<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BBTF &#8211; VenueMagz.com</title>
	<atom:link href="https://venuemagz.com/tag/bbtf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<description>Referensi Industri MICE Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jun 2017 07:16:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2017/09/cropped-Favicon-32x32.png</url>
	<title>BBTF &#8211; VenueMagz.com</title>
	<link>https://venuemagz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127860349</site>	<item>
		<title>Arief Yahya: Jadikan Bali and Beyond Travel Fair Sebagai Marketplace</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/arief-yahya-jadikan-bali-and-beyond-travel-fair-sebagai-marketplace/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/arief-yahya-jadikan-bali-and-beyond-travel-fair-sebagai-marketplace/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2017 07:16:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Bali and Beyond Travel Fair]]></category>
		<category><![CDATA[BBTF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://venuemagz.com/?p=8615</guid>

					<description><![CDATA[Ajang pameran pariwisata Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2017 berakhir pada 10 Juni 2017, dengan harapan ke depannya acara ini akan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan harus berupaya keras agar BBTF menjadi market place. Harapan itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya di sela-sela acara jumpa pers hari terakhir. Arief Yahya yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ajang pameran pariwisata Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2017 berakhir pada 10 Juni 2017, dengan harapan ke depannya acara ini akan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan harus berupaya keras agar BBTF menjadi <em>market place</em>. Harapan itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya di sela-sela acara jumpa pers hari terakhir.</p>
<p>Arief Yahya yang tiba di Bali Nusa Dua Convention Center dan langsung berkeliling lokasi pameran untuk menyapa dan berinteraksi dengan para penjual yang berpartisipasi di acara ini mengungkapkan hal itu dengan pertimbangan Bali and Beyond Travel Fair ke depannya pasti lebih besar dan lebih maju lagi jika semakin banyak <em>seller</em> yang hadir. &#8220;Jadikan Bali and Beyond Travel Fair sebagai <em>marketplace</em> seperti ITB Berlin. Jangan takut dengan <em>outbound</em> karena ada atau tidaknya <em>seller</em> Korea di BBTF misalnya, orang-orang akan tetap ke Korea. Jika mereka ada di sini setidaknya transaksi terjadi di sini. Jadi, acara ini bisa menjadi pasar. Otomatis provinsi-provinsi lain akan datang ke sini dan banyak <em>buyer</em> akan datang,&#8221; ujar Arief Yahya.</p>
<p>&#8220;Saya berharap BBTF berikutnya dapat mendatangkan lebih banyak lagi <em>seller</em>Â  dari Indonesia dan mancanegara. BBTF merupakan kesempatan emas bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mempromosikan dan menjual tujuan pariwisata yang ada di daerahnya, karena selain BBTF ini dilaksanakan di Bali yang merupakan tujuan pariwisata terkenal di dunia, dari segi biaya juga lebih sedikit dibandingkan mengikuti kegiatan serupa di luar negeri,&#8221; ujar Arief Yahya.</p>
<p>Merespons harapan yang telah disampaikan oleh Arief Yahya, Ketua Panitia Bali and Beyond Travel Fair 2017 I Ketut Ardana menyambut baik dan berjanji ke depannya penyelenggaraan akan lebih baik lagi. &#8220;Kami panitia penyelenggara yakin dapat membuat BBTF berikutnya menjadi <em>market place</em>. Saat ini kami sedang memperkuat posisi <a href="http://venuemagz.com/event/bali-beyond-travel-fair-2017-diliput-100-media-dalam-dan-luar-negeri/">BBTF </a>di Indonesia,&#8221; ujar Ardana.</p>
