Yogyakarta, Venuemagz.com – Yogyakarta tak pernah kehabisan cara untuk memanjakan para pelancong. Selain sejarah dan kuliner, Jogja kini memikat hati pelancong dengan experiential tourism atau wisata berbasis pengalaman unik dan ramah lingkungan.
Experiential tourism telah diterapkan hotel Wyndham Garden Yogyakarta, salah satunya dengan menghadirkan Workshop Ecoprint. Kali ini, workshop diikuti oleh Sindikasi Media Network (SMN) yang terdiri dari 40 media nasional dari Jakarta.
Workshop tersebut memperkenalkan ecoprint sebagai salah satu teknik dalam industri kreatif berbasis pemanfaatan bahan alam. Melalui kegiatan ini, peserta mempelajari proses pemindahan bentuk dan pigmen warna tumbuhan ke permukaan kain tanpa menggunakan pewarna sintetis dalam tahap pencetakan motif.
Dalam materi workshop, peserta diperkenalkan dengan sejumlah alat dan bahan yang digunakan untuk membuat ecoprint. Beberapa di antaranya kain katun atau kanvas, daun, bunga, palu kayu, plastik pelapis, air, dan tawas.

Nantinya, bahan-bahan tersebut akan menjadi satu kesatuan yang menarik melalui teknik ecoprint pounding. Teknik ini mengajak peserta menyelami seni kreasi hijau dengan pengalaman autentik melukis kain menggunakan tumbuhan di sekitar hotel.
Sensasi Mengetuk Tumbuhan di Atas Kain
Melalui ecoprint pounding, peserta diajak merasakan sensasi relaksasi yang unik dengan kayu palu. Peserta akan menyusun daun dan bunga di atas kain katun yang dilapisi plastik, sebelum nantinya dipukul perlahan menggunakan kayu palu.
Ketukan demi ketukan merangsang pigmen alami dari tumbuhan untuk berpindah sempurna ke serat kain. Menghasilkan pola yang mengikuti bentuk, tulang daun, dan karakter tumbuhan yang digunakan.
Keseruannya dimulai dari pemilihan dedaunan lokal pilihan. Daun yang digunakan dianjurkan memiliki kandungan klorofil atau air yang cukup tinggi serta tidak mengandung banyak getah. Hal ini dilakukan agar proses pemindahan warna dapat berlangsung dengan baik.

Setelah proses pemindahan pola daun selesai, kain didiamkan selama 15 menit sebelum proses pembilasan. Dalam materi workshop, pembilasan dilakukan menggunakan air tawas untuk membantu proses penanganan warna dan membersihkan sisa tumbuhan yang menempel.
Usai dibilas, kain dijemur dan diangin-anginkan hingga kering. Cara ini dilakukan agar motif alami dari tumbuhan dapat terlihat dengan jelas dan menghasilkan sebuah karya tekstil yang elegan.
Keunikan dari wisata ecoprint ini bersifat eksklusif karena apa yang dihasilkan tidak sama persis dengan milik orang lain. Setiap helai kain akan membawa cerita dan karakteristik flora yang berbeda-beda sehingga menjadi pengalaman paling berharga saat berkunjung ke Sleman Yogyakarta.
Sentuhan Ekonomi Kreatif dalam Industri Perhotelan
Kini, oleh-oleh dari Jogja tak lagi sebatas dibeli di toko souvenir. Lewat kegiatan ini, wisatawan dapat membawa pulang hasil buatan tangan sendiri mulai dari tas kain, syal, hingga aksesori lainnya sebagai oleh-oleh.
Partisipasi SMN dalam agenda ini menegaskan bahwa daya tarik wisata Jogja kini bertransformasi semakin hijau dan interaktif. Aktivitas workshop seperti ini menjadi alternatif atraksi seru bagi tamu hotel maupun pelancong yang mendambakan liburan bermakna (meaningful travel).
Melalui sentuhan ecoprint, kekayaan alam Yogyakarta dapat dinikmati oleh banyak orang lewat kreativitas yang dibuat dengan tangan sendiri. Kreativitas ini juga dapat menjadi kenang-kenangan bernilai seni tinggi dan berpotensi memperluas produk kerajinan lokal kepada masyarakat luas.




