Indobuildtech Bali Dorong Sektor Properti dan Pariwisata Bali

Friday, 26 January 18   23 Views   0 Comments   Nila Sofianty
Indobuildtech 2015
Suasana pameran Indobuildtech 2015 di Jakarta. Foto: Dok. Venuemagz

Di tengah harapan kembali cerahnya geliat properti sekaligus dunia pariwisata Bali, Debindo Mitra Tama kembali menggelar pameran Indobuildtech Bali 2018 pada 28 Februari hingga 4 Maret 2018. Pameran yang diselenggarakan secara reguler oleh Debindo ITE di Jakarta, Surabaya, dan Bandung ini akan digelar di Sanur Paradise Plaza Hotel dengan mengangkat tema “All About The Latest Building Material & Technology Expo”.

Budiono, General Manager PT Debindo Mitra Tama sebagai penyelenggara Indobuildtech Bali, mengatakan, pameran ini bertujuan memberikan informasi komprehensif mengenai perkembangan industri dan teknologi bahan bangunan terkini kepada masyarakat dalam dan luar negeri. “Selain itu, pameran ini juga untuk membuka wawasan pemain industri konstruksi muda, seperti mahasiswa, akademisi, dan desainer muda, terhadap bahan bangunan dengan teknologi terbarunya,” ujar Budiono.

Senada dengan Budiono, Ketua Umum Kadin Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, berharap Indobuildtech Bali bisa mengobati kondisi properti Bali yang sejak tiga tahun lalu sedang tidak cerah. “Sejak tiga tahun lalu kondisi properti Bali bisa dikatakan ‘tidur’ dan tidak secerah tahun-tahun sebelumnya, dan pameran ini diharapkan bisa mengangkat lagi geliat properti Bali,” ujar AA Ngurah Alit.

Selain berdampak pada pemulihan kondisi properti Bali, AA Ngurah Alit juga berharap ajang pameran ini sekaligus membantu pemulihan sektor pariwisata, sebab ajang ini juga banyak mengundang pengunjung untuk menyaksikan pameran tersebut.

“Kalau bisa ke depannya pameran ini tidak digelar setahun sekali, tetapi enam bulan sekali untuk memacu industri konstruksi dan properti di Bali,” ujar Ngurah Alit.

Selain itu, menurut Alit, sektor pendamping lainnya juga harus diperhatikan, seperti sektor pengolahan limbah masyarakat atau limbah pariwisata dan sektor air serta drainase. “Bisa saja ada stan-stan yang memamerkan produk filter air dan lainnya karena di Bali 90 persen masyarakatnya masih bergantung dengan air bawah tanah,” ujar Alit.

Indobuildtech Bali 2018 diikuti oleh lebih dari 55 perusahaan pabrikan dan distributor bahan bangunan yang memasarkan berbagai bahan bangunan, antara lain produk cat, pintu, jendela, pemanas air, atap, alat potong, furnitur, perlengkapan kamar mandi, produk kebersihan, keramik, bahan-bahan kimia, kaca, dan sebagainya.

Indobuildtech Bali 2018 juga ditunjang dengan aneka kegiatan lain, seperti display arsitektur karya arsitek-arsitek Bali, display karya mahasiswa arsitektur, talk show dan seminar arsitektur, interior, jasa konstruksi dan pembangunan, forum arsitek Archinesia, Archinesia Academy, free product presentation dari para perusahaan peserta pameran, klinik konsultasi gratis arsitektur dan desain interior, serta pemberian penghargaan kepada peserta dengan desain dan konstruksi stan terbaik.

“Kami tetap menyelenggarakan kegiatan pameran industri bahan bangunan dan teknologi terbarukan di Bali untuk membuktikan bahwa Bali masih tetap aman untuk kegiatan skala nasional dan internasional,” kata Budiono.

Budiono mengatakan bahwa ini kali ke-9 Indobuildtech diselenggarakan di Bali. Pameran ini akan dibuka sejak pukul 10:00 hingga 21:00 WITA dan tidak dikenai tiket masuk, serta jika pengunjung membawa mobil akan diberikan pelayanan vallet parking gratis.