<p>Bali and Beyond Travel Fair 2017 ini berakhir dengan angka potensi transaksi sejumlah Rp5,6 triliun. Pada sesi <em>travex</em>, negosiasi bisnis berlangsung lancar dan menghasilkan banyak transaksi walaupun hanya 196 pembeli yang hadir dari 264 pembeli yang telah melakukan registrasi. Kebanyakan pembeli yang batal hadir itu berasal dari Timur Tengah. Hal tersebut mungkin dikarenakan sedang bulan puasa. BBTF tahun ini juga menghadirkan 188 ekshibitor dari 19 provinsi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/arief-yahya-jadikan-bali-and-beyond-travel-fair-sebagai-marketplace/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8615</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BBTF 2017 Targetkan Transaksi Rp6,99 Triliun</title>
		<link>https://venuemagz.com/news/bbtf-2017-targetkan-transaksi-rp699-triliun/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/news/bbtf-2017-targetkan-transaksi-rp699-triliun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2017 09:55:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bali & Beyond Travel Fair]]></category>
		<category><![CDATA[BBTF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://venuemagz.com/?p=8599</guid>

					<description><![CDATA[Sesuai dengan tema yang diusung, &#8220;Meet, Connect and Explore The Archipelago&#8221;, BBTF 2017 yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya selain menjadi ajang promosi pariwisata Bali juga berusaha mengangkat sejumlah destinasi lain di Indonesia ke mata dunia. I Ketut Ardana, Ketua Penyelenggara BBTF, mengatakan bahwa BBTF 2017 fokus dalam memperkenalkan nusantara secara lebih mendalam dan juga menghadirkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan tema yang diusung, &#8220;Meet, Connect and Explore The Archipelago&#8221;, BBTF 2017 yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya selain menjadi ajang promosi pariwisata Bali juga berusaha mengangkat sejumlah destinasi lain di Indonesia ke mata dunia.</p>
<p>I Ketut Ardana, Ketua Penyelenggara BBTF, mengatakan bahwa BBTF 2017 fokus dalam memperkenalkan nusantara secara lebih mendalam dan juga menghadirkan lebih banyak pembeli potensial. &#8220;Acara pameran pariwisata ini memang fokus untuk memperkenalkan nusantara secara lebih mendalam. Selain itu, dari tahun ke tahun kami berusaha menghadirkan lebih banyak <em>buyer</em> berkualitas yang lebih potensial,&#8221; ujar I Ketut Ardana.</p>
<p>Sejumlah program yang berguna bagi para peserta juga diadakan pada pameran pariwisata terbesar di Indonesia yang diadakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 7- 11 Juni 2017 ini. Acara travex, pameran, dan seminar mengambil tempat di BNDCC, sementara seremoni pembukaan makan malam dilakukan pada 8 Juni 2017 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park.</p>
<p>Ketut Ardana menjelaskan, BBTF 2017 hadir dengan banyak perkembangan di mana jumlah tur operator yang hadir sebagai <em>buyer</em> dan ekshibitor bertambah jumlah dan ragamnya. BBTF 2017 ini juga mendedikasikan area bagi promosi pariwisata 10 tujuan wisata baru. Pada BBTF 2017 ini pengunjung dapat langsung mendapatkan informasi menyeluruh mengenai 10 destinasi prioritas di stan khusus dengan desain yang menarik. Program pengembangan destinasi pariwisata ini didesain oleh pemerintah untuk mengembangkan daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata.</p>
<p>&#8220;Saya melihat banyak perubahan positif pada BBTF tahun ini. Namun, ke depannya kita berusaha mengundang <em>seller</em> dan <em>buyer</em> dari luar negeri sehingga BBTF dapat menjadi <em>event</em> internasional,&#8221; ujar Pitana.</p>
