Rekomendasi Destinasi Gereja Bersejarah untuk Liburan Natal

Tuesday, 23 December 25 Bonita Ningsih

Jakarta, Venuemagz.com – Perayaan Natal sudah di depan mata. Umat Kristiani telah mempersiapkan berbagai cara untuk merayakan hari raya tersebut dengan sanak saudara. Ada yang memilih pulang kampung atau berkunjung ke berbagai destinasi bersejarah untuk merayakan hari Natal.

Salah satu pilihan destinasi terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan berkunjung ke gereja-gereja bersejarah. Indonesia sendiri memiliki banyak bangunan gereja bersejarah yang telah berdiri selama ratusan tahun. 

Gereja-gereja tersebut menawarkan pesona arsitektur klasik peninggalan era kolonial dan menjadi destinasi wisata religi serta sejarah yang menarik. Berikut ini rekomendasi destinasi gereja bersejarah di Indonesia yang dapat dikunjungi selama liburan Natal versi Kementerian Pariwisata.

  • Gereja Tugu, Jakarta

Gereja Tugu merupakan sebutan akrab dari Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) yang berada di daerah Tugu, Jakarta Utara. GPIB Tugu menjadi salah satu gereja Protestan tertua di Jakarta yang didirikan pada tahun 1678. 

Didirikan oleh komunitas Mardijkers yaitu bekas budak dari India, Malaka, dan Benggala yang dibebaskan oleh VOC. Mereka semua telah berasimilasi dengan budaya lokal sambil memeluk agama Kristen Protestan.

Arsitektur gereja ini sederhana namun sarat makna karena mencerminkan perpaduan budaya antara Eropa dan lokal nan unik. Tak hanya bangunan, keunikan lainnya juga terlihat dari tradisi-tradisi yang dilakukan oleh para umatnya.

Komunitas di sekitar Gereja Tugu masih mempertahankan tradisi “Cafrinho” dan musik keroncong Tugu sebagai warisan budaya Portugis-Indonesia. Gereja ini bukan hanya destinasi wisata religi, tetapi juga pusat pelestarian budaya Tugu yang menawarkan pengalaman sejarah berbeda dari gereja lain di Jakarta.

  • Gereja Blenduk, Semarang

Di Pulau Jawa lainnya juga terdapat gereja bersejarah seperti GPIB Immanuel Semarang alias Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang. Tempat ini menjadi gereja Protestan tertua di Jawa Tengah yang didirikan oleh komunitas Belanda pada tahun 1753. 

BACA JUGA:   Destinasi Wisata Rekomendasi Sandiaga Uno Untuk Liburan Sekolah

Nama “Blenduk” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “menggelembung” atau “kubah”. Hal tersebut dilihat dari bentuk atapnya yang bulat sehingga nama Blenduk masih melekat hingga sekarang.

Arsitektur gereja ini merupakan perpaduan gaya Neo-Klasik dan Barok dengan kubah tembaga besar nan ikonik. Memiliki interior menakjubkan seperti altar dari kayu jati yang besar hingga organ pipa barok bersejarah meskipun kini sudah tidak berfungsi optimal.

Gereja Blenduk tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga daya tarik utama wisatawan di Kota Lama Semarang. Pasalnya, gereja ini memiliki lokasi strategis di depan Taman Srigunting sehingga menjadikannya ojek fotografi yang populer. 

  • GKPA Pakantan, Mandailing Natal

Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) Pakantan merupakan destinasi sejarah lainnya yang dapat dikunjungi saat berada di Sumatera Utara. Terletak di desa Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal, gereja ini diklaim sebagai gereja tertua yang ada di daratan Pulau Sumatera. 

Usia gereja ini hampir mencapai 200 tahun sehingga berkaitan erat dengan masuknya zending (misi) Kristen ke wilayah Tapanuli Selatan dan Mandailing. Oleh sebabnya, GKPA Pakantan menjadi penanda sejarah penting penyebaran agama Kristen Protestan di Sumatera Utara. 

Daya tarik dari gereja ini dapat dilihat dari segi arsitektur bangunan yang memadukan unsur kolonial dengan kearifan lokal budaya Mandailing. Lokasinya yang berada di daerah pegunungan juga menjadi daya tarik tersendiri sebagai destinasi wisata bersejarah saat liburan Natal.

  • GKE Imanuel Mandomai, Kalimantan Tengah

Tidak hanya Jawa dan Sumatera, Kalimantan juga memiliki destinasi gereja bersejarah yang wajib dikunjungi umat Kristiani. Salah satunya adalah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Imanuel yang berada di Mandomai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. 

