BerandaDestinationMengenal Sejarah Timah di Museum Timah Muntok

Mengenal Sejarah Timah di Museum Timah Muntok

Published on

spot_img

Bangka tidak hanya terkenal akan wisata alamnya. Namun, di Bangka, wisatawan juga bisa melakukan wisata sejarah dengan mengunjungi Museum Timah yang berada di Jalan Jendral  Sudirman, Kecamatan Muntok. Sebagai kota yang dulunya merupakan penghasil timah nomor wahid, Museum Timah tentu menyimpan sejarah tersendiri mengenai kota ini.

Museum Timah berdiri sejak  1915, dan dulunya merupakan bekas kantor pusat BTW (Hoofdbureau-Banka Tin Winning). BTW sendiri adalah perusahaan tambang timah di Bangka. Bangunan museum memiliki arsitektur khas Eropa, sempat digunakan sebagai kantor divisi pertimahaan  Belanda kemudaian diambil alih oleh tentara Jepang.

BACA JUGA:  Gyeonggi, Destinasi MICE Anda

Museum Timah memiliki 176 koleksi. Di Museum Timah, berbagai peninggalan benda tambang timah berusia ratusan tahun dapat dijumpai, seperti prasasti, bebatuan, balok timah, peralatan penggalian timah, alat cetakan timah, mineral, miniatur kapal keruk, atribut prajurit perang, hingga foto-foto pengusaha timah. Selain itu, di museum ini juga ada replika prasasti kota kapur yang membuktikan mengenai keberadaan Kerajaan Sriwijaya.

Menurut Agung Purnama, salah satu pemandu di Museum Timah, di Museum Timah terdapat galeri tentang peleburan timah dan informasi daerah mana saja penghasil timah yang ada di Bangka Belitung. Serta, ada juga tayangan sejarah yang mengisahkan tambang timah dari masa ke masa.

BACA JUGA:  Tujuh Rekomendasi Wisata Religi untuk Rayakan Paskah

“Pengunjung yang datang ke Museum Timah akan mendapatkan informasi-informasi seputar sejarah timah, kehidupan sosial yang ada di Muntok, maupun sejarah pengasingan Bung Karno  pada tahun 1948 hingga 1949 oleh Belanda di Kota Muntok,” ujar Agung.

Museum timah memiliki tiga lantai dengan luas sekitar 500 meter persegi. Fasilitas yang dimiliki museum ini antara lain kafe dengan kapasitas mencapai 50 orang, ruang auditorium berkapasitas 200 orang yang dapat digunakan untuk acara sosial, serta ruang pertemuan di lantai dua yang mampu menampung 10 orang. Namun, ruang pertemuan tersebut hanya dapat digunakan oleh lembaga pemerintahan Bangka Belitung, seperti dinas pariwisata, dinas pendidikan, dan sebagainya.

BACA JUGA:  Sekali Lari, Dua Geopark Dipromosikan

Agung mengatakan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Museum Timah mencapai 1.000 orang per bulannya. Untuk masuk ke Museum Timah, pengunjung tidak dikenakan biaya, dengan waktu operasional setiap hari dari jam 09.00 hingga 15.00, kecuali hari Jumat dan hari libur nasional tutup.

spot_img

Samara Lombok Menjadi Destination by Hyatt Pertama di Asia Tenggara

Lombok, Venuemagz.com -- Samara Lombok baru saja mengamankan investasi penting dari Westgrove. Dengan demikian,...

FLOII Expo 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan Program yang Lebih Luas dan Kolaboratif

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions resmi meluncurkan Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026....

Musisi Muda Bernadya hingga Idgitaf Siap Meriahkan Panggung Indonesia Women 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Untuk pertama kalinya, Indonesia Women Fest 2026 akan digelar. Acara persembahan...

ARTOTEL Sanur Bali Hadirkan Promo Staycation dan Kuliner Plant-Based

Bali, Venuemagz.com – ARTOTEL Sanur Bali, hotel butik bertema seni dan gaya hidup di...