LQID Creative Space Resmi Dibuka, Jadi Ruang Seni Publik Portabel Pertama di Indonesia 

Thursday, 21 August 25 Bonita Ningsih

Industri kreatif tanah air kembali menghadirkan gebrakan baru dengan diresmikannya LQID Creative Space. Ini merupakan ruang seni publik portabel pertama di Indonesia yang dibentuk oleh LQID Japan dan PT Cinta Senyum Indonesia.

LQID Creative Space resmi dibuka pada tanggal 17 Agustus 2025 di kawasan premium dan strategis Ibu Kota Jakarta. Lokasi LQID Creative Space terbilang unik lantaran berada di area perkantoran Sudirman 7.8. 

CEO PT Cinta Senyum Indonesia (SenyuMuseum) Wilbert J. Deil menjelaskan bahwa LQID Creative Space hadir sebagai bentuk perwujudan visi dan misinya untuk menghadirkan seni di ruang publik yang lebih banyak lagi. Melalui hasil diskusi panjang dengan LQID Japan, akhirnya tercipta ruang seni publik baru ini di Jakarta. 

“Sejak 2023 kami memiliki visi misi tersebut, lalu kami coba diskusikan dengan LQID Jepang dan ternyata visinya sama. Mereka juga cinta dengan Indonesia sehingga akhirnya membawa brand LQID ke Indonesia,” jelas Wilbert dalam konferensi persnya di Jakarta pada 19 Agustus 2025.

BACA JUGA:   Qatar Airways Holidays Luncurkan Paket Perjalanan Untuk Expo 2023 Doha

Memiliki konsep “The First Portable Urban Art Gallery in Indonesia”, LQID dapat dipindahkan secara mudah sesuai dengan kebutuhan. Saat ini, LQID Jakarta berada di lokasi yang unik sehingga memberikan harapan bahwa ruang seni publik dapat dikunjungi oleh semua kalangan mulai dari pekerja kantoran hingga masyarakat umum.

“Kami ingin membawa seni agar lebih terakses ke masyarakat sekitar. Jadi, dengan adanya tempat ini, semua masyarakat bisa datang mulai dari yang pakaian rapi sampai yang biasa saja. Mereka bisa datang dengan penampilan senyaman mungkin ke ruang seni publik agar tidak stres,” katanya lagi. 

Tak hanya seni, LQID Creative Space, dirancang sebagai tempat yang nyaman dalam menghadirkan desain, musik, dan interaksi sosial. Hal ini untuk mencapai impian terbesarnya dalam mengaktifkan ruang publik yang ada di perkotaan.

“Saya melihat Jakarta ini sebenarnya kota yang baik, tetapi kekurangan manusia di ruang publik. Mereka lebih sering berada di rumah, tempat kerja, atau tempat transit lainnya. Makanya, kami pikir mereka itu butuh intervensi seni agar tidak monoton,” ujar Wilbert.

BACA JUGA:   Permata MICE Baru di Bangkok

Dengan basis ergapods—struktur prefab multifungsi—LQID menghadirkan mini galeri seni untuk kebutuhan pameran. Terdapat juga toko konsinyasi berisi karya kreatif terkurasi dari Indonesia dan Jepang serta area speakeasy yang menyajikan craft beer dan alkohol lokal.

Sesuai namanya, LQID Creative Space, juga akan menghadirkan banyak event kreatif lainnya seperti musik hingga workshop. Menurut Wilbert, pihaknya telah menyiapkan event-event kreatif lainnya yang akan digelar di LQID Creative Space Jakarta untuk tiga tahun ke depan.

Beberapa di antaranya adalah SenyuMusik yang akan menghadirkan talenta-talenta baru lintas genre. Kemudian ada workshop kreatif bertajuk The Artisan Hour yang akan dihadirkan dengan durasi 1,5 hingga 2 jam.

“Ini menjadi perwujudan ruang kreatif yang terbuka, fleksibel, dan relevan dengan gaya hidup urban. Kami ingin menghapus jarak antara seni dan publik, menghadirkannya langsung di ruang-ruang sehari-hari,” ungkapnya lagi.

BACA JUGA:   NICE Resmi Dibuka dengan Gelar Event Perdana IONATION-Workout and Wellness Festival

Lebih dari itu, LQID juga menghadirkan jalur seni dari stasiun MRT menuju galeri melalui Art Trail. Hal ini mengingat lokasinya yang strategis yaitu terhubung langsung ke MRT Setiabudi Astra dan BRT Karet Sudirman. LQID juga menghadirkan Mural Fence Project yang mengubah pagar dan fasad menjadi instalasi mural kolaboratif.

LQID Creative Space dibuka untuk umum setiap Selasa hingga Sabtu tanpa dipungut biaya. Dengan jam operasional bukanya mulai pukul 11.00 hingga 19.00 WIB.

“Hari Minggu juga buka tetapi hanya saat Car Free Day (CFD) Jakarta berlangsung. Tetapi, ke depannya kami akan mengusahakan untuk menambah jam operasional LQID Creative Space,” tutup Wilbert.