<p>Tahun ini BBTF mendatangkan 264 pembeli potensial yang berasal dari 54 negara, di antaranya dari Australia, Rusia, Jerman, Cina, Singapura, Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya. Jumlah itu meningkat dibandingkan jumlah <em>buyer</em> tahun lalu yang mencapai 228 <em>buyer</em>.</p>
<p>Para pembeli potensial ini akan dipertemukan dengan 188 <em>seller</em> dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk, Palembang, Lombok, Labuan Bajo, dan Bali. Selain itu, BBTF 2017 juga memberikan kesempatan kepada para ekshibitor untuk melakukan presentasi mengenai produk mereka di hadapan para wartawan yang datang dari berbagai belahan dunia, antara lain Indonesia, Australia, Timur Tengah, Inggris, Korea Selatan, dan Thailand.</p>
<p>Selain diikuti oleh para <em>seller</em> dalam negeri, pada tahun ini untuk pertama kalinya ada <em>seller</em> dari Korea Selatan yang ikut bertransaksi dalam ajang bisnis pariwisata tahunan tersebut. Korea Selatan diwakili oleh pemerintah setempat dengan mengikutsertakan pelaku pariwisata dari perhotelan dan biro perjalanan menjadi penjual. &#8220;Sementara ini untuk internasional ada satu dari Korea Selatan. Ke depan kami akan tambah <em>seller</em> dari luar,&#8221; ujar Ketut Ardana.</p>
<p>Sejak diadakan tahun 2013, BBTF memang mengajak pelaku pariwisata Tanah Air untuk mengikuti ajang tersebut sebagai <em>seller</em> atau penjual paket wisata. Kendati begitu, sesuai keinginan dari pemerintah, pada tahun keempat ini BBTF mulai menggandeng negara lain untuk menjadi penjual juga untuk lebih menggaungkan BBTF setara dengan ajang serupa tingkat dunia.</p>
<p>&#8220;Untuk internasional kami lebih mendahulukan dari kawasan ASEAN, tetapi Korea Selatan lebih dulu masuk. Tahun depan kami akan lebih serius lagi menambah jumlah negara <em>seller</em> dari luar,&#8221; ujar Ardana.</p>
<p><strong>(Baca juga:Â <a href="http://venuemagz.com/event/peserta-bbtf-2017-merangkai-perhiasan-di-john-hardy-ubud/">Peserta BBTF 2017 Merangkai Perhiasan di John Hardy Ubud</a>)</strong></p>
<p>Ketut Ardana yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali mengungkapkan, panitia melakukan verifikasi <em>buyer</em> setiap tahun secara selektif untuk memberikan kualitas wisatawan yang didatangkan. Tahun ini ada beberapa <em>buyer</em> kategori platinum yang bahkan sempat ditolak oleh panitia karena dinilai kurang optimal dalam mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Buyer kategori platinum merupakan operator pariwisata yang mampu mendatangkan sekitar 10.000 wisatawan mancanegara per tahun ke Indonesia.</p>
<p>Tahun ini, sebanyak 60 <em>buyer</em> platinum ikut serta dalam BBTF 2017, sisanya merupakan operator kategori <em>gold</em> yang mampu mendatangkan wisatawan mancanegara di bawah 10.000 orang per tahun.</p>
<p>BBTF 2017 menargetkan total transaksi <em>business to business</em> mencapai sekitar Rp6,99 triliun, melonjak dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp6,8 triliun.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/news/bbtf-2017-targetkan-transaksi-rp699-triliun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumatera Selatan menjadi Tuan Rumah Bali and Beyond Travel Fair 2017</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/sumatera-selatan-menjadi-tuan-rumah-bali-and-beyond-travel-fair-2017/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/sumatera-selatan-menjadi-tuan-rumah-bali-and-beyond-travel-fair-2017/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2017 09:21:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Bali & Beyond Travel Fair]]></category>
