Galeri Salihara Hadirkan Pameran Seni Rupa “Three for Plastic Hearts”

Friday, 05 November 21 Bonita Ningsih

Komunitas Salihara Arts Center menggelar pameran seni rupa bertajuk “Three for Plastic Hearts” untuk merespons fenomena yang sedang terjadi saat ini. Pameran yang berlangsung pada 29 Oktober-30 November 2021 ini akan dihadirkan secara hybrid (offline to online) di Galeri Salihara, Jakarta Selatan.

Pameran seni rupa ini menampilkan karya dari tiga pemenang Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019 yaitu Andrita Yuniza, Argya Dhyaksa, dan Wildan Indra Sugara. Dalam pameran ini, Komunitas Salihara ingin memotret karya-karya, gagasan, dan arsip ketiga perupa tersebut dalam rentang waktu dua tahun terakhir. 

BACA JUGA:   Para Ahli MICE Dunia Berkumpul untuk Konferensi di Bali

Kurator Seni Rupa Komunitas Salihara, Asikin Hasan, menjelaskan bahwa ketiga perupa yang karyanya ditampilkan di pameran ini merupakan darah muda dunia seni rupa Indonesia. Oleh sebab itu, Komunitas Salihara, ingin mengabadikan karya ketiga perupa tersebut baik dari dekat maupun jauh.

“Ketiga perupa ini sebelumnya sudah memenangi Kompetisi Trimatra Salihara pada tahun 2019.  Sebuah kompetisi yang melibatkan perupa usia di bawah 35 tahun, dan diselenggarakan setiap tiga tahun sekali,” ungkap Asikin.

Sejak memenangi Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019 dan melalui perjalanan panjang, ketiga perupa ini memperlihatkan sebuah perkembangan teknologi masa kini, kondisi sosial budaya, dan lingkungan tempat mereka tinggal. Perkembangan tersebut memberikan pengaruh luas atas lahirnya karya-karya dari ketiga perupa yang mengikuti pameran ini.

BACA JUGA:   UN Tourism Apresiasi Penyelenggaraan Regional Conference On The Empowerment Of Women In Tourism di Bali

Teknologi yang merasuk dalam keseharian menjadi faktor utama terbentuknya cara pandang dan gagasan pada karya seni rupa ketiganya. Kehadiran teknologi dijadikan sebagai idiom sekaligus medium bagi karya-karyanya. 

Gagasan dan konsep para perupa menghadirkan sebuah objek dengan suasana yang dingin. Para perupa juga berjarak dengan subjektivitas, berlaku layaknya seorang periset, dan menempatkan aspek kuantitatif yang berlawanan arah dengan produk seni sebelumnya.

BACA JUGA:   Electric Jakarta Marathon Bantu Tingkatkan Pariwisata Jakarta

“Di sini, mereka tertarik pada masalah lingkungan, pencemaran air, nasib planet bumi, dan juga umat manusia,” ujar Asikin.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti pameran ini secara virtual dapat mengakses laman https://salihara.org. Sedangkan, bagi yang ingin menghadiri pameran secara langsung dapat melakukan registrasi terlebih dahulu di https://salihara.org/three-for-plastic-hearts/.