Jakarta, Venuemagz.com — The People’s Pleasure kembali mengadakan pameran wewangian dan gaya hidup lokal bernama Jagat Aroma. Berbeda dari tahun sebelumnya, Jagat Aroma hadir bersamaan dengan Social Pavilion yang merupakan pameran fesyen dan juga perawatan tubuh.
Jagat Aroma x Social Pavilion hadir untuk pertama kalinya di Jakarta pada tanggal 27 Februari-1 Maret 2026. Berlokasi di Brickhall Fatmawati Jakarta Selatan, pameran ini hadir sebagai wadah selebrasi kreativitas dan inovasi dalam industri aroma, fesyen, dan perawatan tubuh lokal.
Manager of Operations & Projects The People’s Pleasure, Nugroho Adi Murtopo, mengatakan bahwa acara ini menjadi bagian dari komitmennya untuk menghadirkan pengalaman berbelanja saat bulan Ramadan. Di sini, para pengunjung bisa mendapatkan pengalaman berbelanja menyenangkan mengingat banyak brand lokal dari sektor aroma dan gaya hidup mengikuti pameran ini.
“Bulan Ramadan sebagai bulan yang secara tren merupakan puncak dari kegiatan jual-beli sepanjang tahun menjadi momen yang tepat bagi masyarakat untuk bisa mendukung dan membeli brand lokal Indonesia,” ungkap Nugroho Adi.
Peserta pameran berasal dari puluhan brand lokal seperti sektor parfum, aromaterapi, home fragrance. Ada juga dari sektor fesyen pria dan wanita, fesyen muslim, fesyen anak, perawatan tubuh, hingga aksesoris fesyen yang akan berpartisipasi selama tiga hari ke depan.

“Ini yang menjadi pembeda di tahun ini karena Jagat Aroma tidak hanya menawarkan parfume tetapi juga banyak fesyen di dalamnya. Secara presentasi, peserta dari sektor aroma ada 60 persen dan sisanya fesyen,” ujar Inggrit selaku Bisnis Development Jagat Aroma x Social Pavilion 2026.
Dengan ekspansi tersebut, Jagat Aroma x Social Pavilion 2026 ditargetkan dapat mendatangkan 3.000 pengunjung setiap harinya. Target tersebut dinilai ideal mengingat lokasi acara berada di kawasan strategis dan harga tiket masuk yang terjangkau.
“Harta tiket masuk per harinya itu Rp20.000. Namun, bagi yang membeli tiket menggunakan bank BCA hanya perlu membayar Rp10.000 per orang per hari,” lanjut Inggrit.
Dukungan Pemerintah dan Sponsor
Tahun ini, Jagat Aroma x Social Pavilion telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti Bank Indonesia Jakarta melalui FRWRD sebagai official titling partner. Lalunada BCA Bangga Lokal sebagai official banking partner, Lalamove sebagai official transportation partner, serta Cleo sebagai official mineral water partner.
Dukungan lainnya datang dari pemerintahan seperti Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Keduanya secara aktif mendukung pertumbuhan industri aroma dan gaya hidup lokal Indonesia sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif dan perindustrian Indonesia.
Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Romi Astuti, mengapresiasi acara ini karena dapat mempertemukan dua ekosistem sekaligus yaitu aroma dan fesyen. Hal ini mempermudah jalannya ekosistem kreatif Indonesia dan meningkatkan ekonomi negara.

Dengan adanya pameran ini, Romi juga berharap agar tumbuh brand-brand baru di Indonesia baik dari sektor aroma maupun fesyen. Nantinya, mereka dapat lebih meningkatkan daya saingnya tidak hanya ke kancah nasional tetapi ke tingkat dunia.
“Kami melihat dari tahun ke tahun pameran ini semakin bagus dan kolaborasinya juga semakin ditingkatkan. Oleh sebabnya, kami akan terus mendukung kegiatan ini agar bisa berkembang dan menginspirasi lebih banyak pelaku industri,” jelas Romi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Andika mendukung pameran ini karena dapat membantu mengembangkan produsen wewangian. Menurutnya, pemain lokal telah memiliki peran besar dalam pengolahan hasil hutan dan perkebunan yang terlihat dari semakin maraknya brand aroma lokal dan fesyen lokal.
“Dengan memanfaatkan bahan baku dari Indonesia, mereka dapat bersaing dengan brand kenamaan internasional. Makanya, saya berharap acara ini dapat menginspirasi lebih banyak lagi pelaku usaha agar bisa menyerap hasil hutan dan perkebunan lokal secara lebih masif,” ungkap Putu.
Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia DKI Jakarta, Hery Afrianto, menjelaskan bahwa tombak utama dari digitalisasi pembayaran yang diusung oleh Bank Indonesia sering dilakukan oleh pelaku usaha lokal terutama saat pameran. Oleh sebabnya, ia mendukung Jagat Aroma x Social Pavilion agar dapat mengaplikasikan sistem pembayaran dari Bank Indonesia selama pameran berlangsung.
“Banyak sekali keuntungan yang didapat dari transaksi digital seperti terhindar uang palsu dan tidak perlu repot menyiapkan kembalian. Jadi, semuanya dibuat simpel dengan adanya transaksi digital ini,” tutupnya.




