Festival ini juga memilih sejumlah pemenang dalam lomba film yang terdiri atas empat kategori. Pihak penyelenggara memberikan penghargaan kepada Film Feature Terbaik, yaitu Birthday karya Jong-Un Lee (Korea), Film Dokumenter Terbaik: Bruce Lee and the Outlaw, Joost Vandebrug (Belanda), Film Pendek Terbaik: The Wind Phone, Kristen Gerweck (Amerika), dan Penghargaan Gary L. Hayes untuk Pembuat Film Pendatang Baru Indonesia: Sarvani Bhutani (All Living Beings) karya Rama Bayu Aji.
Duduk sebagai juri adalah Maryanne Redpath, kurator film dari kategori “Generation” di Berlin International Film Festival; Cornelio Sunny, produser film yang produktif yang juga merupakan seorang aktor Indonesia; Fátima Lianes, Wild Mind Films, seorang mantan kepala Content Asia for Mediapro, produser dari The Young Pope (SKY / HBO); Paul Agusta, seorang sutradara sekaligus aktor di AS dan Indonesia, kritikus veteran, manajer festival, serta seorang kurator; Popo Danes, arsitek terkenal Bali serta merupakan advokat estetika dan budaya Bali; serta David Metcalf, produser film dokumenter dan pendiri acara tahunan International Indigenous Film Festival Bali
“Balinale tumbuh seiring berjalannya tahun, dan pada tahun 2019 kami sangat senang telah menerima sejumlah film karya sineas Indonesia. Para penonton telah menikmati koleksi film luar biasa dari 28 negara,” ujar Deborah.
Tahun ini cerita bertemakan kawula muda serta anak-anak mendapatkan perhatian khusus, contohnya karya Maryanne Redpath, seorang kurator film dari Berlinale di Jerman yang membagikan pemikirannya dalam lokakarya Berlinale Spotlight bagian Generation. Redpath telah membuat dirinya sendiri berbeda dari yang lainnya di dunia perfilman dengan terus membuat film dengan mengangkat tema anak-anak. Pada acara Balinale tahun ini, ia menyajikan film-film yang telah dipilihnya dari pemutaran di Berlinale.
Balinale dibuka dengan film The King (2019), didatangkan langsung dari World Premier-nya di Venice Film Festival, festival film tertua di dunia. Sementara film terakhir yang ditayangkan adalah Bumi Manusia (2019) yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.





