BerandaHotelPeluang dan Tantangan Pemulihan Sektor Perhotelan

Peluang dan Tantangan Pemulihan Sektor Perhotelan

Published on

spot_img

Sepanjang tahun 2023, upaya untuk membangkitkan pasar properti telah dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Namun, hasilnya masih belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Memasuki tahun 2024, para pelaku industri optimistis bahwa kondisi akan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Industri perhotelan di Jakarta dan Bali optimistis akan mencatat kinerja yang membaik pasca libur Lebaran. Tingkat hunian hotel di kedua wilayah tersebut diperkirakan meningkat, didukung oleh peningkatan kegiatan offline dan meningkatnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Tingkat hunian hotel pada Q1 2024 sedikit menurun saat periode pemilu dan libur imlek. Namun, kinerja sektor perhotelan mulai meningkat 1-2 minggu setelah Lebaran.

BACA JUGA:  Beragam Program Spesial di Anniversary OYO Indonesia

Di Jakarta, sejumlah hotel baru akan dibuka pada tahun 2024. Hotel Ibis Raden Saleh yang termasuk kategori midscale akan dibuka di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat, dengan jumlah 180 kamar pada Q1 2024. Kemudian ada hotel Ashley Tugu Tani yang lokasinya di Tugu Tani, Jakarta Pusat, dengan 100 kamar yang saat ini masih dalam pembangunan dan direncanakan beroperasi pada 2024 meskipun kategorinya belum didefinisikan.

Hotel baru lainnya adalah 25Hours Hotel The Oddbird Jakarta kategori upscale yang berlokasi di SCBD, Jakarta Pusat, dengan 345 kamar yang juga masih dalam proses pembangunan untuk beroperasi pada 2024. Movenpick Jakarta Pecenongan dengan 265 kamar di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, juga sedang dibangun dan ditargetkan buka pada 2024.

BACA JUGA:  5 Alasan Perlu Berpartisipasi di Bali & Beyond Travel Fair 2017

Terakhir adalah Pan Pacific Jakarta dengan kategori luxury yang berlokasi di MH Thamrin dengan 157 kamar yang tengah dibangun untuk beroperasi pada 2024.

Sementara di Bali, salah satu hotel baru yang akan beroperasi pada 2024 adalah Bali Beach Hotel yang berlokasi di Jl. Hang Tuah, Sanur, dengan jumlah 250 kamar. Menyambut hotel baru tersebut, pasar domestik di Bali sedikit menurun di bulan Ramadan, tetapi meningkat saat libur Lebaran.

BACA JUGA:  Keseruan Liburan Akhir Tahun di Padma Hotels

Jumlah kedatangan wisatawan asing dan domestik ke Bali pun terus meningkat, dan kegiatan offline juga terus bertambah. Dampaknya, tingkat hunian maupun ADR (tingkat harga kamar rata-rata) juga ikut meningkat. Wisatawan asal India selama dua tahun terakhir terus meningkat dan menjadi pasar mancanegara terbesar kedua setelah Australia.

Dengan berbagai prospek positif yang terlihat, industri properti Jakarta optimistis dapat menapaki jalur pemulihan pada tahun 2024. Namun, para pelaku industri juga harus tetap waspada terhadap tantangan seperti kenaikan suku bunga dan fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi properti.

spot_img
spot_img

IIPE 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Produk Gratis dari Ratusan Peserta Lokal dan Internasional

Tangerang, Venuemagz.com - Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 resmi dibuka hari ini, 4...

Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 Hadirkan 115 Brand

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International...

The Grove Suites by Grand Aston Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia melalui Inisiatif CSR yang Bermakna

Jakarta, Venuemagz.com -- The Grove Suites by Grand Aston memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia melalui...

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

FINNS Menjadi Beach Club Pertama yang Miliki Helikopter Penyelamatan

Bali, Venuemagz.com -FINNS Beach Club secara resmi meluncurkan helikopter search and rescue (SAR) pertama...

Naik Level di Industri MICE, Pelatihan & Sertifikasi MICE 2026 Resmi Dibuka

Jakarta, Venuemagz.com - Dunia event bukan lagi soal "ramai pas hari-H". Di balik sebuah...