Banyuwangi, Venuemagz.com – Kenyamanan tamu hotel tidak hanya ditentukan oleh kualitas kamar, kelengkapan fasilitas, atau lokasi yang strategis. Cara staf menyambut tamu, merespons kebutuhan, hingga menangani persoalan selama menginap turut membentuk penilaian terhadap sebuah hotel.
Di industri perhotelan yang mengandalkan interaksi langsung dengan pelanggan, konsistensi pelayanan menjadi pekerjaan yang harus dijaga setiap hari. Hotel Santika Banyuwangi menempatkan aspek tersebut sebagai fokus melalui pelatihan Santika Service Attitude pada 7–8 Oktober 2026 lalu.
Pelatihan ini melibatkan seluruh staf hotel dalam dua kelompok atau batch. Materi dibawakan Yuliana Intan, trainer dari GWS Corporate, dengan pembahasan seputar sikap pelayanan, profesionalisme, dan cara membangun pengalaman positif bagi tamu.
Program tersebut tidak hanya menyasar staf operasional. Hotel juga menggelar sesi khusus bagi Head of Department dan supervisor untuk memperkuat kemampuan memimpin, mengarahkan tim, serta menjaga penerapan standar pelayanan di masing-masing departemen.
Pembagian sasaran pelatihan ini menyoroti dua sisi yang saling berkaitan dalam operasional hotel. Staf berhadapan langsung dengan kebutuhan tamu, sementara pimpinan departemen berperan memastikan standar kerja diterapkan secara konsisten di lapangan.
Dalam praktik hospitality, standar pelayanan tidak cukup berhenti sebagai pedoman tertulis. Penerapannya bergantung pada kebiasaan kerja, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan karyawan menghadapi berbagai situasi. Peran atasan juga penting untuk memberikan contoh serta membangun lingkungan kerja yang mendukung kualitas layanan.
Hotel Santika Banyuwangi menekankan bahwa hospitality bukan semata urusan fasilitas dan kenyamanan fisik. Sikap ramah, perhatian terhadap kebutuhan tamu, serta kesediaan memberikan bantuan menjadi bagian dari pengalaman menginap yang turut menentukan kesan pelanggan.
Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan keramahan khas Indonesia yang menjadi bagian dari identitas layanan hotel. Namun, keramahan perlu berjalan beriringan dengan profesionalisme agar pengalaman yang diterima tamu tetap konsisten, siapa pun staf yang melayani dan apa pun departemen yang terlibat.
Melalui Santika Service Attitude, Hotel Santika Banyuwangi berupaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus membangun budaya pelayanan yang selaras di seluruh bagian operasional.
Pada akhirnya, tantangan hotel bukan hanya menghadirkan pelayanan yang baik pada satu kesempatan, melainkan menjaga kualitas tersebut dalam setiap interaksi dengan tamu. Di tengah persaingan industri perhotelan, kualitas SDM menjadi salah satu unsur penting untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan membangun pengalaman menginap yang berkesan.




