Jakarta, Venuemagz.com – Di balik makanan yang tersaji di meja, ada industri panjang yang bekerja, mulai dari pemasok bahan baku, teknologi pengolahan, pengemasan, hingga rantai distribusi yang menjaga produk tetap berkualitas. Rantai bisnis inilah yang menjadi salah satu perhatian KRISTA InterFOOD 2026, pameran industri makanan dan minuman yang kembali akan digelar dengan skala lebih besar pada 4 – 7 November 2026 di NICE PIK 2.
Memasuki penyelenggaraan ke-27, KRISTA InterFOOD 2026 menempati 11 hall dengan luas area pameran mencapai 60.000 meter persegi. Pameran ini menghadirkan 1.100 peserta, termasuk 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dari 16 negara.
Peserta berasal dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Amerika Serikat, China, Jepang, Korea Selatan, India, Thailand, Prancis, dan Inggris. Kehadiran paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand dengan total 70 peserta turut memperkuat dimensi internasional pameran tersebut.
Skala penyelenggaraan ini memperlihatkan bagaimana pameran dagang menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri untuk mencari pemasok, memperkenalkan produk, dan menjajaki kemitraan. KRISTA InterFOOD juga menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, menyebut pameran ini sebagai platform untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis, sekaligus memperluas akses pasar bagi industri makanan dan minuman Indonesia.
“KRISTA InterFOOD 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman,” ujar Daud saat Press Conference di di Ballroom Garuda Gedung Kementerian Perindustrian RI, Rabu (28/10/2026).
Tahun ini, KRISTA InterFOOD berlangsung bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo. Ketiganya menawarkan keterhubungan bisnis dari sektor pangan, hasil laut, hingga teknologi pendinginan dan rantai dingin.
Keterhubungan tersebut penting bagi industri yang tidak hanya membutuhkan produk berkualitas, tetapi juga sistem penyimpanan dan distribusi yang mampu menjaga mutu hingga ke tangan konsumen.
Lebih dari sekadar etalase produk, pameran ini juga menghadirkan program business matching, seminar, dan forum industri. Sejumlah agenda melibatkan asosiasi serta lembaga pemerintah untuk membahas peluang investasi, pengembangan pasar, dan kemitraan perdagangan.
Bagi pelaku industri makanan dan minuman, tantangannya bukan hanya menghasilkan produk yang diminati pasar. Kemampuan menemukan mitra yang tepat, mengembangkan jaringan pemasok, dan menjangkau pembeli baru ikut menentukan keberlanjutan bisnis.
Di ruang pameran seperti inilah pertemuan antar pelaku usaha berpotensi menjadi awal dari kerja sama yang lebih panjang.




