Malaysia, Venuemagz.com — Malaysia menyerukan perubahan dari sekadar memiliki sertifikasi halal (halal-certified) menjadi berdaya saing (halal-competitive) di industri halal, seiring upaya negara tersebut bersama ASEAN untuk meraih peluang yang lebih besar dalam ekonomi halal global yang diproyeksikan mencapai US$5 triliun.
Dalam pidato utamanya pada World Halal Business Conference (WHBC 2026), Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama), YB Senator Dr. Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa kepemimpinan Malaysia dalam ekonomi Islam global harus diwujudkan menjadi peningkatan perdagangan, investasi, inovasi, serta peluang bisnis internasional.
Malaysia mempertahankan posisi pertama dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) selama 12 tahun berturut-turut, sementara ekspor produk halalnya mencapai RM68,52 miliar pada 2025, tumbuh 10,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dr. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Malaysia harus beralih dari sekadar bersertifikat halal menjadi berdaya saing halal, dari siap memasuki pasar menjadi siap ekspor, serta dari pelaku lokal menjadi pemain unggulan global. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penekanan yang lebih besar pada komersialisasi, akses ke pasar internasional, dan partisipasi dalam rantai nilai global.
Ia juga menyerukan agar ASEAN berkembang lebih jauh dari sekadar menjadi pasar konsumen halal menjadi pusat produksi, investasi, inovasi, rantai pasok, dan perdagangan global yang terintegrasi. Malaysia akan mendorong usulan pembentukan ASEAN Halal Council untuk memperkuat kerja sama regional dan konektivitas di seluruh ekosistem halal.
WHBC edisi ke-18, yang diselenggarakan oleh Halal Development Corporation Berhad (HDC) sebagai bagian dari Global Halal Summit (GHaS) 2026, juga menerjemahkan dialog menjadi kerja sama industri yang konkret melalui pertukaran dua nota kesepahaman (MoU).
HDC meresmikan kolaborasi strategis dengan King’s Park Development Sdn Bhd untuk memperkuat ekosistem halal melalui layanan konsultasi, panduan teknis, dan berbagai inisiatif peningkatan kapasitas.
Sementara itu, Tradewinds (M) Berhad dan Tanmiah Food Company asal Arab Saudi menandatangani MoU untuk menjajaki peluang di sektor protein halal yang meliputi produksi, pengadaan, impor, pemrosesan lebih lanjut, serta distribusi di Malaysia dan kawasan Asia-Pasifik.
WHBC 2026 menghadirkan diskusi tingkat tinggi mengenai diplomasi halal, ekonomi Islam global, komersialisasi ekspor halal, dan keuangan syariah. Pembahasan tersebut menekankan pentingnya menerjemahkan kekuatan Malaysia di sektor halal menjadi peluang perdagangan dan investasi internasional yang lebih besar.
Dr. Zulkifli Hasan mengatakan bahwa keberhasilan ekonomi halal di masa depan pada akhirnya tidak seharusnya diukur hanya berdasarkan jumlah produk yang memiliki sertifikasi halal, tetapi juga dari jumlah perusahaan yang berhasil tumbuh secara global, investasi yang berhasil dihimpun, nilai ekonomi yang diciptakan, lapangan kerja berkualitas yang dihasilkan, serta integrasi yang semakin kuat ke dalam rantai nilai ASEAN dan global.




