Sandiaga Uno Sebut Bali Masih Sepi Wisatawan Mancanegara

Thursday, 21 October 21 Bonita Ningsih

Pemerintah Indonesia telah membuka penerbangan internasional ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 14 Oktober 2021 silam. Terdapat 19 negara yang sudah diizinkan masuk ke Bali untuk menjalankan perjalanan wisata.

Meski telah dibuka pada pekan lalu, kehadiran wisatawan mancanegara ke Bali masih terpantau sepi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

“Per hari ini Bali masih terpantau sepi dari wisatawan mancanegara di penerbangan reguler,” ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan banyak faktor yang menyebabkan masih sepinya wilayah Bali bagi wisatawan mancanegara. Ia menilai wisatawan mancanegara masih butuh waktu untuk menyiapkan segala dokumen yang diperlukan saat melakukan perjalanan internasional.

BACA JUGA:   Kemendikbud Promosikan Kembali Batik Puro Pakualaman

“Kesiapan industri juga masih terus dikoordinasikan dan saat ini kami masih menunggu jadwal penerbangan yang akan dikeluarkan maskapai internasional,” ungkap Sandiaga.

Kendati demikian, Sandiaga memastikan bahwa minat wisatawan mancanegara untuk berwisata ke Bali masih relatif tinggi. Hal ini terlihat dengan adanya permintaan penerbangan langsung (charter flight) dari Rusia dan Ukraina untuk melakukan wisata ke Pulau Dewata.

“Rusia dan Ukraina sudah mulai merencanakan kunjungannya apalagi akan ada libur musim dingin dari bulan November 2021 sampai Februari 2022,” ujar Sandiaga lagi.

BACA JUGA:   Jateng Fokus Pembangunan Infrastruktur Pariwisata

Selain itu, Sandiaga, juga akan gencar mempromosikan pembukaan Bali terhadap wisatawan mancanegara melalui kerja sama dengan biro perjalanan wisata terkait. Promosi juga dilakukan melalui media serta perwakilan negara di 19 negara tersebut.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, masih terus memantau persiapan 19 negara tersebut untuk berkunjung ke Bali. Ia juga akan memastikan bahwa 19 negara terpilih tersebut dapat membuka perjalanan internasionalnya ke Bali.

“Namun, kalau ada salah satu dari mereka belum membuka penerbangan ke kita, tidak menutup kemungkinan akan kita drop dari list 19 negara tersebut,” kata Luhut dalam keterangan persnya melalui akun YouTube Sekretariat Kabinet RI.

BACA JUGA:   Kementerian Pariwisata Promosikan Pariwisata Indonesia di Brisbane

Luhut juga mengatakan akan melakukan evaluasi setiap minggunya untuk memitigasi dampak buruk dengan membuka pintu masuk dari 19 negara tersebut. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yakni membuka pintu pariwisata internasional secara hati-hati.