Berburu Makanan Kesukaan Soekarno di Kota 1.000 Kue

Wednesday, 25 September 19 Harry Purnama

Siapa sangka kota Mentok di Kabupaten Bangka Barat, provinsi Bangka Belitung, merupakan daerah dengan kuliner kue khas terbanyak di Indonesia. Meskipun hanya memiliki 217 jenis kue khas, hal itu cukup membuat kota Mentok mendapat julukan Kota 1.000 Kue, dan juga telah masuk dalam catatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Bagi Anda yang ingin melihat langsung beragam kue yang ada di kota Mentok, bisa mencoba datang ke Jalan Imam Bonjol, Tanjung, Mentok, atau persisnya di depan Masjid Jami dan Kelenteng Kong Fuk Miau, dan hanya sekitar 100 meter dari Yasmin Hotel. Di tempat ini, ada banyak penjual kue-kue khas Mentok, yang mulai menjajakan kue dari pukul 5 pagi hingga sekitar jam 13.00.

Kue yang dijual ragamnya sangat banyak, antara lain tompek selong, bludar, kue berut, penganan bakar, jongkong, bingke, onde-onde, sarang madu, kue putu, ketan sambal, lumpang, bongkol, pantiaw, korket, lakse, dan penganan pelite atau kue sampan yang jadi favorit Presiden Soekarno saat diasingkan di kota Mentok pada tahun 1948. Kue-kue ini dijual dengan harga Rp1.000 sampai Rp5.000. Umumnya yang dijual adalah kue basah, karena itu agak sulit untuk menemukannya di sore hari.

Kue yang dijual memang tidak semuanya asli dari Bangka Barat, tapi ada juga yang merupakan hasil asimilasi dengan budaya lain, misalnya dari budaya Arab, Melayu, dan Cina, sehingga kue-kuenya pun ada kemiripan dengan kue dari daerah lain di Indonesia.

Ibu Nur Siah, salah satu penjual kue di Jalan Imam Bonjol, mengatakan, ia sudah sejak tahun 1979 berjualan kue basah di tempat ini. Tiap hari, Ibu Siah mengatakan rata-rata bisa menjual hingga 3.000 kue.

Ibu Siah mengakui, masyarakat Bangka memang senang sarapan dengan kue-kue dan penganan kecil lainnya. Untuk memenuhi tingginya permintaan pasar, Ibu Asiah mengaku kue yang dijualnya banyak juga yang berupa titipan dari orang lain, yang rata-rata menitipkan hingga empat jenis kue.

Omzet yang didapatkan Ibu Siah dalam satu bulan jumlahnya cukup fantastis, bisa mencapai Rp18 juta, dengan perhitungan Ibu Siah mengambil untung sekitar Rp200 per kue yang dijualnya.

Penganan pelite, atau biasa disebut juga kue sampan