BerandaLiterasi DigitalKenali Perbedaan Dua Konsep Podcast Ini

Kenali Perbedaan Dua Konsep Podcast Ini

Published on

spot_img

Podcast ialah perkataan yang direkam dan diunggah di internet sebagai medium distribusi. Data dari Spotify pada 2020 menunjukkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pendengar Podcast terbanyak di Asia Pasifik dan masuk 10 besar negara potensi Podcast tertinggi di dunia.

Eiza Maghfira, penyiar radio & Podcaster di Ardan Radio Bandung, mengatakan, sekarang lebih mudah memproduksi podcast hanya dengan menggunakan smartphone.

“Dulu kita harus produksi dengan microphone seperti orang siaran radio yang dikoneksikan ke komputer atau laptop, dan untuk mediumnya juga terbatas. Kita dulu hanya bisa pakai beberapa medium untuk bisa ada di internet. Dulu jauh lebih susah dari sekarang,” ungkapnya saat mengisi Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (18/6/2021).

BACA JUGA:  Candu Internet, Begini Cara Menghindarinya

Dia pun membagikan tips untuk mulai membuat Podcast kepada para peserta webinar, dimulai dari melihat potensi yang didapat dari minat.

“Di Spotify itu lebih mudah, tinggal masuk ke kategorinya. Ada games, politik, horor, komedi dan lainnya tinggal lihat saja mana yang sesuai dengan selera teman-teman yang masih bisa dieksplor. Peluangnya masih sangat banyak dari tiap-tiap kategori itu,” tambahnya.

BACA JUGA:  Tips Menghindari Pesan Spam di WhatsApp

Kemudian, menentukan konsep, apakah dialog atau monolog. Dialog contohnya seperti podcast milik Deddy Corbuzier. Sementara monolog fokusnya hanya di satu orang, seperti yang dibawakan oleh Rintik Sedu.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Sektor Industri Prioritas Indonesia

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Genjot Daya Saing Global, Kemenekraf Rilis Tiga Terobosan Baru dalam WCCE 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam...

Sukses Besar WCCE 2026: Dari ‘Jakarta Vision’ hingga Estafet Estetika ke Glasgow

Jakarta, Venuemagz.com - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 resmi ditutup...

IIMS Garage Balikpapan 2026 Tutup Gelaran dengan Capaian Positif dan Lonjakan Pengunjung 

Balikpapan, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali sukses menggelar Indonesia International Motor Show (IIMS) Garage...

Event Besar Jadi Motor Baru Pariwisata Australia Barat Menuju 2027

Jakarta, Venuemagz.com — Australia Barat semakin serius menjadikan kalender acara sebagai pintu masuk bagi...

Genjot Daya Saing Global, Kemenekraf Rilis Tiga Terobosan Baru dalam WCCE 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam...

Sukses Besar WCCE 2026: Dari ‘Jakarta Vision’ hingga Estafet Estetika ke Glasgow

Jakarta, Venuemagz.com - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 resmi ditutup...

IIMS Garage Balikpapan 2026 Tutup Gelaran dengan Capaian Positif dan Lonjakan Pengunjung 

Balikpapan, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali sukses menggelar Indonesia International Motor Show (IIMS) Garage...