Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 Diikuti 250 Perusahaan Fintech

Friday, 23 August 19 0 Comments   Herry Drajat
Indonesia Fintech Summit & Expo 2019

Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) akan menyelenggarakan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2019 pada 23 dan 24 September 2019 di Jakarta Convention Center. Perhelatan yang juga didukung oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) ini akan mengusung tema “Innovation for Inclusion”.

IFSE 2019 memiliki beberapa agenda utama, yaitu konferensi (summit), pameran fintech, dan beberapa program pendukung lainnya. Untuk konferensi akan menghadirkan lebih dari 100 pembicara berpengalaman untuk membahas isu penting terkait perkembangan industri fintech dan dampaknya terhadap masyarakat luas, khususnya pada segmen unbanked dan undeserved. Sekitar 800 delegasi yang terdiri dari regulator, pemerintah, lembaga donor, pelaku fintech, dan sektor keuangan akan menghadiri konferensi tersebut.

Menurut Niki Luhur, Ketua Umum AFTECH, tingginya pertumbuhan industri fintech memberikan banyak tantangan yang harus mendapat perhatian khusus oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti regulator dan pelaku industri. “Ajang IFSE 2019 akan menjadi salah satu cara bagi pemangku kepentingan untuk membahas berbagai topik penting bagi industri dan menemukan solusi bersama,” ungkap Niki.

IFSE 2019 menargetkan dihadiri oleh tiga kelompok pengunjung, yaitu pemain pada industri fintech seperti dari digital payment system, P2P Lending, wealth manajemen, market provisioning, digital insurance innovation, dan lain sebagainya. Kelompok berikutnya adalah regulator dan lembaga pemerintahan, serta kelompok terakhir adalah Community, yaitu Investor, MSME, media, akademisi, fintech enthusiast, dan umum.

Menurut Niki, lebih dari 250 perusahaan fintech akan berpartisipasi pada IFSE 2019 dan diperkirakan akan dihadiri lebih dari 5.000 pengunjung dan 15 sponsor. Pada pameran, sebanyak 120 perusahaan dari sektor fintech, keuangan, dan teknologi berpartisipasi.  

Niki menambahkan, “Pada pameran benar-benar bisa langsung terlihat story yang nyata, bukan teori-teori pola bisnis tetapi dampak pada UMKM sehari-hari, terutama kepada bisnis mereka di lapangan. Di situ akan terlihat siapa saja para UMKM tersebut, lalu siapa para pelaku industri kreatif.”

Sementara alasan keterlibatan OJK pada IFSE 2019, menurut Widyo Gunadi, Advisor Grup Inovasi Keuangan OJK, “Event ini penting dan menarik. Fintech summit seperti festival, yaitu bertemunya komunitas terdiri pemain pada industrinya customer, investor, otoritas, dan asosiasi, semua yang terlibat dalam ekosistem. Menariknya di pameran benar-benar akan dilihat praktiknya.”

Momentum IFSE 2019 juga akan digunakan oleh tiga asosiasi di industri fintech, yaitu AFTECH, AFPI, dan AFSI, untuk meluncurkan “Joint Code of Conduct on Responsible Fintech Innovation”, yaitu komitmen bersama untuk melakukan standardisasi dan memberikan panduan umum yang disepakati oleh seluruh pelaku industri fintech terkait prinsip-prinsip dasar pelaksanaan bisnis yang bertanggung jawab. Joint Code of Conduct akan menyangkut kewajiban penyelenggara fintech dalam memastikan perlindungan konsumen, perlindungan dan privasi data pribadi, mitigasi risiko siber, mekanisme penanganan aduan konsumen, dan lain sebagainya.

Widyo menambahkan, code of conduct sangat penting di dalam industri, sebuah aturan internal yang harus ditaati oleh anggota dengan tidak terpaksa dan yang memutuskan selesai atau tidaknya aturan tersebut adalah asosiasi sendiri. “OJK hanya mendorong dan supervisi seperti apa code of conduct yang baik,” ujar Widyo.