EBTKE Conex Dukung Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi

Tuesday, 24 November 20 Bonita Ningsih
EBTKE

The 9th Indonesia EBTKE Virtual Conference and Exhibition 2020 resmi digelar secara virtual pada 23-28 November 2020. Acara yang diselenggarakan oleh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Indonesia EBTKE Conference and Exhibition tahun ini mengusung tema “It’s Time to Invest in Renewable Energy for Energy Transition and Economic Recovery”. Tema ini dipilih dengan maksud mendukung percepatan investasi energi terbarukan dan konservasi energi untuk mendorong transisi energi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menjadi jalan untuk pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi.

Surya Darma, Ketua METI, menjelaskan bahwa saat ini pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia masih belum dilakukan secara maksimal. Bahkan, pada akhir 2019 lalu, pencapaian target energi terbarukan hanya mencapai 9,15 persen. Untuk itu, diperlukan percepatan penggunaan energi terbarukan di Indonesia dalam upaya mengantisipasi krisis ekonomi dan energi yang akan datang.

“Apalagi negara-negara di dunia saat ini sedang berlomba-lomba mengembangkan energi terbarukan. Pasalnya, pemanfaatan energi terbarukan dapat mempercepat investasi untuk pemulihan ekonomi yang mengutamakan pembangunan berkelanjutan di sektor energi,” ujar Surya.

Arifin Tasrif, Menteri ESDM, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan berbagai perangkat pendukung, khususnya Peraturan Presiden tentang Harga Energi Terbarukan, untuk meningkatkan daya tarik investasi energi terbarukan.

Sesuai dengan Kebijakan Energi Terbarukan (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pada tahun 2025 energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional ditargetkan akan mencapai 23 persen. Angka tersebut diharapkan akan terus meningkat menjadi 31 persen pada tahun 2050.

Untuk mencapai hasil tersebut, saat ini pemerintah tengah menyusun grand strategy energi nasional untuk menjamin ketersediaan energi yang cukup, dengan kualitas terbaik, harga terjangkau, dan ramah lingkungan. Pelaksanaan grand strategy energi nasional juga mempertimbangkan kondisi pengembangan energi nasional saat ini, yakni memerhatikan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tersedia dan menyesuaikan dengan tren ekonomi EBT.

“Melalui forum ini, saya mengajak para peneliti, pakar, institusi finansial, akademisi, pemangku kepentingan, dan pelaku usaha untuk menjadikan kegiatan ini sebagai media diseminasi dan promosi energi baru terbarukan,” kata Arifin.

Selain itu, pada upacara pembukaan acara, pemerintah telah mengajak kerja sama antara asosiasi dan pihak swasta untuk menggalakkan pemanfaatan energi terbarukan dan konservasi energi. Hal tersebut tertuang pada penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Jenderal EBTKE selaku National Project Director MTRE3 dengan PT Aka Sinergi, PT Akuo Energi, PT Brantas Energi, dan PT Pasadena Biofuels Mandiri mengenai Acceptance of Technical Assistance Grant From Sustainable Energy Fund to Enhance Project Bankability and Access to Finance. Kemudian kerja sama dengan Mentari dan Arya Watala Capital mengenai Grant Technical Assistance for Replacing Diesel Power to Solar PV+. Lalu, Aryaduta Hotel dan Enertec Mitra Solusi mengenai Energy Saving Program Replacing HVAC System for 4 Hotels, serta kesepakatan bersama antara Universitas Mercu Buana dengan METI tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.