BerandaHotelStrategi Novotel Bandung untuk Menggarap Tamu MICE

Strategi Novotel Bandung untuk Menggarap Tamu MICE

Published on

spot_img

Usai dilanda badai COVID-19, Novotel Bandung mulai bangkit untuk menyambut pulihnya bisnis MICE dan pariwisata. Bahkan, bisa dikatakan bisnis Novotel Bandung telah melebihi pencapaian sebelum COVID. 

Arief Maulana, General Manager Novotel Bandung, mengatakan, pulihnya bisnis Novotel Bandung terutama didorong oleh maraknya kegiatan pemerintahan yang diadakan di Novotel Bandung.

“Sekitar 60 persen pemasukan kita dari MICE, dan beberapa dari korporat juga masuk,” ujar Arief.

BACA JUGA:  Sensasi Black Valentine Dinner Bersama Novotel Bandung

Tumbuhnya bisnis Novotel Bandung juga didorong oleh pergerakan masyarakat dari Jakarta yang meningkat usai dibukanya kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Diperkirakan ada sekitar 500.000 penumpang Whoosh yang masuk ke Bandung setiap bulannya. Menariknya, saat Novotel Bandung dibuka pertama kali pada tahun 2006, Tol Cipularang juga baru saja dibuka. 

“Tamu bisnis banyaknya dari pemerintahan Jakarta, juga pemerintahan lokal,” ujar Arief. 

Untuk itu, sejumlah strategi pun dilakukan oleh Arief untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para tamu Novotel Bandung, antara lain dengan menambah kapasitas ruang pertemuan. Saat ini Novotel Bandung memiliki 13 ruang pertemuan yang sudah termasuk ballroom yang dibagi tiga. 

BACA JUGA:  Novotel Bandung Ajak Kurangi Sampah Makanan

“Ruang meeting juga diperbesar jadi daya tampung bisa lebih banyak, ada ruang meeting yang bisa menampung hingga 60 orang,” ujar Arief. 

Selain itu, ballroom pun mengalami renovasi, antara lain sudah dilengkapi teknologi videotron. Tak hanya itu, kamar tamu pun mengalami pembaruan secara bertahap. 

“Sekarang sekitar 30 persen kamar sudah diperbarui. Tahun depan akan diganti smart tv semuanya,” ujar Arief. 

BACA JUGA:  Tiga Master Chef Indonesia Sajikan Menu Buka Puasa di Atria Hotel & Residences Gading Serpong

Ke depannya, Arief berencana untuk menggarap market baru, yakni market akademisi atau universitas. Pasalnya, Arief meyakini bahwa market akademisi memiliki potensi yang cukup besar karena mereka sering mengadakan meeting juga. 

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Doddy Yogaswara, Executive Chef Novotel Bandung: Dedikasi dan Kreativitas dalam Dunia Kuliner

Novotel Bandung dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner yang menyajikan beragam pilihan hidangan berkualitas....

Sensasi Black Valentine Dinner Bersama Novotel Bandung

Ungkapan kasih sayang tidak hanya diberikan untuk pasangan, melainkan juga dapat diungkapkan untuk keluarga,...

Cerita Pengantar Tidur di Novotel Bandung

Untuk merayakan pergantian tahun baru 2018, Novotel Bandung menyelenggarakan sebuah acara spektakuler dengan tema...