Korea Selatan dan Cina Tak Sabar ke Bali

Wednesday, 14 October 20 Bonita Ningsih
Turis Cina

Pemerintah Provinsi Bali baru berani membuka pintu pariwisatanya khusus wisatawan lokal dan wisatawan domestik. Sementara, pembukaan pariwisata internasional masih harus menunggu kabar terkini dari jumlah kasus COVID-19 yang ada di Bali.

Meskipun pariwisata internasional masih belum dibuka, tetapi sudah banyak wisatawan mancanegara yang rindu untuk berkunjung ke Bali. Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Ketua Bali Tourism Board (BTB), mengatakan, setidaknya ada dua negara yang akan membuka keran pariwisatanya ke Bali, yakni Korea Selatan dan China.

“Saya dapat informasi bahwa akan ada pembukaan langsung dari Korea Selatan ke Bali. Biasa kita sebut bubble tourism, dan hal itu sangat bagus buat Bali ke depannya dan kita juga harus berani melakukannya,” ujar Gus Agung, begitu sapaan akrabnya.

Selain Korea Selatan, wisatawan dari China juga berharap agar pariwisata internasional di Bali akan segera dibuka. Pasalnya, kasus COVID-19 di China sudah mulai menurun sehingga menumbuhkan rasa percaya yang tinggi untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Sekarang itu, di China kalau meeting sudah tidak menggunakan masker lagi. Mungkin di sana sudah aman dari COVID-19. Melihat kondisi seperti itu, makanya mereka pikir sudah saatnya untuk liburan ke Bali,” ucapnya lagi.

Keinginan untuk berlibur ke Bali juga dibantu oleh peran aktif  dari duta besar Indonesia yang berada di China. Menurutnya, duta besar di sana selalu memberikan kepercayaan yang tinggi bahwa berlibur di Bali sudah aman dan nyaman.

“Di pikiran mereka itu hanya bagaimana caranya datang ke Bali karena begitu cintanya mereka dengan Bali. Mereka juga akan menentukan daerah mana dulu yang akan dibuka pariwisatanya ke Bali, misalnya dimulai dari Shanghai dan disusul daerah lainnya,” ungkapnya.

Oleh karenanya, ia berharap agar travel bubble segera terjadi di Indonesia agar pariwisata internasional di Bali kembali dibuka. Nantinya, ia bersama pemprov Bali akan menentukan daerah mana yang tepat untuk dibuka pertama kalinya bagi turis mancanegara.

“Di Bali ‘kan cukup banyak area yang tidak mengumpul, seperti Bali Utara dan Bali Timur, karena masih jarang tempat wisatanya. Area tersebut yang nantinya akan kita manfaatkan untuk menjadi tempat pertama yang akan dibuka,” dia menambahkan.