Jakarta, Venuemagz.com – Industri pariwisata di Jakarta semakin menujukkan taringnya dengan bertambahnya hotel-hotel berbintang sejak tahun 2025 hingga 2028 mendatang. Hal ini didukung dengan hasil survei Colliers Indonesia yang menyatakan bahwa pasok hotel di Jakarta terus bertambah hingga beberapa tahun mendatang.
Bahkan, pasok hotel di Jakarta termasuk yang paling aktif jika dibandingkan dengan daerah lain yang juga dikenal sebagai kota bisnis. Sebut saja Surabaya, yang hanya mampu menambahkan satu pasok hotel baru hingga 2028 mendatang.
“Dari segi pasok, Jakarta ini yang paling aktif menghadirkan hotel-hotel berbintang. Sedangkan, Surabaya hanya akan menambah satu hotel baru lagi berbintang lima di tahun 2028,” ujar Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia dalam acara Colliers Virtual Media Briefing Q4 2025 pada 7 Januari 2026.
Berdasarkan data dari Colliers Indonesia, Jakarta mampu menghadirkan sejumlah hotel baru yang didominasi bintang tiga dan lima sepanjang tahun 2025. Hotel-hotel tersebut mayoritas berada di lokasi strategis yaitu CBD dan sekitarnya.
“Tahun 2025 juga banyak hotel yang melakukan rebranding atau upgrade menjadi bintang lima. Kurang lebih ada empat hotel yang melakukan itu semua,” Ferry menambahkan.
Menurut Ferry, pasok hotel berbintang di Jakarta akan terus bertambah di tahun ini hingga 2028 mendatang. Pasok hotel didominasi dengan bintang empat yang berlokasi cukup dekat dengan pusat bisnis di kawasan Jakarta.
“Ini menunjukkan bahwa Jakarta masih dipandang sebagai kota bisnis global, meskipun statusnya sebagai ibu kota negara masih belum jelas ke depannya,” katanya lagi.
Selain bertambah pasoknya, Average Room Rate (ARR) atau tarif kamar rata-rata hotel di Jakarta juga mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya daya beli masyarakat khususnya dari permintaan FIT (Free Independent Traveler).
Kendati demikian, tingkat hunian (okupansi) hotel di Jakarta mengalami penurunan akibat pasar pemerintah yang masih terbatas. Seperti diketahui, sepanjang tahun 2025 terdapat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah sehingga membatasi kegiatan MICE di Jakarta.
“Tetapi, kami proyeksikan performa hotel di Jakarta semakin membaik di tahun 2026 dengan kembalinya pasar pemerintah. Selain itu, event offline juga bisa menjadi salah satu target untuk meningkatkan bisnis hotel misalnya saja seperti adanya konser musik dan lainnya,” ungkap Ferry.






KOMENTAR
0