BerandaEventBatik Jadi Tren Mode dan Gaya Hidup

Batik Jadi Tren Mode dan Gaya Hidup

Published on

spot_img
spot_img

Batik tak hanya cocok dikenakan untuk acara resmi, tapi juga dapat menjadi gaya berpakaian yang kasual. Untuk memperkenalkan batik sebagai gaya fashion terkini, Debindo Mitra Tama menyelenggarakan Batik Fashion 2016 pada 23-27 November 2016 di Grand City Surabaya.

Boediono, Direktur PT Debindo Mitra Tama, mengatakan, acara ini diikuti 175 peserta yang merupakan perajin batik dari luar Jawa Timur, di antaranya dari Solo, Madura, Kediri, Yogyakarta, Lasem, Cirebon, Bandung, Pekalongan, dan Jakarta. Boediono menargetkan acara ini dikunjungi sekitar 25.000 orang.

BACA JUGA:  IIMS Makassar 2019 Digelar 1-5 Mei 2019

Putu Sulistiani Prabowo, Ketua APBJ (Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur), mengatakan, melalui Batik Fashion 2016 ini juga dapat terlihat kesempatan untuk pengembangan ekonomi kreatif. Event ini juga menunjukkan keterampilan dari anak asuh YPAC (Yayasan Penyandang Anak Cacat) Indonesia bekerja sama dengan Rotarry Club dan Dinas sosial Pemkot Surabaya.

“Pameran tahun ini cukup berbeda, yakni dari ketersediaan space dengan sistem sharing profit 80:20 bagi yang belum mampu menyewa stan. Dengan demikian, para pelaku UKM batik tetap bisa melakukan transaksi produk dengan harga murah dan berkualitas,” ujar Putu.

BACA JUGA:  ASPERAPI Mulai Susun Protokol Kesehatan

Denny Djoewardi, Ketua APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) Jawa Timur, mengatakan, aplikasi kain batik juga merupakan tren mode busana yang sekaligus menjadikannya gaya hidup di kalangan masyarakat.

“Tahun ini ada empat sub tema yang digemari masyarakat, yakni warna, gaya, detail busana, serta corak motif yang menonjolkan ciri khas daerah masing-masing. Dari tahun ke tahun tren mode juga mengalami perubahan, salah satunya warna monokrom dan warna indigo kain batik,” ujar Denny.

BACA JUGA:  Mencoba Olahraga Menantang di IIOutFest 2017

APPMI mengklaim Jawa Timur memiliki motif dan corak yang khas, antara lain batik pesisir dengan corak pantai, nuansa laut, burung, dan alam; Sawunggaling dengan corak tanaman bakau dan ayam berkisar; dan Banyuwangi dengan motif gajah oling.

“Ke depan, rencana kami dari asosiasi mencanangkan patron batik bisa lebih menyerap pangsa pasar lebih jelas dan luas. Artinya, APPMI segera kerja sama dengan 20 daerah untuk pembinaan dari sisi tren mode, motif, warna, dan desain,” ujar Denny.

Penulis: Jefri Yulianto

spot_img

IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 Hadirkan Teknologi Terkini hingga Cek Gigi Gratis

Jakarta, Venuemagz.com - Krista Exhibitions Group bekerja sama Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium...

IndoBeauty Expo 2026 Buka Peluang Investasi dan Kolaborasi Internasional

Jakarta, Venuemagz.com - Industri kecantikan tanah air kini tengah berkembang pesat. Hal ini didorong...

MICE Meets Heritage: Meeting Sambil Belajar Sejarah di House of Tugu Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Tua Jakarta, House of Tugu hadir sebagai...

Menikmati Layanan Setara Hotel dan Mewahnya Palmeera Lounge

Di tengah pertumbuhan perjalanan umrah dari Indonesia yang terus meningkat setiap tahun, persaingan bisnis...

IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 Hadirkan Teknologi Terkini hingga Cek Gigi Gratis

Jakarta, Venuemagz.com - Krista Exhibitions Group bekerja sama Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium...

IndoBeauty Expo 2026 Buka Peluang Investasi dan Kolaborasi Internasional

Jakarta, Venuemagz.com - Industri kecantikan tanah air kini tengah berkembang pesat. Hal ini didorong...

MICE Meets Heritage: Meeting Sambil Belajar Sejarah di House of Tugu Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Tua Jakarta, House of Tugu hadir sebagai...