Jakarta International BNI Java Jazz Festival akan hadir selama tiga hari ke depan mulai tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Tahun ini, festival musik jazz skala internasional ini akan menghadirkan proyek spesial untuk merayakan 20 tahun perjalanannya.
“Kami akan menghadirkan program khusus untuk dapat dikenang oleh seluruh penggemar musik dunia. Jadi, tidak hanya menjual tiket, tetapi kami ingin menjadi bagian bagi industri musik khususnya jazz,” kata Dewi Gontha, Presiden Direktur Java Festival Production.
Salah satu proyekan utama dalam perayaan dua dekade ini adalah Sing Along: Tribute to Titiek Puspa. Proyek ini didedikasikan untuk mendiang Titiek Puspa, seorang musisi legendaris yang baru wafat pada April 2025 silam.

“Program Sing Along sebenarnya sudah ada dari tahun lalu dan dibuat oleh tim program kami. Kemudian dihadirkan lagi tahun ini untuk mengenang Titiek Puspa yang belum lama ini wafat,” Dewi menambahkan.
Nikita Dompas, Program Director Java Jazz Festival 2025, mengatakan Sing Along merupakan IP (intellectual property) yang dimiliki Java Jazz dengan tema berbeda setiap tahunnya. Pada tahun ini, Sing Along mempersembahkan lagu-lagu dari Titiek Puspa yang kemudian diaransemen ulang dan dinyanyikan kembali oleh Adikara, Bilal Indrajaya, Danilla, serta Kris Dayanti.
“Sesuai namanya, kita akan membawakan lagu-lagu sing along. Jadi kita akan mainkan lagu-lagunya Eyang Titiek yang diaransemen dan dinyanyikan ulang oleh musisi-musisi tanah air,” ungkap Nikita.
Sing Along: Tribute to Titiek Puspa akan dihadirkan pada hari kedua Java Jazz yaitu tanggal 31 Mei 2025. Masyarakat dapat menyaksikannya pada pukul 22.30 hingga selesai di Hall D1.
Proyekan lainnya yang juga akan dihadirkan sebagai bentuk perayaan 20 tahun Java Jazz Festival adalah PFG & The Groove Syndicate. Ini menjadi proyek istimewa dari pendiri festival sekaligus Ayah Dewi Gontha yaitu Peter F. Gontha.
Lalu ada Jakarta Drum School All Stars “Reinterpreting The Beatles” yang akan tampil bersama Cakra Khan & Balawan. Mereka akan menampilkan gitar unik Fender 9 necks.
“Ini adalah sekolah yang melahirkan banyak drummer berbakat di Indonesia. Nantinya ada 5 sampai 6 drum yang membawakan lagu The Beatles bersama Cakra Khan,” ucap Nikita.
Komodo Project hadir sebagai bentuk kolaborasi antara Gilang Ramadhan, Ivan Nestorman, Adi Darmawan, Lian Panggabean, Smiet Lalove, dan Yoyon Darsono. Mereka akan memadukan musik jazz dengan kekayaan musik etnik Nusantara.
Papua Original juga akan dihadirkan dengan menampilkan musisi dari Papua yang mengusung nuansa groove etnik dan lirik berbahasa daerah asli. Lalu Damez with Brian Simpson Band, kolaborasi musisi Indonesia dan internasional.
Thee Marloes akan menghadirkan band soul-jazz-pop asal Surabaya yang dikontrak oleh Big Crown Records. Yance Manusama: Himself sebuah perayaan lintas generasi dalam karier panjang sang legenda.
Kemudian ada Tompi with Ayesha & Zayn yang menampilkan kehangat penuh makna bersama keluarga. Terakhir ada Jazz for Kids: Talenta Svara Bertha sebuah persembahan istimewa dari anak-anak berbakat Indonesia.
“Secara keseluruhan akan ada hampir seribu musisi baik dalam maupun luar negeri yang tampil di sini. Kami juga akan menyediakan 11 panggung yang tersebar di area outdoor maupun indoor,” ujar Dewi.
Bagi yang ingin menyaksikan Java Jazz Festival 2025 selama tiga hari penuh, dapat membeli tiket terusan seharga Rp2.625.000. Sedangkan, untuk Daily Pass ditawarkan dengan harga Rp1.025.000 per hari.
Untuk informasi lebih lanjut dan pembelian tiket, dapat mengunjungi situs resmi www.javajazzfestival.com. Informasi terkini lainnya dapat diupdate melalui media sosial @javajazzfest di Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok.




