Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) kembali digelar untuk keempat kalinya di Grand Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Acara yang digelar bersamaan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) ini digelar selama tiga hari mulai tanggal 29 hingga 31 Juli 2026.
ICEF dan IPFE menjadi ajang strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi sistem pengadaan barang dan jasa nasional. Kegiatan ini tercipta atas kolaborasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Lembaga, dan Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI).
Mengusung tema “Dari Digitalisasi Menuju Pengadaan Modern: Transformasi Berbasis Data untuk Indonesia Emas”, ICEF–IPFE 2026 hadir sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Sinergi dalam membangun sistem pengadaan yang semakin modern, transparan, efisien, dan berbasis data.
“Indonesia emas bukan sekadar slogan, tetapi agenda besar bangsa. Oleh sebabnya, belanja pemerintah menjadi salah satu jawaban sebagai mesin pertumbuhan baru yang mampu menggerakan perekonomian negara,” kata Juan Permata, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin dalam Opening Ceremony ICEF-IPFE pada 29 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Etalase Nasional Produk Dalam Negeri
ICEF–IPFE hadir sebagai panggung bagi produk-produk unggulan nasional untuk tampil di hadapan ribuan pengambil keputusan sektor publik. Terdapat 29 perusahaan dan 10 lembaga menampilkan berbagai inovasi hadir dalam 50 booth yang telah disediakan.
Berbagai produk, layanan, dan solusi teknologi diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah menuju sistem yang lebih efektif dan berkelanjutan. Seluruhnya dihadirkan dalam sebuah ruang pameran yang menempati area seluas 1.023 meter persegi.

Selain ruang pameran fisik, penyelenggara juga menghadirkan etalase digital yang memungkinkan peserta memperkenalkan inovasi produk dan solusi jasa secara lebih luas. Produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi mendapat perhatian khusus sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.
Rangkaian Kegiatan Pameran
Selama tiga hari penyelenggaraan, ICEF–IPFE menghadirkan serangkaian kegiatan yang dapat dinikmati para pengunjung. Mulai dari talkshow, temu bisnis, bimbingan teknis (bimtek), hingga sertifikasi profesi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pelaku pengadaan sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi sektor swasta.
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sarah Sadiqa, mengatakan bahwa salah satu kegiatan yang paling ditunggu adalah forum temu bisnis. Forum ini mempertemukan langsung buyer dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Melalui forum ini peserta dapat mempresentasikan produk dan jasa secara langsung kepada para pengguna anggaran serta pejabat pengadaan dari berbagai daerah di Indonesia. Secara keseluruhan, acara ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas akses ke e-Katalog Pemerintah maupun sistem pengadaan BUMN yang terus berkembang.
“Ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, asosiasi, hingga pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem barang jasa pemerintah,” ujar Sarah dalam kesempatan yang sama.
Kemudian, program bimbingan teknis hadir sebagai sesi edukasi terkait implementasi e-Katalog kepada para pelaku usaha serta peserta pameran. Melalui program ini, peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai proses kurasi produk, mekanisme pendaftaran, hingga strategi pemasaran produk di lingkungan katalog elektronik pemerintah.
Program lainnya yang tak kalah menarik adalah seminar nasional, diskusi tematik, konsultasi teknis, serta forum sertifikasi profesi. Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem kolaboratif yang mempertemukan regulator, pelaku usaha, akademisi, asosiasi profesi, dan praktisi pengadaan.
Target Peserta dan Realisasi e-Katalog
Dengan banyaknya program kegiatan, ICEF–IPFE 2026 menargetkan dapat mendatangkan 15.000 pengunjung selama tiga hari. Target pengunjung berasal dari berbagai instansi pemerintah, antara lain Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan (PP), Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), serta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
“Harapannya enam bulan after event sudah dapat terlihat jumlah kesempatan bisnis matching yang benar-benar terealisasi. Kami juga harap jumlah UMKM dan koperasi daerah yang masuk katalog elektronik juga akan semakin bertambah,” ungkap Juan.
Pameran ini juga diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha untuk membangun kapasitas melalui pasar pengadaan nasional. Bagi pelaku usaha yang berhasil melakukannya, Kadin akan memberikan pendampingan khusus untuk kesiapan ekspor, memperluas jaringan bisnis, dan mendapatkan akses terhadap peluang pasar nasional.
“Kami percaya pengadaan barang ini merupakan sebuah instrumen untuk memperkuat investasi, meningkatkan daya saing industri, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan mendorong kesiapan pelaku usaha menuju global. Oleh sebabnya, perlu dilakukan ini semua untuk membangun roda ekonomi dan menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Juan.








