BerandaNewsTeknologi Tidur ala Astronot Hadir di Indonesia

Teknologi Tidur ala Astronot Hadir di Indonesia

Published on

spot_img
spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – SANCI Group, merek furnitur berbasis riset asal Tiongkok, memperluas jaringannya ke Indonesia dengan meluncurkan showroom perdana di M-Eight Building, Jakarta Selatan. Showroom ini hadir untuk menjawab segala kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan mental dan produktivitas kerja.

Untuk menghadirkan showroom ini, anak usaha PT Wahana Era Inovasi sebagai distributor tunggal resmi, mengeluarkan investasi awal berkisar Rp10 miliar. Tujuannya untuk menghadirkan produk unggulan kasur Water Foam—inovasi yang awalnya dikembangkan untuk mendukung kualitas tidur para astronot.

“Kami melihat transformasi besar dalam gaya hidup masyarakat Indonesia. Tidur kini bukan lagi aktivitas pasif, melainkan bagian dari investasi kesehatan dan performa kerja,” ujar Cherlie Andriani, General Manager SANCI Indonesia.


Langkah ini menandai ekspansi strategis SANCI dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar utama di Asia Tenggara, dengan target kontribusi 5 persen terhadap total penjualan global dalam dua tahun pertama operasi. Proyeksi ini sejalan dengan pertumbuhan positif sektor smart furniture dan sleep technology di Indonesia yang mencapai 12 persen per tahun.

BACA JUGA:  VFS Global Luncurkan Fasilitas E-VoA 97 Negara ke Indonesia

“Melalui teknologi Water Foam yang digunakan oleh para astronot, kami ingin memperkenalkan pengalaman tidur yang dirancang berdasarkan sains—personal, nyaman, dan efisien,” ucapnya lagi.

Teknologi Tidur Berbasis Sains 


Berdasarkan riset kesehatan, sekitar 10 persen populasi Indonesia atau setara 28 juta jiwa memiliki gangguan pada tidurnya. Hal ini tentu berdampak langsung pada konsentrasi, kesehatan mental, dan produktivitas kerja. 

Menjawab tantangan ini, SANCI, membawa pendekatan baru dengan teknologi Water Foam dan sistem BMI Matching, yang menyesuaikan topangan, tekanan, dan suhu tubuh pengguna berdasarkan Indeks Massa Tubuh (BMI). Pendekatan ini memungkinkan tubuh mencapai kondisi nol tekanan (zero pressure sleep), mempercepat fase tidur dalam (deep sleep), dan membantu pemulihan fisik maupun mental.

“Dengan sistem BMI Matching, kami membantu profesional dan keluarga modern mendapatkan efisiensi tidur yang optimal, sehingga kualitas fokus dan pengambilan keputusan meningkat di hari berikutnya,” ungkap Cherlie.


Teknologi ini juga memiliki fitur anti-motion transfer untuk menyesuaikan kebutuhan tidur individu. Ini juga memastikan pasangan dengan kebutuhan tidur berbeda tetap dapat beristirahat tanpa saling mengganggu. 

BACA JUGA:  Kemenparekraf Sediakan Data Permintaan Oksigen dan Obat di Indonesia

Sistem material eco-flexible foam yang digunakan SANCI juga dirancang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan lateks sintetis. Material ini juga dapat menyesuaikan suhu tubuh agar tetap seimbang dengan iklim tropis Indonesia.

“Tidur kini bukan sekadar kenyamanan, tapi investasi jangka panjang untuk performa kerja,” tambah Cherlie.

Fokus Pasar Premium Urban dan Korporasi

Kehadiran SANCI Indonesia membidik berbagai segmen mulai dari pasar rumah tangga, korporasi dan hospitality. Misalnya saja jaringan hotel, apartemen, serta perusahaan yang menerapkan program employee wellness.

“Selain menghadirkan produk premium, kami juga membuka peluang kemitraan B2B dan B2C untuk memperluas akses terhadap solusi tidur sehat di seluruh Indonesia,” kata Alina, Direktur Utama SANCI Indonesia. 

Showroom di Jakarta akan berfungsi sebagai Pusat Edukasi Tidur Sehat, tempat konsumen dan mitra bisnis dapat berkonsultasi. Di sini, mereka juga dapat mencoba langsung pengalaman tidur yang dikalibrasi secara personal.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Luncurkan 65 Sport Music dan Creative Event

“Pasar Indonesia menunjukkan kesiapan yang cepat untuk mengadopsi produk well-being berbasis teknologi,” ujarnya lagi. 

Tak hanya Jakarta, SANCI, juga akan hadir di berbagai kota besar di Indonesia. Pada tahap awal, SANCI menargetkan dapat membuka tiga showroom tambahan pada 2026 di Surabaya, Bandung, dan Medan. 

Target tersebut dinilai realistis mengingat populasi kelas menengah di Indonesia mencapai 52 orang dan meningkatnya belanja rumah tangga untuk produk kesehatan dan kenyamanan. Dengan demikian, perusahaan optimistis Indonesia dapat menjadi pusat inovasi tidur sehat di Asia Tenggara.

SANCI membawa misi untuk mendorong transformasi industri furnitur nasional menuju personalisasi dan kesejahteraan berbasis sains. Pendekatan ini tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga memperluas pandangan masyarakat bahwa tidur sehat adalah fondasi ekonomi produktif.

“Kami percaya bahwa inovasi yang baik tidak hanya memperindah ruang, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Tidur sehat adalah fondasi ekonomi yang produktif—dan di situlah SANCI berperan,” tutup Cherlie.

spot_img
spot_img

Sembilan Atraksi Wisata Baru di Singapura

Singapura, Venuemagz.com – Sepanjang tahun 2025, jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai...

Deretan Atraksi, Konser, dan Pengalaman Imersif yang Wajib Masuk Agenda di Singapura

Singapura, Venuemagz.com -- Singapura kembali menghadirkan beragam acara menarik yang siap memanjakan wisatawan dari...

Nuanu Bali Hadirkan Dua Pameran Seni Kontemporer Secara Gratis

Bali, Venuemagz.com - Nuanu Creative City menghadirkan dua pameran seni secara bersamaan di Labyrinth...