Setelah sukses menyuguhkan Battle Budaya Betawi – Batak tahun 2021 lalu, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur kembali menggelar acara Battle Budaya yang dikemas dalam Kabaret Komedi pada Sabtu (26/3), di Gedung Kisam bin Jiun Jl H. Naman No.17 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Menurut Fajar Hariwijaya, Kepala Seksi Pemanfaatan Sudin Kebudayaan Jakarta Timur, pentas kesenian ini merupakan pembuka dari Calender Event Kebudayaan tahun 2022.
“Pementasan ini juga merupakan bagian dari penyelenggaraan Festival Seni Budaya Sepanjang Tahun Provinsi DKI yang tertuang dalam Peraturan Gubernur no 18 tahun 2019,” kata Fajar.
Tahun ini Battle Budaya menampilkan perpaduan dua kesenian Lenong dengan Ketoprak Jawa Tengah dengan mengangkat judul “Keris Pembawa Petaka”. Menurut Fajar, pementasan seni yang mengolaborasikan dua budaya sejalan dengan tagline Provinsi DKI Jakarta sebagai Kota Kolaborasi.
“Jakarta merupakan etalase bagi Indonesia. Masyarakatnya majemuk dengan latar belakang budaya berbeda pula. Ada banyak suku dari berbagai daerah di Indonesia yang hidup di Jakarta,” kata Fajar.
Pertunjukan Battle Budaya dibuka dengan sendratari perpaduan Tarian Jawa dan Betawi. “Keris Pembawa Petaka” menceritakan tentang pusaka keris yang diamanatkan Semar kepada Bagong, Petruk, dan Gareng. Namun dalam perjalanannya, Bagong, Petruk dan Gareng malah menjual keris wasiat tersebut untuk mencari keuntungan dengan embel – embel keris pusaka yang berujung kekisruhan karena ternyata keris yang dijual adalah keris palsu.
Lebih lanjut Fajar mengungkapkan sepanjang tahun 2022 ini, Jakarta Timur memiliki 10-14 kegiatan kesenian yang akan digelar di beberapa tempat.
“Menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan kesenian selain bagian dari pelestarian juga upaya menjembatani dan membangkitkan kembali pelaku seni yang terdampak adanya pandemi Covid -19, selama dua tahun ini,” tutup Fajar.





