Trade Expo Indonesia 2019 Menargetkan 1.250 Peserta

Wednesday, 27 March 19 Herry Drajat
Trade Expo Indonesia 2018

Selain pameran dagang, Trade Expo Indonesia 2019 yang dijadwalkan berlangsung pada 16─20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, juga  akan dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung, antara lain Trade, Tourism and Investment (TTI) Forum, business matching, klinik bisnis, diskusi regional, misi dagang mancanegara dan lokal, kompetisi usaha perintis berorientasi ekspor, serta gelar wicara (talk show).

Pada acara peluncuran Trade Expo Indonesia 2019 pada 25 Maret 2019 di kantor Kementerian Perdagangan, lebih dari 200 tamu undangan hadir, yang terdiri atas perwakilan kementerian/lembaga, asosiasi, dan pelaku usaha.

Dalam acara tersebut juga digelar sesi diskusi yang membahas upaya mendorong peningkatan ekspor Indonesia melalui Trade Expo Indonesia. Hadir sebagai narasumber antara lain Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank (LPEI), Sinthya Roesly; Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa – Ratu Silvy Gayatri; Dirjen PEN Kemendag, Arlinda; Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno; serta Direktur PT Debindomulti Adhiswati, Budiarto Linggowiyono.

Trade Expo Indonesia 2018 mencatatkan jumlah pengunjung pameran sebanyak 33.333 orang dari 132 negara serta membukukan transaksi sebesar US$8,49 miliar atau naik lebih dari 5 kali lipat dari target nilai transaksi Trade Expo Indonesia 2018 yang senilai US$1,5 miliar. Pada Trade Expo Indonesia 2019 peserta ditargetkan sebanyak 1.250 stan akan menampilkan aneka produk dan jasa Indonesia pada zona produk potensial dan unggulan nasional.

Agar pengunjung dan transaksi pada Trade Expo Indonesia 2019 bisa meningkat, berbagai usaha terus dilakukan, di antaranya melalui promosi dan sosialisasi TEI 2019 ke negara-negara mitra. Kemendag telah menugaskan kantor perwakilan perdagangan di luar negeri, yakni 23 atase perdagangan, 19 kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), 1 konsul perdagangan di Hong Kong, 1 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, dan 1 duta besar WTO di Jenewa, untuk terus meyakinkan calon buyer agar datang ke TEI dan berbisnis dengan para pelaku usaha Indonesia.

Arlinda mengharapkan dukungan dari semua kementerian atau lembaga terkait serta pihak-pihak terkait, seperti Kadin, asosiasi, pelaku usaha, jasa penyelenggara acara, dan penyedia tempat acara, agar Trade Expo Indonesia tahun ini berjalan lancar.

“Untuk menyukseskan TEI 2019, tentunya diperlukan sinergi dan kerja sama yang erat dengan berbagai pihak,” ujar Arlinda.