		<category><![CDATA[BBTF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://venuemagz.com/?p=8588</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Meet, Connect and Explore The Archipelago&#8221; merupakan tema yang diangkat dalam penyelenggaraan Bali and Beyond Travel Fair 2017 (BBTF), sebuah pameran pariwisata terbesar di Indonesia. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 7-10 Juni 2017 dengan Sumatera Selatan bertindak sebagai tuan rumah. Bali and Beyond Travel Fair 2017 fokus dalam memperkenalkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Meet, Connect and Explore The Archipelago&#8221; merupakan tema yang diangkat dalam penyelenggaraan Bali and Beyond Travel Fair 2017 (BBTF), sebuah pameran pariwisata terbesar di Indonesia. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 7-10 Juni 2017 dengan Sumatera Selatan bertindak sebagai tuan rumah. Bali and Beyond Travel Fair 2017 fokus dalam memperkenalkan nusantara secara lebih mendalam dan juga menghadirkan lebih banyak pembeli potensial. Berbagai program yang berguna bagi para peserta juga diadakan dalam rangkaian BBTF 2017 ini. Upacara pembukaan telah diadakan pada 8 Juni 2017 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park.</p>
<p>&#8220;Bali and Beyond Travel Fair 2017 hadir dengan banyak perkembangan. Tahun ini jumlah tur operator yang hadir sebagai pembeli dan ekshibitor juga bertambah jumlah dan ragamnya. BBTF 2017 ini juga mendedikasikan area bagi promosi pariwisata 10 tujuan wisata baru. Kami juga akan mengatur <em>post tour</em> ke Gili Trawangan, Mandalika, Komodo, dan Bromo bagi <em>buyer</em> dan media. Kami juga sudah membawa tur agensi dan media mengunjungi John Hardy Workshop. Untuk mengawali BBTF 2017 ini kami juga sudah mengadakan <em>pre-tour</em> ke Labuan Bajo,&#8221; ujar Ketut Ardana, Ketua Pelaksana BBTF 2017 dan Ketua ASITA Bali.</p>
<p>&#8220;Saya melihat banyak perubahan positif pada Bali and Beyond Travel Fair tahun ini. Namun, ke depannya kita sebaiknya mengundang <em>seller</em> dan <em>buyer</em> dari luar negeri sehingga BBTF dapat menjadi <em>event</em> internasional,&#8221; ujar I Gede Pitana, Deputi Pengembangan Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.</p>
<p>Tahun ini, BBTF mendatangkan 264 pembeli potensial yang berasal dari 54 negara, di antaranya dari Australia, Rusia, Jerman, Cina, Singapura, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya di Timur Tengah. Para pembeli potensial ini akan dipertemukan dengan 188 <em>seller</em> yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk, Palembang, Lombok, Labuan Bajo, dan Bali.</p>
<p>Selain itu, Bali and Beyond Travel Fair 2017 juga memberikan kesempatan kepada para ekshibitor untuk melakukan presentasi mengenai produk mereka di hadapan para wartawan yang datang dari berbagai belahan dunia, antara lain Indonesia, Australia, Timur Tengah, Inggris, Korea Selatan, dan Thailand. Kesempatan emas ini dapat dipergunakan oleh ekshibitor untuk memperkenalkan dan menyebarkan informasi mengenai produk mereka.</p>
<p>Berkenaan dengan program memperkenalkan Indonesia secara lebih mendetail kepada dunia, <em>pre-tour</em> sudah dilaksanakan sejak tanggal 4-7 Juni 2017. Adapun 6 tujuan wisata yang ditawarkan untuk sejumlah pembeli dari Benua Amerika, Eropa, dan Timur Tengah adalah Mandalika Lombok, Komodo, Bromo, The Charms of Bali Tour, Balinese Royal Heritage Tour, dan <a href="http://venuemagz.com/event/peserta-bbtf-2017-merangkai-perhiasan-di-john-hardy-ubud/">John Hardy Tour</a>. Selain itu, pada BBTF 2017 ini pengunjung dapat langsung mendapatkan informasi menyeluruh mengenai 10 destinasi prioritas baru di luar bali. Program pengembangan destinasi pariwisata ini didesain oleh pemerintah untuk mengembangkan daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata.</p>
<p>Seminar pariwisata mengambil tema &#8220;IND-ONE-SIA IS THE ONE&#8221; juga dilaksanakan pada 8 Juni 2017 di Nusa Dua Hall 1. Adapun pembicara pada seminar tersebut adalah Prof. I Gde Pitana, Ruedi NutziÂ  (perwakilan Swiss Contact), Dr. Ahmad Najib (Asisten Hubungan Kepemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan), Polly Purser (Direktur Humas John Hardy), dan I Made Badra (perwakilan Kabupaten Badung).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/sumatera-selatan-menjadi-tuan-rumah-bali-and-beyond-travel-fair-2017/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8588</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peserta BBTF 2017 Merangkai Perhiasan di John Hardy Ubud</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/peserta-bbtf-2017-merangkai-perhiasan-di-john-hardy-ubud/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/peserta-bbtf-2017-merangkai-perhiasan-di-john-hardy-ubud/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2017 03:52:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Bali & Beyond Travel Fair]]></category>
		<category><![CDATA[BBTF]]></category>
		<category><![CDATA[John Hardy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://venuemagz.com/?p=8576</guid>

					<description><![CDATA[Dalam rangkaian acara Bali &#38; Beyond Travel Fair 2017 yang berlangsung pada 7-11 Juni 2017, pada hari kedua, 8 Juni 2017, sejumlah perwakilan media dan partisipan mendapat kesempatan mengunjungi kantor pusat sekaligus workshop pembuatan perhiasan berkelas John Hardy. Perusahaan John Hardy yang terletak di Banjar Baturning No. 1 Desa Mambal Abiansemal, Badung, Bali, ini berdekatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangkaian acara Bali &amp; Beyond Travel Fair 2017 yang berlangsung pada 7-11 Juni 2017, pada hari kedua, 8 Juni 2017, sejumlah perwakilan media dan partisipan mendapat kesempatan mengunjungi kantor pusat sekaligus <em>workshop</em> pembuatan perhiasan berkelas John Hardy.</p>
<p>Perusahaan John Hardy yang terletak di Banjar Baturning No. 1 Desa Mambal Abiansemal, Badung, Bali, ini berdekatan dengan destinasi wisata Ubud dan bisa ditempuh sekitar satu setengah jam berkendara dari Bandara Ngurah Rai.</p>
<p>John Hardy yang terkenal dengan kemewahannya yang mendunia ini menjadi salah satu perusahaan yang juga terkenal dengan konsep ramah lingkungan. Seperti yang dikatakan panitia penyelenggara bidang media BBTF, bahwa konsep ramah lingkungan inilah yang menjadi salah satu pertimbangan panitia untuk mengenalkannya kepada partisipan BBTF.</p>
<p>Sang Ayu Pt Sri Utami, <em>Senior PR Manager</em> John Hardy, mengatakan bahwa sejak awal perusahaan yang didirikan oleh John Hardy, seorang seniman asal Kanada, pada tahun 1975 ini memang mengangkat konsep ramah lingkungan. Konsep perusahaan ramah lingkungan ini sudah terlihat sejak para pengunjung memasuki lobi perusahaan sekaligus <em>showroom</em> dan <em>workshop</em> yang berdiri di atas lahan hampir 2 hektare ini.</p>
<p>Sebagian besar gedung dan lahan memang dibangun dengan mengikuti kontur tanah yang ada. Suasana kantor dan <em>workshop</em> di sini memang berbeda dengan yang lainnya dengan suguhan pemandangan hijau petak-petak sawah, gemericik aliran sungai, kicau burung-burung liar, dan pepohonan rindang tinggi menjulang. Berada di lokasi ini seperti tak berada di tempat kerja pada umumnya, lebih cenderung seolah berada di vila-vila yang ada di Ubud dengan keindahan alam, kebun, dan aliran sungai.</p>
<p>&#8220;Kami memang tidak melakukan perubahan yang merusak lingkungan di sekitar lahan. Bangunan kantor dan <em>showroom</em> pun bersebelahan persis dengan sawah,&#8221; ujar Utami.</p>
<p>John Hardy juga mengajak petani di desa tersebut untuk bertanam padi di sawah tersebut dan memanen hasilnya sehingga hasilnya bisa dinikmati bersama-sama.</p>
<p>Arsitektur bangunan-bangunan di John Hardy didominasi oleh bambu, atap alang-alang, dan bahan-bahan daur ulang. Semuanya didesain sesuai dengan konsep <em>brand</em> yang diusung mereka, yakni <em>Sustainable Luxury</em>, bagaimana menampilkan sebuah produk mewah yang bersifat berkelanjutan tanpa harus merusak lingkungan sekitar.</p>
<p>Kecintaan pada lingkungan, khususnya pohon bambu, juga tecermin pada program perusahaan yang telah dimulai sejak tahun 2006 lalu dengan nama <em>Wear Bamboo, Plant Bamboo </em>dengan menanam 1 juta pohon bambu di seluruh Bali. Diperkirakan pada bulan Agustus 2017 mendatang pohon ke-sejuta akan sudah terlaksana ditanam. Menurut Utami, dana program ini diambil dari beberapa persen keuntungan yang didapat dari penjualan perhiasan mereka yang berdesain bambu.</p>
<p>Sebuah bangunan berkonsep wantilan menjadi ruang kerja bagi 10 desainer perhiasan John Hardy yang berada di bawah pengawasan <em>creative director</em> yang berkantor di New York. Bangunan tradisional bernama Wantilan ini dikelilingi oleh kolam ikan dan sepetak sawah. Menurut Utami, kesan tradisional dan nyaman ini diharap dapat dimanfaatkan para desainer agar lebih rileks bekerja dan mendapatkan banyak inspirasi untuk karya-karyanya.</p>
<p>Ditambahkan Utami, pada divisi desainer ini mereka juga telah melakukan program mencari potensi desainer dari anak yatim piatu yang mereka pilih untuk dilatih dari dasar hingga bisa menghasilkan karya desainnya. &#8220;Program ini sengaja untuk mengangkat potensi dari seorang anak menjadi mandiri dan jika sudah bisa mendesain mereka tidak harus bekerja di sini, tetapi bisa memilih untuk bekerja di mana saja,&#8221; ujar Utami.</p>
<p>Arsitektur bangunan <em>showroom</em> John Hardy menjadi bangunan yang paling dipuji para pengunjung karena memakai konsep <em>one single bamboo</em>. Bangunan yang mengusung konsep kapal bambu ini beratapkan material alang-alang yang didesain menyerupai badan kapal terbalik. Di <em>showroom</em> John Hardy ini, pengunjung bisa melihat-lihat beragam koleksi perhiasan perak yang mewah dan berdesain unik dengan harga sekitar Rp5 juta hingga Rp1 miliar.</p>
<p>Koleksi perhiasan John Hardy sangat dikenal bermain dengan tema-tema seperti <em>dot</em>, bambu, <em>chain</em>, <em>legend</em>, dan <em>one of kind</em>. Setiap koleksi terbarunya biasanya diluncurkan untuk musim semi dan musim gugur. Salah satu koleksi terbaiknya bernama &#8220;Cinta&#8221; yang konon terinspirasi dari hadiah John untuk istrinya. Ada pula The Naga Collection yang diibaratkan sebagai simbol cinta, keberuntungan, serta perlindungan.</p>
<p>Tak hanya mengagumi konsep ekowisata di perusahaan yang mempekerjakan sekitar 700 karyawan ini dan mengamati pekerja dan seniman beraktivitas, tetapi para partisipan Bali &amp; Beyond Travel Fair 2017 juga diberi kesempatan mencoba membuat dan merangkai perhiasan sendiri. Para pengunjung pun dibuat tercengang karena melihat sendiri kerumitan para pekerja menyulam batangan kecil perak menjadi sebuah perhiasan.</p>
<p>&#8220;Semua perhiasan John Hardy diciptakan secara <em>handmade</em> oleh para perajin perak andal di Bali. Mereka dibagi dalam beberapa divisi untuk mempercepat pengerjaan, semisal tim khusus untuk merancang model <em>wax</em>, tim yang memproses <em>casting</em>, tim yang membuat detail-detail aksesori, hingga tim yang menyatukan seluruh detail menjadi satu model perhiasan yang utuh. Seperti menjahit dengan benang, kami di sini menjahit lempengan kecil perak ini menjadi sebuah karya seni,&#8221; kata Utami.</p>
