Surabaya, Venuemagz.com – Ada yang berubah dari cara orang mengingat sebuah perjalanan. Dulu, oleh-oleh berarti pusat belanja, antrean panjang, dan plastik kresek atau dus kemasan penuh camilan.
Sekarang, orang mulai mencari sesuatu yang lebih personal, bukan yang paling terkenal, tapi yang paling berkesan.
Di sebuah sudut kawasan Manyar, Surabaya Timur, sebuah kopitiam kecil menjawab keinginan itu dengan cara yang sederhana lewat sebotol selai.
KOPITIAM SIMY, kedai kopi bergaya peranakan yang berdiam di dalam Swiss-Belinn Manyar Surabaya, mulai hari ini menjual Kaya Jam, selai khas kopitiam berbahan santan, telur, dan pandan yang dibuat langsung di dapur mereka sendiri.
Harganya Rp 60.000 per jar. Tidak ada yang terlalu istimewa dari angka itu. Yang istimewa adalah apa yang ada di dalamnya.
Kaya, dalam tradisi kopitiam Singapura dan Malaysia, bukan sekadar olesan roti. Tapi itu adalah ritual pagi. Teksturnya lembut, rasanya berada di antara manis dan gurih, dengan aroma pandan yang tidak terlalu agresif tapi cukup untuk membawa seseorang kembali ke meja makan masa kecil.
Di KOPITIAM SIMY, selai ini sepanjang masa yang lalu hanya hadir sebagai pelengkap menu kaya toast, roti panggang sederhana yang entah bagaimana selalu habis lebih cepat dari menu lain. Kini, untuk pertama kalinya botol selai aroma Surabaya ini bisa dibawa pulang.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang tidak hanya dapat dinikmati saat berkunjung, tetapi juga dapat dibawa pulang sebagai kenangan,” kata Andri Kurniawan, General Manager Swiss-Belinn Manyar Surabaya.
Kata kenangan itu tidak berlebihan. Ada alasan mengapa produk house made seperti ini terasa berbeda dari oleh-oleh yang dibeli di minimarket bandara karena ia punya cerita tentang dari mana ia berasal dan siapa yang membuatnya. Ketika seseorang membuka toples itu di rumah, di kota asal para pelancong setelah beberapa hari perjalanan, yang tercium bukan hanya pandan, tapi juga sedikit aroma Surabaya.
Kaya Jam KOPITIAM SIMY tersedia mulai 28 Mei 2026 di Swiss-Belinn Manyar Surabaya.






