Food & Hospitality Indonesia (FHI) telah resmi dibuka pada tanggal 22 hingga 25 Juli 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Memasuki edisi ke-19, pameran ini dihadirkan bersamaan dengan Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, serta Retail Indonesia.
Pameran dagang ini menghadirkan produk dan teknologi terkini dari industri makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia. Acara ini juga menjadi ajang untuk mempromosikan praktik berkelanjutan di seluruh sektor mulai dari makanan, minuman, hingga hospitality.
“Kami kembali hadir dengan misi yang sama yaitu mendukung keberlanjutan lingkungan serta efisiensi sumber daya. Penyelenggaraan tahun ini juga membuktikan komitmen kita untuk hadir memberikan dampak positif bagi lingkungan,” kata Juanita Soerakoesoemah, Portofolio Director FHI 2025 saat pembukaan pameran di Jakarta tanggal 22 Juli 2025.

Pembukaan pameran tahun ini juga dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya. Dalam sambutannya ia menyatakan dukungannya terhadap acara ini karena dapat membuka peluang bagi industri lokal untuk dapat bersanding dengan pasar internasional.
“Industri makanan dan minuman menyumbang sekitar 38 persen PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Sehingga kami sangat mengapresiasi pelaksanaan FHI 2025 yang dapat memberikan dorongan untuk pertumbuhan dan peningkatan industri kuliner dan perhotelan di Indonesia,” jelas Teuku Riefky.
Melalui FHI 2025, ia berharap agar pelaku industri kreatif Indonesia dapat menghadirkan produk yang kompetitif dan berinovasi. Tujuannya agar dapat bersaing dengan produk dari negara lain yang semakin agresif untuk melebarkan sayapnya ke pasar global.
“Kami harap industri ini dapat menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif Indonesia sehingga kami akan selalu mendukung acara ini,” dia menambahkan.
FHI 2025 mengusung tema “Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan” untuk mendukung eksistensi industri tersebut ke depannya. Tema ini juga untuk mempercepat pertumbuhan berkelanjutan dalam industri F&B di Indonesia dalam kerangka ‘Indonesia 4.0’.
“Kami percaya bahwa praktik berkelanjutan akan memberikan masa depan yang baik bagi industri-industri tersebut. Oleh sebabnya, kami dorong hal tersebut untuk menciptakan industri hijau,” ujar Juanita.

Dalam penyelenggaraannya, pameran ini menghadirkan kurang lebih 700 peserta yang berasal dari produsen, distributor, dan retailer sektor kuliner dan perhotelan. Peserta pameran berasal dari lebih 35 negara seperti Amerika Serikat, Cina, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.
Selain itu, FHI juga menghadirkan area spesial ‘Kaiyuan’ Plan 2025 -China Bakery & Food Pavilion yang hadir perdana di tahun ini. Area ini menampilkan inovasi lebih dari 20 perusahaan terkemuka di industri baking Tiongkok melalui demo langsung dan booth interaktif.
“Dengan demikian, FHI menampilkan makanan dan minuman premium dari seluruh dunia. Acara ini juga telah menjadi panggung eksklusif dalam peluncuran teknologi canggih yang membentuk masa depan industri,” tutup Juanita.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke FHI 2025 dapat melakukan registrasi di pintu masuk Hall JIExpo dengan membayar tiket Rp150.000/orang. Informasi lebih lanjut mengenai acara ini dapat mengakses situs https://www.foodhospitalityindonesia.com/ dan media sosial resmi FHI.





