Indonesian Petroleum Association (IPA) telah selesai menjalankan tugasnya dalam menyelenggarakan IPA Convention and Exhibition (IPA Convex 2025). Pameran dan konferensi terkait industri minyak bumi dan gas bumi ini telah sukses digelar pada tanggal 20 hingga 22 Mei 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Selama tiga hari penyelenggaraan, IPA Convex 2025 dianggap menjadi momentum terbaik sekaligus titik balik kebangkitan industri migas nasional. Hal ini dikarenakan banyak kesepakatan dan perjanjian yang terjadi selama acara berlangsung.
Perjanjian yang terjadi berupa pengelolaan blok migas hingga pemanfaatan gas. Sedangkan, kesepakatan yang dibentuk berupa kerja sama dalam pengembangan teknologi yang akan diimplementasikan.
“Semangat kita terus tumbuh, terutama tahun ini banyak penandatanganan kontrak blok migas, beberapa kesepakatan jual beli gas hingga pemanfaatan gas. Ini semakin menunjukkan bukti bahwa industri kembali aktif menggeliat,” kata Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).
Penyelenggaraan IPA Convex tahun ini juga mendapatkan antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak terlibat mulai dari peserta hingga pengunjung. Ketua Panitia IPA Convex IPA 2025, Hariadi Budiman, menjelaskan tahun ini jumlah exhibitor meningkat signifikan menjadi 216 peserta yang mana sebelumnya hanya 179.

Tak hanya itu, jumlah delegasi yang terlibat di dalamnya juga mengalami pertumbuhan mulai dari 2.700 hingga 3.005 di tahun sekarang. Negara yang terlibat dalam IPA Convex 2025 juga mengalami peningkatan menjadi 60 yang sebelumnya hanya 51 negara.
“Tahun ini juga lebih banyak plenary session yang diselenggarakan yaitu 14 plenary session. Ada lebih dari 100 pembicara yang berhasil kami hadirkan untuk berbagai program di IPA Convex tahun ini,” ujar Hariadi.
Sementara itu, dalam program TPC telah terkumpul total 161 presentasi dari poster maupun oral. Peningkatan lainnya juga terjadi dalam jumlah pengunjung yang mencapai 32.000 yang mana tahun lalu hanya 29.000 orang.
“Dengan adanya peningkatan ini kami berharap ini jadi sinyal positif bahwa industri ini memang makin menggeliat,” tutup Hariadi.





