Indonesia terus memperkuat sistem pengadaan barang dan jasa sebagai instrumen strategis pembangunan nasional. Pengadaan tersebut dihadirkan dalam bentuk Katalog Elektronik (E-Katalog) yang saat ini sudah memasuki Versi 6.0 (V6).
Peluncuran E-Katalog V6 diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 10 Desember 2024. Kala itu, Prabowo, menegaskan digitalisasi pengadaan bukan sekadar modernisasi teknis, melainkan langkah besar menuju transparansi, efisiensi anggaran, serta pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Indonesia Catalogue Expo & Forum (ICEF) kembali hadir pada tahun ini tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus di JIExpo Kemayoran, Jakarta. ICEF 2025 juga hadir bersamaan dengan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) untuk pertama kalinya dalam ajang berskala nasional.
Ajang nasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dalam pelaksanaannya, ICEF-IPFE diorganisir oleh PT Satu Tujuan Event.
ICEF-IPFE hadir sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku usaha, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah membangun ekosistem pengadaan yang efisien, inklusif, transparan, dan berorientasi pada penggunaan produk dalam negeri.
Tahun ini, ICEF-IPFE mengusung tema “Digitalisasi Pengadaan untuk Indonesia Emas: Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutanâ€. Dengan tema tersebut diharapkan ICEF-IPFE 2025 menjadi katalis percepatan transformasi pengadaan nasional serta pengungkit pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

“ICEF tahun ini menjadi acara ketiga kami yang dimulai sejak tahun 2023. Kami gelar secara konsisten untuk mewujudkan komitmen Pak Prabowo dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,†kata Hendrar Prihadi, Kepala LKPP, saat Opening Ceremony ICEF-IPFE pada tanggal 30 Juli 2025 di Jakarta.
Menempati area seluas 2700 meter persegi, pameran ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kategori industri. Beberapa di antaranya teknologi informasi dan perangkat lunak, kendaraan dan electric vehicle, videotron, interactive smartboard, drone, alat berat dan permesinan, furnitur dan interior, hingga sektor kesehatan dan laboratorium.
Beberapa merek besar yang turut berpartisipasi dalam pameran ini adalah Lenovo (IT), Axioo (IT), Sharp (elektronik), Wuling dan BYD (EV), Silogin (asuransi) serta Vivente (furnitur).
Keikutsertaan pemain besar tersebut menandakan kesiapannya menjadi marketplace strategis bagi produk dan inovasi dalam negeri yang kompetitif secara global. BRI dan Bank DKI juga turut mendukung sebagai partner pembiayaan dan transaksi dalam acara ini.
“Jadi, pameran ini menjadi salah satu cara promosi dan pengenalan produk-produk mereka yang sudah tayang di E-Katalog. Tidak hanya sekadar ditayangkan di E-Katalog, tetapi, juga bisa mendapatkan pesanan melalui pameran ini,†ujarnya lagi.
Erwin Aksa, WKUK Bidang Organisasi Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, menjelaskan ICEF merupakan langkah nyata dalam memperkuat industri lokal di negaranya sendiri. Dengan harapan besar dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong peningkatan investasi dalam negeri.
“Pameran ini selaras dengan visi misi Kadin dari berbagai bidang untuk mencapai tujuan utama yaitu pertumbuhan ekonomi. Pameran ini juga untuk mendorong aktif sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,†ungkap Erwin dalam kesempatan yang sama.




