Jakarta, Venuemagz.com – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, event Alif Raya Market hadir untuk pertama kalinya di Jakarta. Mengambil lokasi di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, acara ini hadir selama empat hari mulai tanggal 5 hingga 8 Maret 2026.
Alif Raya Market menghadirkan sebuah pameran brand lokal fesyen muslim, produk lifestyle, pelaku UMKM, hingga komunitas kreatif dalam satu ruang kolaborasi. Terdapat juga pameran seni, talkshow inspiratif, hingga berbagai aktivitas sosial Ramadan yang melibatkan komunitas kreatif dan masyarakat.
“Kami hadir di Pasaraya karena saat ini tengah menjadi tempat yang hype dan pusatnya anak gen Z. DI sini, mereka bisa berkumpul untuk beli baju Lebaran, buka puasa bersama, atau sekadar nongkrong,” kata Founder Alif Raya Market, Muhammad Triangga.
Menurutnya, latar belakang terselenggaranya acara ini karena keinginannya untuk menghadirkan ruang kreatif bagi komunitas muslim yang lebih modern. Komunitas yang relevan dengan gaya hidup generasi muda, namun tetap mengedepankan syariat-syariat islam.
“Kami ingin menghadirkan event muslim yang tetap mencerminkan identitas religius, tetapi juga modern dan dekat dengan lifestyle anak muda. Jadi teman-teman bisa tetap tampil stylish tanpa meninggalkan nilai-nilai yang mereka pegang,” ujar Triangga.
Dukungan Pemerintah

Pelaksanaan Alif Raya Market 2026 mendapatkan dukungan pemerintah salah satunya Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf). Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan dukungan ini sebagai bentuk penguatan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor fesyen muslim atau modest fashion yang terus berkembang di Indonesia.
Menurutnya perkembangan modest fashion Indonesia menunjukkan potensi yang besar sehingga memperkuat posisinya dalam industri modest fesyen muslim dunia. Penguatan subsektor fesyen merupakan bagian penting dari strategi pengembangan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth, melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas kreatif, dan masyarakat.
Irene menilai Alif Raya Market dapat menjadi wadah yang ideal untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai trendsetter fesyen muslim dunia. Pasalnya, banyak sekali brand lokal modest asal Indonesia yang tampil dalam acara ini dan didukung dengan komunitas terkait lainnya.
“Brand lokal membutuhkan panggung. Lewat event seperti ini, masyarakat bisa melihat langsung kualitas produk kreatif Indonesia. Ini bukti bahwa brand lokal kita siap bersaing, bukan hanya di pasar nasional tetapi juga di tingkat global,” ungkap Irene.
Hal senada juga dikatakan Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif Romi Astuti yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat modest fesyen dunia. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy, modest fashion Indonesia menempati peringkat pertama secara global sehingga potensi yang dimiliki Indonesia sudah sangat kuat.
“Kita tidak perlu memaksa masyarakat menggunakan produk lokal. Kualitas brand lokal kita sudah sangat baik. Cukup beri satu kesempatan untuk mencoba produk lokal, maka orang akan melihat sendiri kualitasnya dan kebanggaan terhadap brand lokal akan tumbuh dengan sendirinya,” jelas Romi.
Dukungan dari pemerintah tersebut disambut baik oleh Triangga sebagai bentuk kebangkitan brand lokal yang semakin kuat. Alif Raya Market menjadi ruang bagi pelaku kreatif untuk menunjukkan kualitas produknya sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap brand lokal.
“Sekarang adalah masanya brand lokal. Dukungan dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat diharapkan dapat membuat brand lokal semakin berkembang,” tutupnya.




