Jakarta, Venuemagz.com – D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 resmi diluncurkan. Pameran garapan SkyConnection ini akan digelar pada 14-18 April 2026 di Senayan Tennis Indoor, Jakarta sebagai side event resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 2026.
Peluncuran ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dunia usaha, serta pemangku kepentingan ekonomi halal nasional dan internasional. Momen ini juga untuk menegaskan transformasi HEI dari pameran nasional menjadi platform kolaborasi halal berskala internasional di bawah kerangka kerja sama Developing-8 (D-8).
Kegiatan ini juga menjadi platform strategis yang menghubungkan bisnis, investor, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat perdagangan dan integrasi intra-D-8 di sektor ekonomi halal. Selain itu, untuk menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong ekonomi halal sebagai agenda kerja sama konkret antar negara berkembang.
“Setelah lima kali pelaksanaan sejak 2018 silam akhirnya kami mendapatkan pencapaian terbaik di tahun ini karena dapat menggelar Halal Expo Indonesia bersamaan dengan KTT D-8,” kata CEO SkyConnection, Aryo Wibisono, dalam Peluncuran D-8 Halal Expo Indonesia di Jakarta pada 14 Januari 2026.

Menurutnya, pameran ini dirancang dengan dengan pendekatan ekosistem end-to-end yang memiliki output bisnis terukur. Oleh sebabnya, pameran ini tidak hanya menghadirkan konsep business to consumer (B2B), tetapi juga business to business (B2C).
“Ini menjadi pameran halal pertama di Indonesia yang sifatnya B2B. Fokus utamanya business matching yang ketat dan terkurasi agar setiap pertemuan menghasilkan kesepakatan bisnis konkret yang berdampak nyata bagi stabilitas ekonomi setiap negara,” jelasnya lagi.
Area pameran B2B akan diisi 70 booth dengan peserta dari negara anggota D-8 serta mitra global lainnya. Negara yang tergabung dalam D-8 adalah Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki.
“Tahun ini kita juga akan hadirkan area Halal Cultural Festival dengan 44 booth dari anggota D-8. Jadi, kita akan tampilkan kebudayaan dan kuliner dari negara-negara tersebut dengan harapan dapat menghasilkan bisnis ke depannya,” ujarnya lagi.
Peserta pameran akan melibatkan pelaku dari berbagai sektor strategis seperti industri pangan halal, kosmetik, farmasi, jasa manufaktur, teknologi digital, logistik, keuangan syariah, hingga pariwisata ramah muslim.

Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis, Ary Aprianto yang mewakili Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Dubes Tri Tharyat, menjelaskan bahwa pameran dagang ini menjadi sebuah katalis untuk memperkuat diplomasi ekonomi anggota-anggota D-8. Menjadi sebuah titik awal kolaborasi strategis yang dapat mengangkat kesejahteraan pelaku usaha hingga menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi halal dunia.
“Ini merupakan bukti kolaborasi nyata yang dilakukan antara pemerintah dan pelaku usaha. Dengan harapan besar dapat memperkuat posisi Indonesia dan negara D-8 di peta ekonomi halal dunia,” ucap Ary dalam kesempatan yang sama.
Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidiyasa, mengatakan bahwa acara ini dapat menjadi langkah awal Indonesia untuk membangun jaringan ekonomi halal global melalui para pelaku usaha lokal. Sekaligus dapat menarik investasi langsung ke dalam negeri dan memperkuat rantai nilai halal terintegrasi.
“Indonesia sangat penting dalam mengambil peran di acara ini sebagai lead negara D-8. Apalagi D-8 ini bagian dari negara OKI sehingga sasarannya jauh lebih besar nantinya,” Putu menambahkan.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua KNEKS Prabowo Subianto sempat menyampaikan pentingnya menciptakan rantai nilai halal melalui penguatan jaringan ekonomi halal D-8. Oleh sebabnya, acara ini diharapkan dapat memberikan pencapaian yang besar dalam industri halal di negara-negara D-8.
Ketua Komite Tetap ICCD dan D8 KADIN, Mohamad Bawazeer, menilai pameran ini dapat menjadi peluang strategis bagi para pengusaha nasional maupun regional. Sedangkan, bagi pengusaha negara anggota D-8 lainnya dapat menjadi kesempatan bermitra dengan Indonesia untuk menyediakan kebutuhan produk halal dunia.Â
“Bagi pengusaha Indonesia ini adalah pintu gerbang menuju pasar D-8 yang luas. Oleh sebabnya, mari kita wujudkan kolaborasi nyata dari business to business untuk kemajuan bersama,” tegasnya.
Secara keseluruhan, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diproyeksikan menjadi solusi diversifikasi pasar dan penguatan kerja sama ekonomi antar anggota D-8. Jika digabungkan, seluruh anggota D-8 memiliki lebih dari 1,2 miliar jiwa dan berpotensi untuk menciptakan industri halal dunia.
“Gambarannya begini, penduduk muslim dunia saat ini jumlahnya 2 miliar jiwa sedangkan penduduk anggota D-8 mencapai 1,2 miliar penduduk. Dengan angka tersebut dapat kita lihat ada potensi yang besar untuk Indonesia mengambil market halal dunia,” tutur Putu.