GKE Imanuel Mandomai merupakan salah satu gereja tertua di Pulau Kalimantan yang didirikan pada 3 Desember 1876. Gereja ini menjadi titik awal penyebaran agama Kristen Protestan di kalangan masyarakat Dayak di pedalaman Kalimantan Tengah oleh para misionaris dari Jerman.

BACA JUGA:   Tujuh Rekomendasi Wisata Religi untuk Rayakan Paskah

Bangunan gereja Imanuel Mandomai memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan gaya Indis (Eropa) dan Dayak. Interiornya pun menampilkan tiga panel mosaik kaca patri di altar yang dibuat di Jerman pada tahun 1910. 

Saat ini, GKE Imanuel Mandomai telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah. Statusnya sebagai gereja tertua di Kalimantan mampu menarik umat yang ingin beribadah atau sekadar mengagumi warisan sejarah dan budaya.

  • Gereja Katolik Katedral Reinha Rosari, Larantuka

Kali ini masuk ke Gereja Katolik yang menjadi salah satu destinasi bersejarah di daerah Flores Timur yaitu Gereja Katedral Reinha Rosari, Larantuka. Sekarang, gereja ini telah menjadi salah satu ikon utama perkembangan agama Katolik di kawasan Indonesia Timur. 

Arsitektur gereja ini mencerminkan warisan kolonial dan peran krusialnya sebagai pusat keuskupan Larantuka. Memiliki bangunan yang megah, gereja ini menjadi saksi bisu sejarah panjang tradisi Katolik di Flores. 

Gereja ini dibangun pada tahun 1884 dan telah melewati beberapa renovasi yang lebih modern. Gereja ini juga telah dikenal dengan tradisi Paskah “Semana Santa” yang berlangsung ratusan tahun sejak kedatangan misionaris Dominikan Portugis pada abad ke-16.

Setiap tahunnya menjelang Paskah, ribuan peziarah dan wisatawan berkumpul di Larantuka untuk mengikuti prosesi Semana Santa. Katedral Reinha Rosari menjadi titik utama perayaan tersebut sehingga menjadikannya sebagai destinasi menarik bagi banyak orang khususnya beragama Katolik.

  • Gereja Sentrum Manado (GMIM Manado)

GMIM Manado merupakan gereja tertua di ibu kota Sulawesi Utara yang berdiri sejak 1677. Gereja ini telah menjadi bagian sejarah dari perkembangan ibukota provinsi yang terkenal dengan sebutan Bumi Nyiur Melambai.

Berlokasi di jantung kota, gereja ini mudah diakses sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Dengan demikian, gereja ini memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat.

BACA JUGA:   Rekomendasi Event Nasional hingga Internasional di November 2025

Selain strategis, arsitektur kolonial yang megah dan terawat menjadi daya tarik lainnya yang ditawarkan GMIM Manado. Interiornya juga mempertahankan elemen asli dengan pilar-pilar besar serta menara lonceng yang menjadi landmark terkenal di Manado.

  • Gereja Tua Hila, Ambon

Maluku tak hanya menyimpan kekayaan alam dan budaya, namun juga sejarah. Hal ini terlihat dengan adanya Gereja Protestan Maluku (GPM) Ebenhaezer atau biasa dikenal Gereja Tua Hila yang terletak di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. 

Bangunan gereja didirikan pada abad ke-17 oleh VOC dan menjadi salah satu struktur gereja tertua di Kepulauan Maluku. Sejak didirikan, gereja ini menjadi saksi bisu penyebaran agama Kristen di Maluku yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dengan bangsa Eropa di masa silam.

Arsitektur gereja dibuat dengan khas kolonial Belanda dengan dinding tebal, jendela besar, serta atap tinggi. Itu semua dibuat untuk membuat bangunan yang tahan iklim tropis dan gempa bumi di wilayah tersebut. 

Sejumlah benda bersejarah juga tersimpan rapi di gereja tersebut seperti Alkitab tua berbahasa  Belanda, lonceng gereja kuno, dan perabot kayu jati yang usianya sudah ratusan tahun. Tak heran jika tempat ini dijadikan pusat spiritual bagi jemaat lokal serta destinasi wisata bersejarah di Maluku.

Itu semua tujuh destinasi gereja bersejarah di Indonesia yang dapat kamu kunjungi saat libur Natal tiba. Tempat-tempat tersebut dibuka untuk umum, terutama yang tertarik mempelajari sejarah atau sekadar berinteraksi dengan masyarakat sekitar.