Lima Strategi Pengembangan Ekspor UKM

Friday, 28 February 20 Herry Drajat

Untuk mendorong peningkatan ekspor Indonesia, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan menyelenggarakan seminar pada 27 Februari 2020 di Hotel Ciputra, Jakarta.

Seminar dengan tema “Digital Marketing Untuk Bisnis UKM” tersebut diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari asosiasi, BUMN, akademisi, pelaku usaha, eksportir, dan perwakilan dari instansi terkait. Seminar yang membahas kebijakan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung usaha peningkatan ekspor produk Indonesia tersebut dibuka resmi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Dody Edward.

Dody memaparkan strategi untuk pengembangan ekspor melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah refocus produk ekspor, dari produk primer ke produk olahan atau industri. Hal ini penting untuk mendapatkan nilai tambah. Menurut Dody, juga perlu dilakukan diversifikasi produk agar produk yang ditawarkan makin beragam.

Tahapan selanjutnya, menurut Dody, adalah menjalin perjanjian perdagangan dengan negara mitra dagang baru, memperluas pasar ekspor, promosi melalui pameran, serta yang tak kalah penting adalah meningkatkan daya saing produk dan SDM ekspor.

Kegiatan seminar ini juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Yongky Susilo dari PT Nielsen Indonesia, serta penganugerahan “Facilitator of the Year Award Tahun 2019” kepada Calex Supriyatno W. yang merupakan fasilitator PPEI (Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia).