Jakarta akan Menggelar Festival Musik Tahun 2000-an, SABIPHORIA, Pada Mei Mendatang

Thursday, 23 February 23 Bonita Ningsih

Untuk pertama kalinya, Sabi Project, menghadirkan festival musik SABIPHORIA pada tanggal 12-14 Mei 2023 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. SABIPHORIA akan menyajikan musik-musik di tahun 2000-an dan mengajak masyarakat untuk bernostalgia. 

“Kami menilai saat ini banyak festival musik yang tidak berkonsep atau belum mengambil satu tema khusus. Lalu, kami menghadirkan SABIPHORIA dengan fokus pada musisi-musisi di tahun 2000-an,” kata Ketua Pelaksana SABIPHORIA, Rahmat Rangga Riantho, saat konferensi pers di Jakarta belum lama ini.

Ia juga mengatakan acara seperti akan memperkaya alternatif acara hiburan bagi masyarakat khususnya yang menyukai musik-musik di tahun 2000-an. Apalagi, menurutnya, acara dengan konsep seperti ini masih jarang ditemui bahkan menjadi yang pertama diselenggarakan di Jakarta.

“Acara musik yang fokus dengan satu konsep seperti ini jarang dan yang saya tahu baru ada pertama kali di Bandung. Makanya, sekarang kita buat mahakarya seperti ini di Jakarta dengan konsep yang sedikit berbeda dan dikemas secara matang,” ungkap Ranggo begitu sapaan akrabnya.

BACA JUGA:   Industri MICE Indonesia Punya Posisi Kuat di Luar Negeri

Mengusung tema throw back ‘00s, acara ini menghadirkan 55 musisi lokal papan atas dari era 2000-an hingga masa kini. Musisi yang dihadirkan mayoritas berupa grup band dengan genre musik berbeda-beda mulai dari pop hingga hip hop.

“Jadi, musisi angkatan 2000-an itu yang kita hadirkan ada 90 persen, sisanya 10 persen musisi masa kini. Kenaap? Karena saya tidak mau idealis 100 persen sehingga harus memasukkan unsur yang baru di dalamnya,” ucap Ranggo yang juga menjadi Pendiri PT Sabi Kreatif Indonesia.

BACA JUGA:   28 Performance Hadir di IIMS Infinite Live, Open Gate Pukul 4 Sore

SABIPHORIA akan menghadirkan tiga panggung utama yang masing-masing menampilkan 6 hingga 7 musisi di dalamnya. Selain panggung musik, acara ini juga menghadirkan sebuah lorong waktu yang seakan-akan mengajak pengunjung kembali pada tahun 2000-an.

“Selain bisa bernostalgia dengan lagu-lagu favorit di zamannya, kami akan memberikan pengalaman berkesan bagi para penonton. Kami akan menghadirkan permainan pada zamannya dan juga alat transportasi zaman dulu. Pokoknya, pengunjung yang masuk ke venue akan merasa balik ke tahun 2000-an,” jelasnya lagi.

Nama SABIPHORIA sendiri diambil dari dua suku kata berbeda yaitu sabi (bisa) dan euphoria (bergembira). Dengan nama tersebut diharapkan acara ini mampu memberikan kegembiraan untuk masyarakat, penikmat musik, musisi, hingga pelaku industri kreatif yang terlibat di dalamnya.

BACA JUGA:   IIME Menjadi Pertolongan Pertama Pariwisata Indonesia

“Dengan makin banyak event yang digelar tahun ini, diharapkan bisa menjadi dukungan bagi para musisi tanah air, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” dia menambahkan.

Tiket SABIPHORIA telah dijual secara bertahap dengan harga early bird seharga Rp125.000 dan sudah sold out. Saat ini, pihak penyelenggara telah membuka tiket Presale seharga Rp150.000 per hari atau Rp355.000 untuk tiga hari. Pembelian tiket dilakukan secara online melalui laman SerMorpheus yang menjadi partner khusus untuk pengelolaan ticketing SABIPHORIA 2023.