Jakarta, Venuemagz.com – Libur sekolah menjadi momen terbaik untuk pergi plesiran bersama keluarga. Selain destinasi wisata, hotel juga menjadi salah satu tempat tujuan untuk menikmati liburan bersama keluarga.
Momen tersebut tentunya menjadi angin segar bagi industri perhotelan untuk meningkatkan kinerja bisnisnya selama libur sekolah. Bahkan, peluang ini akan terasa lebih besar bagi pasar hotel yang sangat mengandalkan pergerakan wisatawan domestik.
Data dari Colliers Indonesia menyebutkan selalu ada peningkatan tingkat hunian (okupansi) dan pendapatan hotel selama periode libur sekolah. Kendati demikian, besaran dampak yang dirasakan akan sangat bervariasi di setiap daerahnya.
“Ini memang sudah menjadi pola setiap tahunnya kalau ada momen libur sekolah,” kata Ferry Salanto selaku Head of Research Colliers Indonesia dalam Virtual Media Briefing Q2 2026 pada 8 Juli 2026.
Dari segi okupansi, hotel-hotel yang berlokasi di destinasi wisata utama diproyeksikan dapat meraup keuntungan lebih besar. Hal ini didorong dengan melonjaknya permintaan dari segmen keluarga yang memanfaatkan waktu libur anak sekolah.
“Biasanya paling terasa hotel di daerah Bali, Bandung, dan Yogyakarta karena tiga kota ini yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik. Apalagi Bali, ada tambahan dari wisatawan mancanegara yang saat ini tengah memasuki musim liburan musim panas,” jelasnya lagi.
Selain mendongkrak okupansi, Ferry melihat momentum ini menjadi peluang emas bagi sektor perhotelan dalam mengoptimalkan Average Daily Rate (ADR) atau tarif rata-rata harian. Dalam hal ini, pelaku perhotelan dapat membuat paket liburan yang menarik guna memaksimalkan pendapatannya.
Menariknya, peningkatan pendapatan hotel tidak hanya bertumpu dari tingginya jumlah tamu yang menginap. Faktor lainnya yang memengaruhi adalah peningkatan konsumsi food and beverage, pemanfaatan fasilitas wellness, hingga aktivitas hiburan internal yang disediakan hotel.
Tren Pasar: Stabil Namun Selektif
Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, prospek bisnis hotel cenderung stabil tanpa adanya lonjakan tinggi. Sentimen positif pasar masih berasal dari minat masyarakat yang ingin melakukan perjalanan domestik.
“Apalagi saat maskapai penerbangan menambahkan kapasitasnya ke destinasi wisata, bisa membantu pertumbuhan bisnis hotel. Walaupun memang saat ini harga tiket pesawat masih menjadi isu bagi wisatawan,” ucap Ferry.
Disisi lain, masih banyak masyarakat yang mengandalkan perjalanan overland untuk menekan biaya perjalanan selama liburan. Konsep ini dilakukan bagi masyarakat yang ingin memilih perjalanan lebih singkat dan destinasi yang lebih dekat dari lokasi asalnya.