<p>Untuk menyelesaikan satu koleksi perhiasan bisa memakan waktu tiga bulan atau bahkan satu tahun lebih, tergantung dari tingkat kerumitan desain perhiasan itu sendiri. Pembuatan perhiasan perak di John Hardy pun memang tergolong kompleks dan memakan waktu yang tak sedikit.</p>
<p>Perjalanan bisnis John Hardy bukan sekadar <em>brand, </em>tapi berlatar belakang cerita menarik tentang seluruh konsep &#8220;<em>sustainable luxury</em>&#8221; yang ditawarkannya. Ia adalah seorang pemuda asal Kanada di awal tahun 1970 yang hijrah ke Bali usai menamatkan pendidikannya di sebuah institusi seni di Kanada. Niatnya ke Bali hanyalah untuk liburan, namun dalam perjalanannya justru John jatuh cinta dengan kebudayaan, kehidupan seni, serta keramahtamahan orang Bali. Dari kekagumannya terhadap Bali itulah lantas menginspirasinya untuk membuat sebuah karya.</p>
<p>Ia pun berbaur dengan kehidupan para pengrajin perhiasan perak di Bali. Uniknya John bukanlah seorang desainer andal, apalagi seniman perhiasan. Melainkan, ia adalah seorang konseptor dan visioner yang ulung, di mana mampu mentransfer sejumlah ide dan konsep briliannya kepada perajin Bali agar direalisasikan untuk menjadi koleksi perhiasan yang menawan. John mampu mengkolaborasikan teknik tradisional khas perajin perhiasan Bali dengan selera modern yang dimilikinya.</p>
<p>Bali &amp; Beyond Travel Fair 2017 merupakan perhelatan yang keempat kalinya. Acara ini berlangsung dari 7 Juni 2017 hingga 11 Juni 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Selain menghadirkan lebih dari 200Â <em>seller</em>Â dan sekitar 200 <em>buyer</em>, BBTF 2017 juga diliput sekitar <a href="http://venuemagz.com/event/bali-beyond-travel-fair-2017-diliput-100-media-dalam-dan-luar-negeri/">100 media dari dalam dan luar negeri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/peserta-bbtf-2017-merangkai-perhiasan-di-john-hardy-ubud/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8576</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bali &#038; Beyond Travel Fair 2017 Diliput 100 Media Dalam dan Luar Negeri</title>
		<link>https://venuemagz.com/event/bali-beyond-travel-fair-2017-diliput-100-media-dalam-dan-luar-negeri/</link>
					<comments>https://venuemagz.com/event/bali-beyond-travel-fair-2017-diliput-100-media-dalam-dan-luar-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nila Sofianty]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2017 09:06:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Bali & Beyond Travel Fair]]></category>
		<category><![CDATA[BBTF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://venuemagz.com/?p=8560</guid>

					<description><![CDATA[Ajang Bali &#38; Beyond Travel Fair (BBTF) kembali digelar untuk yang keempat kalinya. Acara ini resmi dibuka hari ini, 7 Juni 2017, dan berlangsung hingga 11 Juni 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Selain menghadirkan lebih dari 200 seller dan sekitar 200 buyer, BBTF 2017 juga diliput sekitar 100 media dari dalam dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ajang Bali &amp; Beyond Travel Fair (BBTF) kembali digelar untuk yang keempat kalinya. Acara ini resmi dibuka hari ini, 7 Juni 2017, dan berlangsung hingga 11 Juni 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).</p>
<p>Selain menghadirkan lebih dari 200 <em>seller</em> dan sekitar 200 buyer, BBTF 2017 juga diliput sekitar 100 media dari dalam dan luar negeri. Pada hari pertama acara, 7 Juni 2017, sekitar 80 jurnalis berbagai media sudah mendaftarkan diri untuk meliput acara ini, dengan rincian 52 jurnalis lokal, 8 media nasional, dan 22 media asing. Menurut Andry Kurniawan, salah tim panitia bidang media, jumlah jurnalis tersebut merupakan jumlah yang telah mendaftar sebelum hari-H, sementara hingga hari pertama masih ada sejumlah permintaan dari berbagai media yang akan meliput dan belum terdaftar di daftar.</p>
