Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, telah lama dikenal sebagai pintu gerbang menuju keajaiban Pulau Komodo. Destinasi wisata ini kemudian mengalami lonjakan popularitas signifikan saat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2015 menetapkan kawasan ini sebagai satu dari 10 Destinasi Prioritas, yang dikenal sebagai 10 Bali Baru.
Dari 10 destinasi tersebut, Labuan Bajo masuk pula dalam lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas untuk dikembangkan. Penobatan ini memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan dengan wisata alam sebagai kekuatan utamanya.
Sarana dan Prasarana Pariwisata
Selain memikat turis individual, Labuan Bajo perlahan juga menjadi tujuan wisata insentif korporasi maupun lembaga pemerintahan. Hal tersebut didukung dengan sarana dan prasarana di Labuan Bajo yang mengalami peningkatan.
Misalnya, Bandara Komodo mengalami perluasan apron, perpanjangan runway, serta perluasan terminal penumpang dan kargo. Saat ini, Bandara Komodo memiliki runway 2.650 × 45 meter yang dapat melayani pesawat sekelas A320 dan B738, dengan apron sekitar 31.000 m2 untuk 7 parking stand.

Bandara Komodo saat ini dapat menampung 1,1 juta penumpang, dengan target pemerintah hingga 4 juta penumpang per tahun dan 3.500 ton kargo pada 2044. Untuk itu, terminal domestik diperluas menjadi sekitar 6.500 m2 dan ditambah terminal kargo sekitar 2.860 m2.
Lalu, sejumlah akomodasi, mulai kelas homestay hingga hotel berbintang bertaraf internasional, semakin bertambah banyak di sepanjang pesisir Labuan Bajo. Belum lagi, kapal pesiar Live On Board (LOB) dengan fasilitas mewah dan nyaman juga tersedia banyak di Labuan Bajo. Kehadiran LOB ini menjadi fasilitas terbaik bagi wisatawan minat khusus untuk menjelajah pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo tanpa harus kembali ke darat di sore hari.
Daya Tarik Utama: Komodo dan Keindahan Alam
Labuan Bajo dikenal sebagai rumah bagi satwa endemik bernama komodo. Reptil raksasa ini disebut sebagai hewan purba yang mampu bertahan hidup hingga kini.
Melihat komodo di habitat aslinya, seperti di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, merupakan atraksi wisata utama di Labuan Bajo. Aktivitas ini menjadi magnet paling kuat untuk menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Bagi pencinta kehidupan bawah laut, wisata menyelam dan snorkeling bisa menjadi alternatif lain untuk berwisata. Perairan tropis Labuan Bajo terkenal dengan keindahan terumbu karang yang masih alami dan populasi ikan aneka warna yang melimpah, menjadikannya salah satu spot selam terbaik di dunia. Beberapa titik selam yang terkenal adalah Batu Bolong, Manta Point, Pink Beach, dan Pulau Kanawa yang direkomendasikan bagi penyelam pemula karena arus laut di sekitar pulau ini cukup tenang.
Untuk eksplorasi darat, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan, misalnya hiking, menelusuri goa, atau mengunjungi air terjun. Beberapa tempat yang bisa menjadi pilihan adalah Goa Batu Cermin, Goa Rangko, dan Air Terjun Cunca Rami.
Secara keseluruhan, Labuan Bajo adalah perpaduan harmonis antara keajaiban alam purba, pesona bahari yang memukau, dan pemandangan yang legendaris sehingga menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi turis individu maupun grup.

Aksesibilitas
Bandar Udara Komodo
Akomodasi
164 hotel hingga Juli 2025 (BPS Manggarai Barat)
Venue MICE
– Ballroom Komodo, Meruorah Convention Center
– Golo Mori Convention Center
Fasilitas: Convention Hall (400 orang), lobi VVIP (400 orang), VVIP Lounge (29 orang), ruang VIP (12 orang), Media Center (50 orang), dan Amphitheater (500 orang).
Kunjungan Wisatawan
2024: 224.144 wisman & 229.478 wisnus
Penyelenggaraan Event
– KTT ke-42 ASEAN pada 2023
– International Golo Mori Jazz 2025





