Wisata Offroad Malam di Tepian Pantai

Wednesday, 22 June 22 Erwin Gumilar
Offroad pantai glagah

Memiliki potensi wisata pada segmen wisata alam, Kabupaten Kulon Progo menawarkan berbagai pilihan atraksi seru, salah satunya berkendara menggunakan mobil berpenggerak empat roda di jalur ekstrem, atau sering disebut wisata off road.

Untuk atraksi wisata offroad, Kulon Progo mempunyai beberapa lokasi. Tim VENUE bersama rombongan media dan hotel Grand Dafam Signature International Yogyakarta berkesempatan menjajal wisata offroad di kawasan Pantai Glagah yang berdampingan dengan Yogyakarta International Airport.

Kegiatan wisata offroad Pantai Glagah dipandu oleh komunitas offroad bernama Jeep Wisata Glagah atau disingkat Jewiga. Sebanyak 13 mobil disiapkan Jewiga untuk mengangkut rombongan kami.  Setiap mobil dalam trip wisata offroad ini berisikan 3-4 penumpang.

Lokasi wisata offroad yang kami jelajahi berada di sisi selatan bandara. Menurut Ivan Semesta, pengemudi jip yang kami tunggangi, jalur yang digunakan sebagai arena wisata offroad masih terbilang baru.

“Jalur Pantai Glagah usianya sekitar satu tahun. Kami buka jalur awalnya iseng, tidak ada wisatawan karena pandemi. Kami isi waktu buka jalur buat main, ternyata menarik,” ungkap Ivan.

BACA JUGA:   Situs Parhutaan Ompung Tuan Sorimangaraja, Tujuan Wisata Sejarah Leluhur Batak

Ivan menceritakan, lintasan wisata offroad di kawasan Pantai Glagah merupakan bekas tambak udang yang berhenti beroperasi lantaran tergusur pembangunan bandara.

Perjalanan wisata offroad kali ini berbeda dari yang pernah dirasakan sebelumnya karena dilakukan malam hari. Ivan mengatakan, wisata offroad malam hari lebih menyenangkan dan tidak terasa panas karena sengatan sinar matahari.

“Teman-teman (Jewiga) lebih senang jalan malam hari. Lebih seru dan adem,” kata Ivan.

Petualangan pun dimulai. Jalur pertama yang kami jajal bernama Runaway, yang merupakan jalan berpasir dengan panjang lintasan lebih dari dua kilometer. Jalur Runaway memiliki karakter trek berkelok, dengan kombinasi tanjakan dan turunan menukik. Beberapa titik jalur ini ditumbuhi pepohonan cemara udang.

Suara mesin jip meraung-raung melibas jalur yang menanjak dan menukik tajam di antara celah-celah pepohonan. Suara gaduh mesin mobil sesaat kemudian beradu dengan jerit penumpang. Sang juru mudi jip tetap tenang dan selalu memberi arahan kepada penumpang untuk tetap tenang dan waspada adanya guncangan ke kiri dan kanan.

BACA JUGA:   Sari Ater Resort akan Hadirkan Kereta Gantung Resor Pertama di Indonesia

Selama perjalanan menempuh jalur Runaway, beberapa kendaraan mengalami kendala karena tersangkut lintasan sehingga harus dibantu dengan cara ditarik. Suasana ini semakin menambah ketegangan penumpang jip. Namun, kemahiran sang sopir menaklukkan medan membuat perjalanan tetap terasa seru. Waktu yang diselesaikan menjelajahi jalur ini pun sesuai dengan target 50 menit.

“Umumnya jalur ini dapat diselesaikan dalam durasi waktu 45-60 menit,” terang Ivan.

Usai menaklukkan jalur Runaway, petualangan lanjut ke jalur Laguna. Jalur ini tak kalah menantang. Meski tidak memiliki trek tanjakan dan turunan yang menukik, tapi melintasi jalur ini terasa lebih seru karena mobil harus masuk ke laguna. Saat melintasinya sesekali air pun masuk hingga bagian dalam kabin depan jip. Teriakan kembali menggema dari para penumpang.

“Jalur Laguna yang paling seru karena banyak jalur yang masuk ke air,” ungkap Ivan.

Pada beberapa titik di jalur sangat instagramable sering menjadi lokasi berfoto.

BACA JUGA:   Berburu Oleh-Oleh Khas Bali Di Tiga Pasar Seni Ini

“Kalau tripnya siang, banyak lokasi yang bagus buat foto-foto. Kalau trip malam biasanya lokasi fotonya di trek pemecah gelombang cinta,” kata Ivan.

Untuk setiap trek di jalur Laguna memiliki nama masing-masing, dimulai dengan Hutan Kemesraan, Tepian Cinta, Hutan Asmara, dan terakhir Pemecah Gelombang Cinta. Kegiatan wisata offroad diakhiri dengan melintasi jalur tepian pantai Glagah. Sama seperti jalur Runaway, jalur Laguna ini juga waktu tempuhnya sekitar 45-60 menit.

Untuk harga paket wisata offroad ini bervariasi, tergantung jalur yang ingin dilalui peserta trip.

“Kalau jalur Runaway atau Laguna saja harganya Rp350.000. Kalau ambil dua jalur Runaway dan Laguna, harganya cuma Rp450.000,” ujar Ivan.