<p>&#8220;Dari daftar nama-nama jurnalis yang tertera memang yang sudah melakukan registrasi beberapa hari sebelumnya, sementara hingga hari ini masih ada sejumlah jurnalis yang baru mengkontak kami untuk meliput, jadi jumlahnya akan lebih banyak lagi,&#8221; ujar Andry Kurniawan.</p>
<p>BBTF 2017 yang diselenggarakan Association of the Indonesian Tours &amp; Travel Agencies (Asita) Bali dan didukung Kementerian Pariwisata ini ditargetkan diikuti sebanyak 241 <em>tour operator</em> dari seluruh negara. I Ketut Ardana, S.H., Ketua Panitia Penyelenggara Bali &amp; Beyond Travel Fair 2017, mengatakan, bahwa jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 lalu yang diikuti 228 <em>tour operator </em>dengan transaksi mencapai Rp9,4 triliun dengan target mendatangkan 500.000 wisman ke Indonesia.</p>
<p>&#8220;Dengan jumlah operator yang bertambah, diharapkan akan menaikkan jumlah pencapaian dibanding tahun lalu,&#8221; ujar I Ketut Ardana.</p>
<p><a href="http://venuemagz.com/event/5-alasan-perlu-berpartisipasi-di-bali-beyond-travel-fair-2017/"><strong>(Baca juga:Â 5 Alasan Perlu Berpartisipasi di Bali &amp; Beyond Travel Fair 2017)</strong></a></p>
<p>Bagi Indonesia, BBTF 2017 selain menjual wisata Bali dan beragam potensi wisata di Tanah Air, juga akan memperkenalkan 10 destinasi prioritas dan Bali Beyond kepada para pembeli potensial dari seluruh penjuru dunia. Ardana menjelaskan, BBTF merupakan salah satu <em>event</em> cukup besar dan bergengsi dalam bursa pariwisata. <em>Event</em> ini memiliki nilai strategis bagi pariwisata Bali.</p>
<p>&#8220;Selain untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bali maupun Indonesia, juga sebagai ajang promosi wisata,&#8221; kata Ardana.</p>
<p>Meski diselenggarakan di Bali, Sumatera Selatan dan Yogyakarta akan menjadi <em>highlight</em> yang ditonjolkan selama ajang pameran berlangsung. &#8220;Tahun ini Sumatera Selatan dan Yogyakarta ikut kita promosikan. Hal ini merupakan salah satu bentuk promosi Asian Games 2018 yang dilangsungkan di Palembang. 10 destinasi prioritas juga ikut ambil bagian,&#8221; ujar Ardana.</p>
<p>Sebelumnya Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam berbagai kesempatan juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan <a href="http://venuemagz.com/event/5-alasan-perlu-berpartisipasi-di-bali-beyond-travel-fair-2017/">Bali &amp; Beyond Travel Fair</a>. Menurutnya, <em>event</em> ini turut membantu meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia yang ditargetkan 20 juta wisman pada 2019 mendatang.</p>
<p>&#8220;Great Bali merupakan mesin pencetak wisman karena sekitar 40 persen wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Bali. Great Bali kita jadikan sebagai â€˜jendela pariwisataâ€<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2122.png" alt="™" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Indonesia dan sangat efektif dalam menarik kunjungan wisman untuk melanjutkan wisata ke kawasan Indonesia Timur atau Bali Beyond,&#8221; kata Arief Yahya.</p>
<p>Dalam Bali &amp; Beyond Travel Fair 2017 kali ini, selain acara B2B <em>travex,</em> juga dilaksanakan sejumlah program acara lain, seperti BBTF Tourism Seminar, <em>Direct Presentation</em>, serta <em>pre-tour</em> dan <em>post tour</em>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://venuemagz.com/event/bali-beyond-travel-fair-2017-diliput-100-media-dalam-dan-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8560</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
