Pariwisata Bisa Tumbuh Jika Go Digital

Friday, 09 August 19 Bayu Hari

Tourism 4.0 tidak bisa lepas dari kaum milenial dan digital. Untuk itu keterlibatan generasi milenial diharapkan bukan lagi hanya sebagai penikmat wisata, tapi juga menjadi pelaku.

“Sekitar 51 persen inbound traveler ke Indonesia adalah generasi milenial dan 70 persen wisatawan melakukan search and share via digital. Pariwisata kita bisa naik pertumbuhannya karena kita go digital. Digital merupakan sebuah keniscayaan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menjadi keynote speaker dalam acara Millennial Tourism Corner, di Bukit Doa Mahawu, Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis (8/8/2019)

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tim Percepatan Milenial Gabriella Patricia Mandolang. Menurut Gaby, pesatnya perkembangan industri pariwisata membuka kesempatan generasi milenial untuk terlibat langsung bukan hanya sebagai wisatawan.

“Untuk ke depannya, generasi milenial diharapkan bukan hanya menjadi penikmat atau wisatawan tapi juga pelaku,” ujar Gaby.

Untuk menarik wisatawan milenial, ada tiga hal yang menjadi fokus utama Tim Percepatan Milenial yaitu mengkurasikan event milenial untuk (CoE), destinasi yang ramah untuk kaum milenial, serta TVC Millennial.

Sementara itu, Millennial Tourism Corner digelar guna memberikan pemahaman untuk memanfaatkan potensi dan mendorong minat generasi milenial agar dapat terlibat dalam industri pariwisata. Bekerja sama dengan Kerukunan Keluarga Kawanua, Tomohon menjadi kota ketiga diselenggarakannya Millennial Tourism Corner setelah Jakarta dan Bandung.

Sekitar 70 anak muda dari berbagai universitas diundang sebagai partisipan. Sejumlah pembicara juga dihadirkan dalam acara ini di antaranya Strategic Partnership Manager Traveloka Alfonso Kodoatie, Noudhy Valdryno dari Manager Penjangkauan Politik dan Pemerintah Facebook Indonesia, serta Trivet Sembel sebagai Founder dan CEO Proud Media Group.

Pada kesempatan itu, Arief juga mengatakan bahwa pariwisata itu paling mudah dan murah untuk meningkatkan devisa. “Bukan hanya untuk negara. Sekarang banyak daerah mengandalkan pariwisata untuk meningkatkan PAD. Contohnya Banyuwangi atau Danau Toba yang menjadi penyumbang PAD buat Sumut,” ujarnya