Jakarta, Venuemagz.com – Selama puluhan tahun, perjalanan umrah identik dengan satu pola: terbang, beribadah, lalu pulang. Efisien, cepat, dan praktis.
Namun, di tengah tren wisata bermakna dan perjalanan spiritual yang lebih reflektif, muncul satu alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda lebih lambat, lebih dalam, dan sarat makna.
Dari Malaysia, dunia Islam di Asia kini diperkenalkan pada konsep umrah menggunakan kapal pesiar mewah.
Melalui program Umrah Plus Cruise yang dioperasikan oleh IslamiCruise bekerja sama dengan Aroya Islamic Cruise, perjalanan ibadah tidak lagi hanya soal tujuan akhir, melainkan tentang proses menuju Tanah Suci. Program ini dijadwalkan mulai berlayar pada 2026 dan disebut sebagai yang pertama dan satu-satunya di Asia.
Menghidupkan Kembali Jalur Ibadah Zaman Lampau
Sebelum era penerbangan modern, jemaah haji dan umrah dari Nusantara menempuh perjalanan laut selama berpekan-pekan. Kapal bukan hanya alat transportasi, tetapi ruang perenungan, pembelajaran, dan pembentukan spiritual. Konsep itulah yang coba dihadirkan kembali melalui Umrah Plus Cruise, namun dengan sentuhan fasilitas modern dan standar kenyamanan masa kini.
Perjalanan selama 15 hari ini dimulai dari Port Klang, Selangor (Malaysia), kemudian singgah di Banda Aceh, Malé (Maladewa), dan Muscat (Oman), sebelum akhirnya tiba di Jeddah, Arab Saudi.
Setelah rangkaian ibadah umrah selesai, jemaah akan kembali ke negara asal menggunakan penerbangan udara dengan sistem one way cruise.
Rute ini bukan sekadar lintasan geografis, tetapi juga jalur sejarah peradaban Islam yang menghubungkan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Tanah Suci.
Kapal Pesiar Syariah dengan Fasilitas Premium
Perjalanan ini menggunakan kapal pesiar syariah berkapasitas hingga 3.500 penumpang, yang dirancang untuk mendukung gaya hidup halal dan kenyamanan jangka panjang.
Di atas kapal, jemaah dapat menikmati berbagai fasilitas premium, mulai dari kolam renang, area rekreasi, mini golf, hingga pilihan akomodasi dari kabin standar, suite, sampai vila eksklusif.
Namun, yang membedakan Umrah Plus Cruise dari perjalanan wisata laut biasa adalah atmosfer spiritual yang konsisten. Selama pelayaran, jemaah tidak hanya menikmati pemandangan laut dan destinasi eksotis, tetapi juga mengikuti kajian dan pembinaan rohani yang menjadi bagian inti perjalanan.
Dalam program ini, kajian eksklusif diisi oleh Ustaz Abdul Somad dari Indonesia dan Ustaz Wadi Anuar dari Malaysia, menghadirkan ruang refleksi yang mendalam di tengah perjalanan laut yang tenang.
Dukungan Pemerintah dan Kerja Sama Regional
Peluncuran resmi kerja sama Umrah Plus Cruise sudah dilakukan pada 22 Januari 2025 di Malaysia, dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia YAB Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Pariwisata Malaysia YB Dato Sri Tiong King Sing, serta perwakilan diplomatik dari Arab Saudi dan Oman.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah Malaysia dan menjadi bagian dari agenda besar Visit Malaysia 2026, menandai posisinya sebagai produk unggulan pariwisata religi dan perjalanan lintas negara di kawasan Asia.
Untuk pasar Indonesia, ESQ Tours & Travel ditunjuk sebagai agen resmi pendaftaran IslamiCruise, membuka akses bagi jemaah Indonesia yang ingin mengikuti pengalaman umrah laut ini.
Biaya dan Segmentasi Jamaah
Untuk keberangkatan 2026, biaya Umrah Plus Cruise tergantung tipe kabin dan program yang dipilih. Berdasarkan informasi terbaru, kisaran harga dimulai dari sekitar Rp39,9 juta per orang untuk kabin quad, Rp42,5 juta (triple), Rp46,9 juta (double), hingga Rp78 juta atau lebih untuk kategori premium. Biaya tersebut belum termasuk tiket pesawat kepulangan.
Segmentasi ini menunjukkan bahwa program Umrah Plus Cruise menyasar jemaah yang tidak hanya mengejar ibadah, tetapi juga pengalaman spiritual yang lebih utuh, nyaman, dan bernilai jangka panjang.
Lebih dari Sekadar Umrah
Di tengah meningkatnya minat terhadap perjalanan berbasis pengalaman dan nilai, Umrah Plus Cruise menghadirkan pendekatan baru dalam wisata religi. Ibadah tidak lagi dipisahkan dari proses perjalanan, melainkan menjadi satu rangkaian refleksi sejak keberangkatan.
Di sisi lain, konsep ini juga membuka peluang bagi industri MICE, khususnya pada segmen incentive travel berbasis spiritual. Perjalanan laut yang panjang, fasilitas kapal pesiar, serta program pembinaan nilai menjadikan Umrah Plus Cruise relevan bagi komunitas profesional, organisasi, hingga perusahaan yang ingin menghadirkan perjalanan insentif dengan makna lebih dalam.
Namun, pada akhirnya, daya tarik utama Umrah Plus Cruise tetap terletak pada satu hal sederhana: memberi ruang bagi jemaah untuk menikmati perjalanan menuju ibadah, bukan sekadar tiba di tujuan. Sebuah cara baru menapaki Tanah Suci secara perlahan, khusyuk, dan penuh cerita.




