove dan 3 pohon mangrove ditanam dalam kegiatan tersebut. Jumlahnya dibuat mengikuti usia Hotel Ciputra Jakarta yang memasuki tahun ke-33.
Penanaman mangrove ini menjadi menarik karena dilakukan di salah satu kawasan pesisir Jakarta yang memiliki fungsi ekologis penting. Bagi kota yang terus berkembang dengan kawasan permukiman, bisnis, dan pariwisata, keberadaan ekosistem mangrove tidak sekadar berkaitan dengan penghijauan.
Mangrove menjadi bagian dari ekosistem pesisir yang membantu menjaga kawasan pantai sekaligus menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna.
Bagi Hotel Ciputra Jakarta, kegiatan tersebut menjadi cara untuk menghubungkan momentum ulang tahun dengan isu lingkungan yang lebih luas.
“Dalam memperingati hari jadi Hotel Ciputra Jakarta yang ke-33, kami ingin menjadikan momentum ini bermakna, tidak hanya bagi hotel, tetapi juga bagi lingkungan. Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, kami berharap dapat turut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong kesadaran dan aksi bersama untuk mewujudkan keberlanjutan,” ujar Michael Perdikaris, General Manager Hotel Ciputra Jakarta.
Kegiatan penanaman juga melibatkan karyawan hotel dan pihak terkait. Kehadiran mereka membuat kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial ulang tahun, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat langsung persoalan lingkungan di kawasan pesisir Jakarta.
Bagi ekosistem mangrove, tentu 33 pohon bukanlah angka yang akan langsung mengubah wajah pesisir Jakarta. Namun, penanaman menjadi salah satu bentuk kontribusi yang bisa dilakukan perusahaan untuk ikut menjaga kawasan hijau pesisir.
Apalagi, keberadaan kawasan mangrove di Jakarta juga menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis alam yang semakin menarik untuk dikunjungi. TWA Angke Kapuk menawarkan lanskap yang berbeda dari destinasi perkotaan Jakarta, dengan jalur dan area mangrove yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat ekosistem pesisir.
Dari sudut pandang perjalanan, kawasan seperti ini memperlihatkan sisi lain Jakarta yang kerap luput dari perhatian. Di tengah gedung tinggi, pusat perbelanjaan, dan kawasan bisnis, Jakarta masih memiliki ruang hijau pesisir yang berfungsi penting bagi lingkungan.
Bagi Hotel Ciputra Jakarta, kegiatan konservasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memasukkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas perusahaan.
Hotel Ciputra Jakarta sendiri berada di kawasan Jakarta Barat dan memiliki akses langsung menuju Mal Ciputra Jakarta. Lokasinya juga relatif dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sehingga menjadi salah satu pilihan akomodasi bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang membutuhkan akses ke sejumlah kawasan di Jakarta.
Untuk kebutuhan bersantap, The Gallery Restaurant menyediakan pilihan menu prasmanan dan à la carte internasional, termasuk pastry dan kue. Hotel ini juga memiliki fasilitas yang terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan sehingga tamu dapat mengakses berbagai kebutuhan tanpa harus pergi jauh dari area hotel.
Dalam perjalanan 33 tahunnya, Hotel Ciputra Jakarta mencoba menempatkan perayaan ulang tahun bukan hanya sebagai penanda usia, tetapi juga sebagai momentum untuk melihat kembali hubungan antara aktivitas bisnis, masyarakat, dan lingkungan.
Sementara di pesisir Jakarta, bibit-bibit mangrove yang baru ditanam membutuhkan waktu untuk tumbuh. Seperti halnya perjalanan sebuah hotel, dampak dari sebuah aksi lingkungan pun tidak selalu bisa dilihat dalam waktu singkat. Namun, dari langkah kecil seperti inilah upaya menjaga ruang hijau pesisir dapat terus dimulai.




