Jakarta, Venuemagz.com – Prospek industri bakery di Asia Tenggara terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal ini dapat dilihat dari nilai pasar yang diproyeksikan meningkat dari US$108,9 miliar pada 2023 menjadi US$149,9 miliar pada 2028.
Salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan tertinggi bagi industri bakery adalah Indonesia. Berdasarkan data, Indonesia diperkirakan mencatat pertumbuhan lebih tinggi dengan CAGR mencapai 8 persen dan nilai pasar sebesar Rp84,4 triliun pada 2028, menjadikannya salah satu pasar paling potensial di kawasan.
Melihat potensi tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bakery ASEAN 2026 pada 27–29 Agustus di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Pameran ini sekaligus menandai ekspansi internasional perdana dari Bakery China yang sudah diselenggarakan selama tiga dekade.
Pameran ini akan hadir di area seluas 5.000 meter persegi dengan memboyong lebih dari 100 peserta dan menargetkan lebih dari 5.000 pembeli profesional dari berbagai negara. Upaya ini dilakukan untuk menjaring kemitraan bisnis, ekspansi jaringan, hingga mengeksplorasi peluang baru di industri bakery.

Pasar Konsumen Terbesar di Asia Tenggara
Indonesia terpilih sebagai tuan rumah acara karena dinilai memiliki pasar konsumen yang besar di Asia Tenggara. Hal ini dilihat dari jumlah populasinya yang mencapai lebih dari 290 juta jiwa dan usia median sekitar 32 tahun.
Preferensi masyarakat Indonesia terhadap cita rasa pun juga tinggi seperti manis, keju, kelapa, coklat, serta konsumsi kopi yang telah menjadi gaya hidup. Hal ini tentu berdampak positif terhadap permintaan produk bakery dan camilan bercita rasa ringan.
DItambah dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten di kisaran 5 persen per tahun, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan prospek tertinggi bagi industri bakery. Semua kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pelaku industri untuk menghadirkan inovasi produk sekaligus memperluas pasar di Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga memiliki posisi strategis dalam kerja sama ekonomi regional dan global. Sejak resmi bergabung sebagai anggota BRICS pada 2025, hubungan ekonomi Indonesia dengan berbagai mitra internasional termasuk Tiongkok terus menunjukkan penguatan. Kondisi ini turut menciptakan iklim yang kondusif bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kolaborasi bisnis lintas negara.
Business Matching hingga Kompetisi
Tak hanya pameran, Bakery ASEAN juga menghadirkan serangkaian acara di dalamnya. Mulai dari ASEAN Bakery Industry Summit, masterclass, kompetisi profesional, hingga business matching antara buyer dan seller.
Ada juga roadmap sistematis untuk ekspansi global yang mencakup pengembangan kanal luar negeri, kepatuhan regulasi, sertifikasi halal, dan lokalisasi rantai pasok. Untuk mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut, segera lakukan registrasi melalui tautan https://bakery.maisonevents.id/register.







